Menu

Bekali Kemandirian WBP, Lapas Klas IIB Lubukbasung Budidaya Ikan Lele

  Dibaca : 73 kali
Bekali Kemandirian WBP, Lapas Klas IIB Lubukbasung Budidaya Ikan Lele
Ilustrasi

AGAM, METRO
Budidaya ikan lele menjadi salah satu inovasi pembinaan kemandirian yang dilakukan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIB Lubukbasung, Kabupaten Agam. Program ini guna membekali keahlian kerja bagi Warga Binaan Masyarakat (WBP), ketika nanti sudah melanjutkan hidup di dunia luar.

Inovasi itu ditandai dengan penebaran 7 ribu bibit ikan lele di kolam lembaga itu, Kamis (17/12). Program pembinaan ini merupakan kerjasama Lapas Kelas IIB Lubukbasung bersama PT Al Ananda yang bergerak di bidang tour and travel di Kota Padang.

Kasubsi Kegiatan Lapas IIB Lubukbasung, Roni Iskandar menyebut, giat budidaya ikan sebagai bekal keahlian. Agar WBP memiliki ilmu dan keterampilan ketika nanti sudah melanjutkan hidup di dunia luar.

“Tujuan kita ingin membekali para warga binaan agar memiliki keterampilan budidaya ikan. Sehingga usai menjalani masa hukuman disini, mereka dapat mengembangkan potensi diri untuk berusaha, salah satunya membudidaya ikan,” kata Roni.

Dijelaskan, ribuan bibit lele yang ditebar merupakan yang kedua kalinya dilakukan. Tahap pertama pihaknya juga telah menebar 7 ribu bibit ikan air tawar itu. Bahkan, diprediksi akan memasuki masa panen satu bulan lagi.

Selain lele akunya, Lapas Klas IIB Lubukbasung sudah lebih dulu membina WBP bercocok tanam jagung, beternak sapi dan budidaya ikan nila. “Sekarang juga ada lele yang siap meluncur ke pasaran,” tuturnya.

Pimpinan PT Al Ananda, Hj. Lena MN, Lc mengatakan, banyak hal yang sejatinya bisa dilakukan warga binaan selama menjalani masa hukuman. Seperti membuat kerajinan tangan, pembibitan, kegiatan ngaji dan sebagainya. Setidaknya mereka akan lebih fokus dibanding orang bebas.

“Ini yang mendorong saya ingin berbagi dan ikut serta dalam membina. Ke depan Insyallah kita juga akan merambah ke budidaya belut dalam drum. Agar semua tak ada yang melamun, suntuk yang sangat disayangkan gak dapat ilmu,” ujarnya.

Ia berharap, sinergitas pihaknya dengan Lapas Klas IIB Lubukbasung dapat membawa manfaat kebaikan, khususnya bagi WBP. Menurutnya, ikut terlibat memberikan sebuah kegiatan dan ilmu pada WBP suatu momen yang menyenangkan.

“Saya kerap berfikir, kenapa ada WBP yang sudah kembali pulang tapi masuk lagi. Karena kurangnya ilmu dan kurangnya kegiatan serta pelatihan yang juga tak merata bisa mereka dapatkan. Jadi ikut dalam program ini, hal yang sangat menyenangkan,” akuinya.(pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional