Close

Bejat, Garin Sekaligus Guru Ngaji Cabuli Muridnya di Kota Padang, Telah Dilakukan Berulang Kali, Terbongkar Setelah Korban Pulang Tanpa Celana Dalam

CABUL— Polsek Lubuk Kilangan mengamankan oknum guru mengaji yang sekaligus garin salah satu mushala yang ada di kawasan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Rabu (10/11) lantaran diduga mencabuli murid laki-lakinya yang masih di bawah umur.

PADANG, METRO–Bukannya memberikan pela­jaran yang baik kepada murid-muridnya, seorang guru ngaji sekaligus garin mushalla malah tega mencabuli muridnya yang masih berumur 8 tahun. Mirisnya aksi pencabulan tersebut dilakukan kepada murid laki-laki (sodomi).

Peristiwa memalukan tersebut diketahui terjadi di salah satu mushalla yang ada di ka­wasan Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

Sementara itu, per­bua­tan asusila pelaku terbong­kar setelah korban mela­por kepada orang tuanya yang kemudian melapor­kan kepada Polsek Lubuk Kilangan. Akibat perbua­tannya tersebut, pelaku berinisial SH (34) harus berurusan dengan pihak kepolisian dan terancam hukuman penjara mak­si­mal 15 tahun penjara.

“Telah dilakukan pe­nangkapan terhadap satu orang pelaku dugaan tin­dak pidana perbuatan ca­bul terhadap seorang anak di bawah umur pada hari Rabu (10/11) sekitar pukul 19.30 WIB di salah satu mushalla kawasan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan,”ujar Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon dalam ketera­ngan tertulis, Jumat (12/11).

Dikatakan oleh Lija, dasar dilakukan penang­kapan yaitu laporan polisi nomor Lp/42/B/XI/2021/Polsek Luki yang dilapor­kan oleh CMU (35) yang merupakan orang tua dari korban berinisial MYA (8).

“Kronologis kejadian berawal sewaktu anak pe­lapor pulang mengaji, ke­mudian korban bercerita kepada orangtuanya bah­wa­sanya ia sudah tidak memakai celana dalam dan tertinggal di mushalla tersebut,”kata Lija.

Merasa curiga, ibu kor­ban menanyakan alasan korban yang sudah tidak menggunakan celana da­lam padahal yang diketa­hui, anaknya tersebut me­makai celana dalam terse­but saat akan berangkat mengaji.

“Saat itulah korban men­­ceritakan bahwa ke­ma­luan­nya dipegang oleh pe­laku. Selain itu, beberapa hari yang lalu korban juga me­nga­lami hal yang tidak me­nge­nakkan dimana kor­ban mengaku dicbuli oleh pelaku,­”imbuh­nya.

Selain itu masih dari keterangan korban, tindak asusila tersebut pernah juga dialami oleh korban sekitar tahun 2020 yang lalu dimana pelaku diduga mencabuli dan menyo­domi korban.

“Atas kejadian tersebut ibu korban merasa tidak senang dan melaporkan ke Polsek Lubuk Kilangan. Berbekal dari laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Tak lama, anggota mendatangi se­buah musala di Lubuk Kila­ngan dan mengamankan pelaku,”sebutnya.

Pelaku kemudian diba­wa ke Mapolsek Lubuk Ki­langan. Dari hasil peme­riksaan, pelaku sudah me­la­kukan aksi kejahatannya beberapa kali.

“Dari pengakuan pela­ku, aksi pencabulan sudah dilakukan berulang kali. Parahnya, korbannya tidak hanya satu anak saja. Pen­cabulan telah dilakukan terhadap tiga orang anak dan di tiga lokasi berbeda. Namun saat ini kami masih mencari informasi korban lainnya tersebut. Atas per­buatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 tentang Undang-Undang Perlin­dungan anak dengan anca­man maksimal 15 tahun penjara,”tukas Lija. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top