Menu

Bejat, Petani Berkali-kali Cabuli Anak Tetangga di Kenagarian Sungai Antuan Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, 6 Bulan Buron, Tersangka Sembunyi di Kandang Ayam

  Dibaca : 164 kali
Bejat, Petani Berkali-kali Cabuli Anak Tetangga di Kenagarian Sungai Antuan Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, 6 Bulan Buron, Tersangka Sembunyi di Kandang Ayam
CABUL— Pelaku berinisial SF (35) yang tega mencabuli anak tetangganya ditangkap Tim Satreskrim Polres Limapuluh Kota di kandang ayam setelah enam bulan buron.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Enam bulan menjadi buro­nan, pelarian seorang petani yang tega melakukan aksi pen­cabulan terhadap anak di bawah umur di Kenagarian Sungai Antuan Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota ber­akhir setelah Polisi menemukan tempat persembunyiannya.

Petani berinisial SF (35) ini diringkus Tim Opsnal Satreskrim Polres Lima­puluh Kota di area kandang peternakan ayam potong. Usai ditangkap, pelaku pun langsung dibawa ke Ma­polres untuk memper­tang­gung jawabkan perbuatan­nya yang tega mencabuli gadis yang merupakan anak yatim dan miskin ini.

Menurut Kapolres Li­ma­­puluh Kota, AKBP Tris­n­o Eko Santoso didampingi Wakapolres Kompol Ru­s­sir­wan melalui Kasat Res­krim AKP Mulyadi, tersang­ka SF ditangkap atas kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Hanya saja, setelah keluarga korban melapor, tersangka lang­sung melarikan diri.

“Pengakuan tersangka, aksi bejat itun sudah dila­kukan berulang kali ter­hadap korban yang meru­pakan anak di bawah umur. Perbuatan dilakukan di kebun belakang rumah, di sumur (pincuran) tempat mandi dan di dalam rumah korban,” sebut AKP Mul­yadi, Rabu (11/8).

Dijelaskan AKP Mul­yadi, aksi keji itu dilakukan tersangka terakhir kalinya pada Februari lalu saat ibu korban pergi kerja ke la­dang. Kondisi itulah, di­man­faatkan pelaku untuk menyetubuhi korban yang sendiri berada di rumah.

“Korban sering di­ting­gal kerja sendiri oleh orang tuanya, sehingga tersang­ka yang bertetangga de­ngan korban, datang ke rumah korban, dan dengan leluasa menjalankan aksi bejatnya. Setelah puas melampiaskan nafsu bira­hi­nya, tersangka mengan­cam korban untuk tidak menceritakan kepada sia­pa­pun,” ucap AKP Mulyadi.

Dikatakan AKP Mul­yadi, terungkapnya aksi pencabulan yang dilakukan tersangka, setelah orang tua korban curiga dengan perubahan sikap korban. Setelah didesak, korban yang masih berusia 16 tahun ini  akhirnya mence­ritakan apa yang telah di­per­buat tersangka terha­dap dirinya, sehingga orang tua korban pun lang­sung melapor ke Polres.

“Menindaklanjuti la­poran orang tua korban itu­lah, kita lakukan penye­li­dikan dan membawa kor­ban untuk visum dengan tujuan melengkapi pem­buk­tian. Setelah itu, kita la­kukan upaya penangkapan terhadap tersangka. Tetapi tersangka sudah kabur,” ungkap AKP Mulyadi.

AKP Mulyadi menu­tur­kan, meski tersangka me­larikan diri, pihaknya tetap berupaya melacak ke­bera­daan tersangka. Al­hasil, enam bulan melakukan perburuan, keberadaan tersangka diketahui hingga dilakukan penangkapan terhadap tersangka di kan­dang ayam pada Selasa (10/8).

“Tersangka ber­sem­bunyi di kandang ayam dan sekalian bekerja di sana. Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 de­ngan ancama di atas lima tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional