Menu

Belasan Orang Asing Berada di Payakumbuh, Masyarakat Diminta Ikut Lakukan Pengawasan

  Dibaca : 259 kali
Belasan Orang Asing Berada di Payakumbuh, Masyarakat Diminta Ikut Lakukan Pengawasan
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang Pasaman Barat (Pasbar) mendistribusikan 10 ekor sapi kurban untuk masyarakat berbagai daerah di Pasaman Barat dari tanggal 20 sampai tanggal 23 Juli 2021.

PAYAKUMBUH, METRO–Hingga saat ini sekitar tujuh bekas Orang Asing atau Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai Ne­gara berada di Kota Paya­kumbuh Provinsi Sumatera Barat dengan izin tinggal terbatas maupun izin ting­gal tetap (KITAS/KITAB), mereka berada di Paya­kumbuh dengan berbagai keperluan, baik sebagai tenaga pengajar, pertu­karan mahasiswa maupun swasta (perdagangan).

Mencegah terjadinya berbagai pelanggaran yang dilakukan orang asing ter­sebut, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam bersama Tim Pengawas Orang Asing (TIM PORA) mengajak peran serta ma­syarakat dan berbagai pi­hak dalam melakukan pe­ngawasan terhadap orang asing yang ada di berbagai kelurahan di Payakumbuh.

Hal tersebut diung­kap­kan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Agam, Qris Pratama di hadapan Tim Pora Kota Payakum­buh dan sejumlah kepala SKPD dan Camat serta Lurah. “Pengawasan ter­hadap keberadaan orang asing di Payakumbuh me­ru­pakan tanggung jawab bersama, bukan saja oleh pemerintah ataupun Tim Pora. Namun perlu pera­nan masyarakat semua,” sebut Qris, Selasa (22/6) saat kegiatan Rapat Pe­ngawasan Orang Asing (POA) disalah satu hotel di Kawasan Balai Panjang Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Qris juga menambah­kan, Rapat Tim PORA yang dilakukan diharapkan da­pat saling memberi infor­masi terkait keberadaan orang Asing dan upaya pencega­han berbagai pe­langgaran.

Sementara Kepala Kes­bangpol Kota Payakumbuh, Budhy D. Permana menye­butkan bahwa keberadaan orang Asing di Paya­kum­buh merupakan tantangan strategis, disamping saat ini Payakumbuh tengah membuka Penanaman Mo­dal Asing (PMA) selebar-lebarnya untuk menambah income/pendapatan dae­rah. “Payakumbuh mem­bu­ka selebar-lebarnya ter­hadap Penanaman Modal Asing, namun pengawasan tetap harus kita lakukam,” ucapnya.

Budhy juga menam­bahkan, belasan orang A­sing yang berada di Paya­kumbuh berasal dari Ne­gara Arab, Yordania, Af­ganistan dan Cina.

Kepala Divisi Keimi­grasi Kanwil Kemenkum­ham Pro­vinsi Sumatera Barat, Syam­sul Efendi Sito­rus me­nye­butkan bahwa Pengawasan terhadap ke­be­radaan orang Asing me­rupakan u­paya untuk tetap menjaga Stabilitas Na­sio­nal, karena mereka (orang Asing. Red) melintas di Indonesia.

“Pengawasan terhadap keberadaan orang Asing merupakan upaya men­jaga Stabilitas Nasional. Kita akan terus lakukan antisipasi terjadinya ber­bagai pelanggaran yang dilakukan oleh mereka,” terangnya.

Syamsul juga menam­bahkan, pengawasan ter­hadap orang Asing perlu dilakukan terutama terkait mereka yang melakukan penelitian terhadap keka­yaan alam di Sumbar mau­pun penguasaan lahan dan paham-paham yang diba­wa dari luar. “Kita perlu mengawasi terhadap pa­ham-paham yang dibawa oleh orang Asing dari luar, termasuk pengawasan ter­hadap penguasaan lahan dan penelitian yang dilaku­kan terhadap kekayaan alam kita,” ucapnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional