Menu

Bejat! Pasutri Jadikan Anak di Bawah Umur PSK

  Dibaca : 442 kali
Bejat! Pasutri Jadikan Anak di Bawah Umur PSK
DIAMANKAN— Pasutri YY (23) dan IS (23) diamankan di Mako Satpol PP setelah kedapatan menjual anak di bawah umur kepada lelaki hidung belang.

Dijual Rp 150—200 Ribu, Punya Stok 6 Anak

PARIAMAN, METRO–Kasus ekplotasi terhadap anak yang dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) terungkap di Kota Pariaman. Parahnya, binis ‘lendir’ itu didalangi oleh pasangan suami istri (pasutri), yang mana setiap anak dijual kepada lelaki hidung belang penikmat jajanan seks dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu untuk satu kali kencan.

Yang lebih mengejutkan, pasutri berinisial YY (23) dan suaminya IS (23) itu memiliki stok enam anak di bawah umur yang siap untuk dijual ke para lelaki yang memesan dan sudah beroperasi sejak beberapa tahun belakangan. Keduanya berperan sebagai mucikari yang mempromosikan anak-anak peliharaannya itu dan mencarikan pelanggan.

Terungkapnya kasus prostitusi anak di bawah umur itu, berawal dari penangkapan oleh pemuda Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tenggah bersama anggota Satpol PP yang sedang piket jaga di GOR Rajo Bujang Minggu (9/2) sekitar pukul 01.45 WIB. Mereka mendapati remaja perempuan berinsial CK (16) dan laki-laki paruh baya ZZ (48) sedang asik mojok berbuat mesum di tempat gelap di sisi bangunan GOR.

Saat itu juga warga bersama dengan anggota Satpol PP mengamankan remaja perempuan dan lelaki paruh baya tersebut dan membawanya ke Mako Satpol PP Kota Pariaman. Namun, dalam pemeriksaan, ZZ mengaku telah membeli CK kepada sepasang mucikari pasutri AYY (23) dan Suaminya IS (23) seharga Rp. 150.000,- untuk sekali berhubungan badan.

Mendengar informasi tersebut, penyidik dan anggota Satpol PP langsung menjemput mucikari AYY dan suaminya IS di Kedai Nasi Goreng Artis Pauh Kamba, Kabupaten Padang Pariaman dan dibawa ke Mako Pol PP untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Setelah diinterogasi sepasang mucikari tersebut membenarkan telah menjual CK kepada ZZ.

“Kami mencoba melakukan pendalaman ternyata memang benar CK (16) telah sering diperjual belikan oleh pasutri ini yang mana pada malam sebelum kejadian ini CK dijual pada dua laki-laki hidung belang seharga Rp 200 ribu dan CK dipakai sebanyak dua kali di dalam mobil saat mobil sedang berjalan di sekitaran Lubuk Alung,” kata Kadis Pol PP dan Damkar Pariaman Elfis Chandra, Selasa (11/2).

Elfis Chandra menjelaskan, dari keterangan CK juga menyatakan bahwa peliharaan AYY dan IS tidak hanya dirinya namun ada sekitar lima orang anak yang mana seluruh kencan mereka dipromosikan, diatur dan direncanakan oleh kedua pasutri ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kasus itu bukanlah lagi ranah Satpol PP, lantaran sudah masuk dalam ranah pidana sesuai UU No 23 Tahun 2002 jo UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Pasal 76 huruf l dan Pasal 88, yang mana hal tersebut sedang menjadi isu dunia internasional yaitu sering disebut ESKA (Eksploitasi Seksual Komersial Anak).

“Saya mengarahkan penyidik untuk berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Pariaman dan kemudian melakukan penyelidikan awal di Mako Pol PP setelah membaca hasil BAP PPNS dan melakukan Interogasi langsung pada seluruh tersangka dan Kanit PPA juga sependapat kasus ini adalah masuk ranah pidana. Kita melimpahkan kasus itu ke Polres Pariaman untuk diproses hukum,” ungkap Elfis Chandra.

Namun setelah dokumen penyerahan siap ada insiden kecil, ZZ yang merupakan penikmat anak di bawah umur melarikan diri dari Mako Satpol PP dan hanya bisa menyerahkan tiga orang yaitu dua mucikari dan satu korban anak di bawah umur. Namun, Senin pagi (10/2), ZZ diantar salah satu warga ke Mako Satpol PP untuk menyerahkan diri. Setelah itu, ZZ kembali diantar ke Polres untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Terspiah, Kasi PPNS Pol PP Kota Pariaman, Alrinaldi mengatakan, saat dimintai keteranngan CK mengakui tidak hanya dia sendiri yang dijual seharga Rp150 ribu hingga Rp200 ribu untuk disetubuhi, melainkan ada sekitar 5 orang gadis belia lainnya. Semua korban dipromosikan, diatur jam persetubuhan dan ditawar harga oleh kedua pasutri mucikari itu.

AYY dan IS mengaku juga bahwa tidak hanya CK yang diperjual belikan pada pria hidung belang. Mereka membenarkan masih ada 5 orang yang diperjualbelikan layaknya wanita Pekerja Seks Komersial (PSK). Kasus itu sudah ditangani Polres Pariaman,” ungkapnya. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional