Menu

Bedah Rumah di Kampuang Tangah Kuranji, Warga Nilai Pengerjaan Terkesan Asal Jadi

  Dibaca : 139 kali
Bedah Rumah di Kampuang Tangah Kuranji, Warga Nilai Pengerjaan Terkesan Asal Jadi
TAK SESUAI HARAPAN— Kondisi rumah yang dibedah di Kampung Tangah, Kelurahan Kuranji. Warga menilai, pengerjaan bedah rumah mereka tak sesuai harapan.

KURANJI, METRO
Pengerjaan bedah rumah di Kampuang Tangah RT 04 RW 05 Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji dinilai masyarakat penerima manfaat asal jadi. Proyek bedah rumah sebanyak lima unit menurut warga penerima manfaat, dana perunitnya senilai Rp 30 juta.

“Namun, jika dikalkukasikan dana pengerjaannya yang sudah dikerjakan hanya berkisar senilai Rp12 juta. Bahkan, kata fasilitatornya pengerjaan bedah rumah tersebut volumenya sudah mencapai,” ujar salah seorang penerima manfaat bedah rumah, Samsuir Indik (45), Minggu (1/11).

Proyek bedah rumah ini di lingkungan Kampuang Tangah RT 04 /RW 05 Kelurahan Kuranji ini sebanyak lima unit. Empat unit sudah selesai dikerjakan dikerjakan. Katanya, anggarannya Rp 30 perunit, namun jika dikalkukasikan realisasinya Rp 12 juta. Hal itu jika dihitung dari nilai bahan material dan upah pengerjaannya.

Bedah rumah ini dikerjakan melalui pokok pikiran (Pokir) anggota Komisi II DPRD Padang, Muzni Zen anggaran tahun 2020. Sedangkan, warga penerima manfaat program ini terdiri dari Samsuir Indik (45), Bahar (65), Candra (45) dan Ayub Pahrijal (45). Sedangkan, rumah milik Jufri Andre Adi (32) belum dikerjakan.

Sementara, pengerjaan yang dinilai warga secara ecek-ecek meliputi daun pintu yang kecil dari kunsenya dan atapnya tidak baru semua, tapi tetap memasang atap bekas. Yang parahnya, ruangan dalam rumah tidak diberi sekat – sekat sehingga terkesan seperti kandang ayam. Sehingga masuk rumah maka terlihat semua aset yang ada dalam rumah, seperti tempat tidur dan sebagai.

Anggota Komisi II DPRD Padang, Muzni Zen menyesalkan, pengerjaan bedah rumah yang merupakan dana pokirnya dilakukan ecek-ecek saja. “Saya cukup menyesalkan pengerjaan bedah rumah yang tak sesuai dengan harapan pokirnya tersebut,” ujar Muzni Zen.

Akibat persoalan ini, warga penerima manfaat bedah rumah sering menelponnya karena pengerjaan rumah mereka tak sesuai harapan. Kemudian, ia mencoba menanyakan kepada kepala bidang yang menangani proyek ini di Dinas Pekerjaan Umum dan Penantaan Ruang (PUPR) Kota Padang. Namun ia tak mendapatkan penjelasan yang diharapkan. Bahkan, Kabid yang bersangkutan tak bisa ia temui.

Fasilitator proyek bedah rumah Dinas Pekerjaan Umum dan Penantaan Ruang (PU PP) Padang, Afrinaldi mengatakan, program ini bukan program bedah rumah tapi peningkatan kualitas rumah (rehabilitasi). Dan dananya bukan Rp30 juta, tapi dana pengerjaan hanya dihitung Rp27 juta.

Afrinaldi menjelaskan, volume pengerjaan rumah tiga unit sudah mencapai volume pengerjaannya sudah mencapai 100 pesen. Sedangkan, satu unit lagi atas nama Bahar masih dalam pengerjaan. Sedangkan, satu unit lagi atas nama Jup belum dikerjakan.
“Program ini sepaket sebanyak 26 unit tersebar di empat kelurahan di Kecamatan Kuranji. Sedangkan, saya fasilitator lima unit yang berada di Kampuang Tangah RT 04/RW 05 Kelurahan Kuranji,” tukas Afrinaldi.

Dikatakan Afrinaldi, hitungan finishing pengerjaan proyek bukan dari hitungan dananya, melainkan volume pengerjaan. “Maka untuk lengkapnya menyangkut penjelasan proyek lebih baik konfirmasikan langsung kepada kepala bidang di Dinas PUPR Kota Padang,” ujar Afrinaldi. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional