Menu

Bedah Rumah Warga Nagari, Wali Nagari Jadi Kuli Bangunan

  Dibaca : 180 kali
Bedah Rumah Warga Nagari, Wali Nagari Jadi Kuli Bangunan
JADI KULI— Wali Nagari Bukit Bual, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung Otriwandi tak gengsi menjadi kuli mengerjakan bedah rumah warga di nagarinya.

SIJUNJUNG, METRO
Merasa peduli terhadap kehidupan warganya yang kesusahan, Wali Nagari Bukit Bual, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Otriwandi tak segan-segan menjadi kuli bangunan untuk menyelesaikan proses pembangunan rumah warga yang tidak layak huni.

Otriwandi, tak merasa gengsi meskipun kini menjabat sebagai walinagari. Melihat salah seorang warga bernama Nurana (65) yang tinggal di sebuah gubuk, dengan kondisi memperihatinkan, dirinya merasa bertanggung jawab atas hal tersebut. Sehingga Otriwandi berinisiatif mengumpulkan dana dengan meminta sumbangan langsung kepada donatur.

Tujuannya hanya satu yaitu, memberikan rumah yang layak untuk Nurana, meskipun usia senja telah menjelangnya. Berkat usaha dan niat baik itu, rumah layak untuk Nurana kini telah berdiri. Walau beberapa pekerjaan masih tetap harus di kejar.

Dikisahkannya, Nurana merupakan seorang janda tua, buta dan tinggal seorang diri. Setiap hari Nurana berlindung di gubuk miliknya yang sudah reot, berlantaikan papan renggang, berdinding tadih anyaman bambu. Disitulah Nurana melewati waktunya.

“Dia tinggal seorang diri. Kondisinya tidak bisa lagi melihat, karena mata katarak. Kadang ada pihak keluarga, anak dari adiknya yang mengurus. Mengantarkan makanan untuk Nurana,” tutur Otriwandi, Kamis (15/4).

Nurana tergabung kedalam keluarga adiknya yang juga sebagai penerima program keluarga harapan (PKH). Meski demikian ia tinggal terpisah dari keluarga adiknya. Kondisi rumahnya sangat memilukan, tanpa lampu. Di gubuk itulah Nurana meratapi nasibnya setiap malam.

“Sebelumnya kita juga sudah mengingatkan kepada pihak keluarganya. Tapi karena pihak keluarga juga tergolong tidak mampu, sehingga kita beranikan untuk membangun rumah yang lebih layak untuk Ibuk Nurana ini. Kita minta sumbangan pada donatur,” jelasnya.

Sebagai walinagari, Otriwandi telah mengupayakan agar Nurana bisa mendapat bantuan pemerintah. “Jadi dia gabung dalam KK adiknya, yang juga penerima PKH. Sehingga kita tidak bisa berikan bantuan lainnya. Karena aturannya tidak boleh menerima bantuan ganda,” terang Otriwandi.

Sumbangan dari donatur, Otriwandi berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp15 juta untuk membeli bahan material bangunan. Sedangkan untuk upah kuli/tukang, Otriwandi turun tangan langsung mengerjakan. “Saya takut nanti rumah swadaya ini terbengkalai kalau biaya upah tukang/kuli bangunan tidak bisa terbayar. Sehingga setiap hari saya harus turun langsung mengerjakannya sampai selesai,” ungkap Walinagari Bukit Bual itu.

Dijelaskannya, selain merasa bertanggunh jawab, Otriwandi juga mengaku tidak sampai hati melihat kondisi Nurana yang demikian. “Tak terbayang rasanya kalau orang tua dan keluarga kita berada dalam posisi seperti itu. Selain merasa bertanggung jawab karena memang warga kita,” tambah Otriwandi.

Pihaknya berharap agar Nurana bisa mendapatkan kehidupan layak. “Bangunan sekarang seluas 5×3 meter, memiliki toilet dan kamar mandi. Menjadi hunian yang layak untuk ditempati. Semoga nanti ada bantuan sosial lainnya yang bisa kita salurkan, dan rumah ini cepat selesai,” harap Otriwandi. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional