Menu

Bejat, Tiga Oknum Guru Perkosa Tiga Siswi

  Dibaca : 537 kali
Bejat, Tiga Oknum Guru Perkosa Tiga Siswi
Ilustrasi

Banten,metro – Tiga oknum guru salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, diduga telah memperkosa tiga siswinya.

Perbuatan bejat itu mengakibatkan salah satu korban dikabarkan hamil empat bulan. Peristiwa tragis itu terungkap setelah salah satu korban berinisial DO diketahui hamil. Didampingi keluarganya, DO melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Serang, Selasa (11/6/).

Informasi dugaan pemerkosaan itu juga didengar oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten. LPA kemudian memutuskan untuk mendampingi korban.Berdasarkan informasi yang diperoleh LPA, selain DO, ada dua siswi lain yang juga menjadi korban perkosaan.

“Yang saya ketahuinya inisialnya DO. Dia baru lulus SMP. Dua lagi belum lapor, tapi kami akan cari informasi kedua korban tersebut,” kata Ketua LPA Banten Uut Lutfi kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Diduga ketiga korban diperkosa oleh ketiga oknum guru. Para korban diperkosa di ruangan laboratorium sekolah saat kegiatan belajar di sekolah. Salah satu oknum guru tersebut diketahui berinisial ON. Sementara dua oknum guru lainnya belum diketahui. Soalnya, DO masih trauma.

“Informasinya ada tiga pelaku. Ketiganya merupakan oknum guru di satu sekolah (SMP Cikeusal-red). Mereka melakukan perbuatannya di ruangan laboratorium. Menurut keterangan korban, perbuatan tersebut dilakukan berbarengan (dengan tiga korban-red),” jelas Uut.

LPA berencana mendatangkan psikolog untuk membantu memulihkan kondisi psikis korban. Selain itu, LPA Banten akan mengonfirmasi peristiwa tersebut ke sekolah korban.

“Kami akan mengawal kasus ini, kami akan temui pihak sekolah karena perbuatan tersebut dilakukan di jam sekolah, korbannya juga siswi sekolah tersebut. Kami khawatir ada korban lain,” kata Uut.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) David Chandra mengakui kasus dugaan pemerkosaan tersebut masih diselidiki Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Serang. “Iya benar ada laporan kasus tersebut. Saat ini masih dalam proses,” tutur David, singkat.

Modus Beri Nilai

Berdalih memberi nilai mata pelajaran, korban diperkosa di laboratorium komputer. Tak curiga, DO bersama dua siswi lain memenuhi permintaan pelaku. Saat sampai di lokasi, ketiga oknum guru tersebut telah menunggu. Ketiga korban kemudian dipaksa untuk memenuhi nafsu bejat pelaku.

“Modusnya itu mau ada penilaian. Tapi masih belum jelas (mata pelajaran-red) sebab, korban masih dalam kondisi trauma (DO-red),” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Uut Luthi.

Namun, hingga kini LPA Banten belum dapat menggali informasi lain. Sebab, DO yang sedang berbadan dua itu masih enggan bercerita lantaran trauma.

“Yang saya ketahui inisialnya DO. Dia baru lulus SMP. Dua lagi belum lapor, tapi kami akan cari informasi kedua korban tersebut,” kata Uut.

Dia mengaku belum dapat menggali informasi mendalam terkait kasus tersebut. Sebab korban DO saat didatangi LPA Banten di rumahnya masih sangat trauma.

“Terlebih lagi korban sedang mengandung janin berusia empat bulan akibat persetubuhan tersebut,” katanya.

Uut berharap polisi segera menangkap pelaku. Apalagi, kasus itu telah dilaporkan ke Mapolres Serang pada Selasa (11/6) lalu. “Kami berharap pelaku segera ditangkap karena saat ini belum dilakukan penangkapan,” kata Uut. (jpnn/rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional