Menu

Bejat, Kakek Tiri Cabuli Cucu Selama 7 Tahun di Kabupaten Parang­paria­man, Terbongkar karena Korban Pendarahan

  Dibaca : 373 kali
Bejat, Kakek Tiri Cabuli Cucu Selama 7 Tahun di Kabupaten Parang­paria­man, Terbongkar karena Korban Pendarahan
KAKEK TIRI CABUL—Pelaku Z (61) yang tega mencabuli cucu tirinya sejak 7 tahun yang lalu menjalani pemeriksaan setelah ditangkap Unit PPA Satreskrim Polres Pariaman.

PARIAMAN, METRO–Bertahun-tahun mencabuli cucu­nya, perbuatan bejat kakek tiri berusia 61 tahun di Kabupaten Parang­paria­man ini pun akhirnya terbongkar. Akibatnya, ia pun ditangkap oleh Tim Opsnal Unit PPA Satreskrim Polres Pariaman dan terancam bakal meng­habiskan masa tuanya di dalam jeruji besi.

Mirisnya, kepada Polisi, kakek berinisial Z ini me­ngakui sudah berulang kali menggauli korban Bunga (nama samaran-red) sejak korban masih kelas 2 SD berusia sembilan tahun hingga korban berusia 16 tahun beranjak dewasa. Bahkan, agar aksi bejatnya tidak terbongkar, kakek tiri itu terus-terusan mengan­cam korban.

Namun, tiba-tiba saja korban mengalami kecela­kaan dan pendarahan, se­hingga ayah kandung kor­ban yang tinggal di Pekan­baru, Riau datang untuk memastikan kondisi kor­ban. Mengetahui korban pen­darahan, membuat ayah kandung korban curiga, sehingga menanyakan ke­pad­a korban penyebabnya.

Awalnya korban be­rusaha menutupinya, sete­lah dibujuk, korban pun akhirnya berani bercerita kalau kakek tirinya sudah mencabulinya sejak dela­pan tahun yang lalu. Men­dengar pengakuan korban, ayah korban lang­sung emo­si dan melaporkan kakek tiri kor­ban itu ke Mapolres Pariaman hingga pelaku ditangkap.

Kanit PPA Satreskrim Polres Pariaman, Ipda Riyo Ramadhani mengatakan, korban memang tinggal di rumah pelaku Z bersama nenek kandungnya sejak berusia tiga tahun. Hal itu dikarenakan, ayah dan ibu korban sudah berpisah.

“Semenjak usia 3 ta­hun, korban dirawat dan dibesarkan oleh nenek kan­dung beserta kakek tirinya tersebut. Sejak kecil ter­sang­ka yang memandikan, hingga mengurusi urusan sekolah korban, karena orang tuanya sudah ber­pisah,” ungkap Ipda Riyo, Rabu (8/9).

Dikatakan Ipda Riyo, ibu korban merantau, begitupun ayahnya yang tinggal di Pekanbaru, Pro­vinsi Riau. Berdasarkan ke­terangan korban, tindakan bejat pelaku dimulai sejak korban masih berusia 9 tahun atau masih duduk di bangku kelas 2, hingga korban berusia 16 tahun.

“Pelaku diduga mela­kukan pencabulan dan per­setubuhan terhadap kor­ban di dalam rumahnya, saat nenek korban tidak di rumah. Korban selalu dian­cam oleh pelaku setelah dicabuli. Bahkan, pelaku menakut-nakuti korban bakal ikut dipenjara kalau berani buka mulut. Karena korban masih kecil, ya takut saja jadinya,” kata Ipda Riyo.

Dijelaskan Ipda Riyo, kasus itu terbongkar sete­lah ayah kandung korban pulang ke Padangparia­man. Saat itu korban me­ngalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor, dan korban mengalami pendarahan besar di alat kelaminnya.

“Orang tua laki-laki korban kemudian curiga, dan meminta pihak rumah sakit untuk melakukan vi­sum et repartum. Karena hasil visum membuktikan korban sudah pernah dica­buli, kor­ban pun akhirnya meng­ungkapkan dirinya kerap dinodai oleh kakek tirinya selama ini,” ujar Ipda Riyo.

Ipda Riyo menuturkan, mengetahui hal tersebut, orang tua laki-laki korban tidak terima, sehingga me­la­porkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres. Bahkan, hasil visum, ter­nyata memperkuat duga­an bahwa korban memang sudah sering dicabuli oleh kakek tirinya. Setelah itu, pihaknya langsung menga­mankan pelaku dan saat ini sudah ditahan.

“Saat diinterogasi, pela­ku mengakui melakukan aksi bejatnya terhadap cucu tirinya. Atas tindak pidana pancabulan dan per­setubuhan dibawah umur tersebut, pelaku diancam hukuman maksimal 15 ta­hun penjara. Adapun pasal yang dikenakan ialah pasal 81 ayat 2, dan pasal 82 ayat 1, UU perlindungan anak,” pungkasnya. (ozi)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional