Close

Bejat..! Gadis Lumpuh Diperkosa

shutterstock_1648656-e1410787833997LIMAPULUH KOTA, METRO– Seorang gadis penderita cacat mental dan fisik, R (27) diduga mengalami tindak perkosaan hingga menyebabkan dia hamil lima bulan. Parahnya, aksi perkosaan tersebut dilakukan oleh seorang remaja tanggung. Dia dengan leluasa melakukan tindakan tersebut saat orangtua R tidak berada di rumah, tidak sekali, aksi itu sudah dilakukan berulang-ulang.

Hal ini diutarakan ibu korban, berinisial M (50) kepada sejumlah wartawan di kediamannya di Jorong Koto Malintang, Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. Musibah yang menimpa anak gadis dari wanita yang berprofesi sebagai guru SD ini telah dilaporkan ke Polres Payakumbuh dengan LP Nomor: LP/K/32/I/2016/Res.

Dalam laporan tanggal 21 Januari tersebut, M menyebut anaknya telah menjadi korban dugaan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh terlapor (nama tidak disebutkan, red) yang masih berusia remaja. Awalnya, M tidak mengetahui tentang nasib sang anak yang selalu mengeluh dan mual-mual. Ternyata, dia hamil.

”Kami minta kasus ini untuk segera diungkap dan pelakunya mau bertanggungjawab. Hamilnya anak saya tersebut diketahui setelah kami melakukan pemeriksaan ke bidan di daerah kami,” terangnya.

Kehamilan R diketahui oleh M karena curiga anak gadisnya sudah beberapa bulan tidak datang bulan, lalu M memeriksakan R ke seorang bidan. Bak disambar petir, kabar mengejutkan keluar dari mulut bidan. Ternyata, anak gadisnya yang cacat lumpuh ini telah hamil kurang lebih lima bulan.

Dari pengakuan ibu korban, kuat dugaan pelaku melakukan perbuatan tersebut saat anaknya tinggal sendirian di rumah. Sebab, setiap hari ibu korban pergi mengajar ke sekolah tempat dia bekerja. Diduga perbuatan tersebut tidak hanya satu kali. Apalagi, kuat dugaan pelaku masih berada di sekitar tempat tinggal korban.

”Kami baru mengetahui setelah kehamilannya lima bulan. Selama ini kami memang tak curiga,” jelas ibu korban kepada wartawan dan Anton (kepala jorong), Dt. Mangun (paman R,) Virmadona (anggota DPRD dari Fraksi Gerindra) dan Budi Margana (kepala Puskesmas Pakan Rabaa) yang datang menjenguk korban, kemarin.

Di tempat terpisah, Afnina selaku Kabid Pemberdayaan Pelayanan Rehabilitasi dan Kelembagaan Sosial Dinsosnakertrans Limapuluh Kota ketika dihubungi wartawan, membenarkan bahwa dia dan stafnya telah mengunjungi R serta akan mengupayakan bantuan untuk meringankan korban pelecehan seksual tersebut.

Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani ketika dikonfirmasi terkait kasus dugaan tersebut, membenarkan adanya laporan dari pihak korban. ”Kasus ini termasuk kasus autensi, sekarang sedang dilakukan pengumpulan keterangan baik dari saksi maupun korban,” jelas Kapolres.

Sementara, Virmadona, anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota menyampaikan bahwa Dinas Sosnakertrans telah datang dan mengupayakan bantuan berupa, kursi roda, tunjangan Rp300 ribu per bulan, biaya melahirkan serta perlengkapan bayi.
“Kita sangat prihatin atas musibah yang menimpa R, diharapkan pihak kepolisian dapat mengungkap dan menangkap pelakunya,” pinta Virmadona. (us)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top