Menu

Belajar Tatap Muka, Siswa Dibagi Per Shift

  Dibaca : 120 kali
Belajar Tatap Muka, Siswa Dibagi Per Shift
Syafrizal Syair

AZIZ CHAN, METRO
Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Padang, Syafrizal Syair mengatakan, pelaksanaan belajar tatap muka tingkat SD dan SMP di Kota Padang mekanismenya akan dibagi per shift. Belajar tatap muka ini dimulai pada 4 Januari 2021 mendatang.

Syafrizal menambahkan, tahap awal peserta didik yang masuk sekolah tatap muka dibagi sistemnya antara lain separuh dari jumlah anak masuk sekolah dan separuhnya lagi daring di rumah. Tatap muka berlangsung selama enam hari.

“Jumlah anak biasanya 32 orang dalam satu lokal, yang sekolah hanya 16 orang selama 3 hari yakni Senin, Selasa dan Rabu, selebihnya daring. Untuk siswa yang daring di 3 hari pertama akan masuk sekolah tatap muka pada Kamis, Jumat dan Sabtu. Sekolah tatap muka pembelajarannya dari pukul 07.30-12.00 WIB,” ujarnya, Minggu (27/12).

Selanjutnya terang Syafrizal, dalam pelaksanaan belajar tatap muka itu, waktu jeda atau istirahat ditiadakan. Ini guna menghindari terjadinya kerumunan antar siswa dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jarak duduk antara kiri, kanan, depan dan belakang 1,5 meter dan jumlah mata pelajaran dalam sehari hanya tiga,” ucap mantan kepala SMP 7 Padang ini.

Bagi pelajar tingkat Sekolah Daaar (SD) lanjutnya, sistemnya sama dibuat hanya saja anak yang sekolah tatap muka yakni kelas IV, V dan VI. Sedangkan peserta kelas I, II dan III tetap daring atau pembagian tugas.

Apabila sepekan pertama kondisinya aman, maka proses belajar tatap muka akan terus ditingkatkan pada minggu-minggu selanjutnya. Baik jumlah harinya dan lain sebagainya. “Peserta yang belajar ke sekolah wajib mematuhi protokol kesehatan, diantaranya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan. Sebelum masuk siswa akan cek suhu terlebih dahulu,” paparnya.

Anggota DPRD Kota Padang, Wismar Pandjaitan sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang direncanakan oleh Disdik tersebut. Ia meminta kepada semua pihak ikut menyokong hal itu serta mengawasi proses pelaksanaannya, agar berjalan maksimal dan klaster baru tak muncul.

“Kita juga meminta wali murid siapkan segala keperluannya, supaya anak dapat membawanya dan kesehatan anak terjaga,” ujar kader PDI P ini. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional