Close

Bekerjasama dengan Legislator RI, BPOM Sosialisasi serta Edukasi tentang Makanan dan Obat-obatan

EDUKASI— BPOM dan Legislator RI asal Sumatera Barat melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi tentang makanan dan obat-obatan

AGAM, METRO–Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Legislator RI asal Sumatera Barat melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi tentang makanan dan obat-obatan.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan Perangkat Nagari, Instansi, Wali Jorong dan Walinagari serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam di Aula Kecamatan Ampek Angkek, Agam, Senin (18/7).

Legislator RI, Ade Rezki Pratama mengatakan kegiatan ini dilakukannya sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan kepada masyarakat di Sumbar.

”Kita harus bersyukur kegiatan positif ini bisa dilakukan kembali setelah masa pandemi, ini momen penting mengambil informasi melalui BPOM terkait pengawasan konsumsi ma­syarakat pada makanan, obat atau kosmetik,” kata Ade Rezki.

Ia mengatakan, selain melakukan pengawasan produk yang digunakan masyarakat luas, BPOM memiliki peran penting selama masa Covid-19 untuk memberi ruang ma­syarakat mengembangkan usaha dalam bidang makanan dan obat juga kosmetik.

”BPOM turut memberikan pendampingan kepada warga yang berusaha dalam produksi konsumsi, semua diawasi dan diberikan ijin sesuai standar ke­sehatan,” katanya.

Menurutnya, Komisi IX DPR RI juga aktif dalam mengawasi peredaran obat dan makanan yang dinilai berbahaya dikonsumsi oleh masyarakat.

”Alhamdulillah, beberapa waktu lalu juga kami bersama pihak terkait bisa menghentikan peredaran kosmetik berbahaya asal luar negeri yang masuk melalui Provinsi Riau dan hendak dipasarkan ke Sum­bar,” kata dia.

Kepala BPOM di Pa­dang, Abdul Rahim mengatakan pihaknya sebagai mitra kerja DPR RI bertugas memberikan edukasi dan informasi terhadap peredaran makanan obat dan kosmetik yang kerap luput dari perhatian ma­syarakat.

”BPOM sebagai instansi vertikal milik pemerintah memiliki tugas pengawasan, masih banyak warga yang kurang peduli dan awas terhadap budaya konsumsinya, banyak yang tidak sesuai dengan peruntukannya,” kata Abdul Rahim.

Ia mengatakan banyak produk yang dinilai baik oleh masyarakat hanya karena tampilan kemasan tanpa memperhatikan bahannya.

”Seperti hanya termakan bujukan iklan kemasan, namun ketika dikonsumsi akan merusak tubuh, korban paling banyaj biasanya remaja yang mudah sekali membeli produk sesuka hati,” ujarnya.

BPOM selain menindak produk yang menyalahi aturan, juga melakukan penelitian di laboratorium yang sudah terferivikasi dan diakui hingga luar negeri.

”Tugas kita bersama dalam menyosialisasikan ini, kami berharap ketika kita mengetahui Obat, Makanan Olahan, Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik yang tidak sesuai, segera laporkan agar peredarannya tidak meluas dan merusak warga sekitar,” katanya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top