Menu

BBPPMPV BBL Gelar Rakor Penyelarasan Kurikulum, Bahan Ajar, Untuk Geomatika, Geospasial dan Energi Terbarukan

  Dibaca : 83 kali
BBPPMPV BBL Gelar Rakor Penyelarasan Kurikulum, Bahan Ajar, Untuk Geomatika, Geospasial dan Energi Terbarukan
TANDA TANGAN—Kepala BBPPMPV BBL Medan Rosaki Lubis menamdatangi kerjasama dengan Rektor UNP Padang Ganefri.

PADANG, METRO–Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BB­PPMPV BBL) Medan gelar rapat koordinasi (Rakor) Penyelarsan Kurikulum dan Bahan Ajar Geomatika dan Geospasial dan E­nergi Terbarukan di salah satu hotel, 9-10 September 2021. Rakor yang melibatkan sekira 48 peserta ini dibuka Rektor UNP Padang Ganefri.

“Sebagai salah satu unit pelaksana teknik (UPT) pada Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendukbid Ris­tek, Rakor ini bertujuan untuk menyusun kurikulum Diklat,” ujar Kepala BBPPMPV BB Medan Drs Rasoki Lubis MPd, Jumat (10/9).

Dikatakan Rasoki, selain iru Rakor ini untuk menyusun materi Diklat Geomatika dan Geospasial dan Energi Terbarukan. Kemudian selah satu upa­ya untuk menghadapi globalisasi, terutama dalam pengembangan sumberdaya manusia (SDM) melalui pendidikan guna me­ningkatkan daya saing SD­M Indonesia pada pangsa pasar kerja di luar negeri. Sedangkan, Rakor ini dikuti 48 peserta yang terdiri pelaku industri, kepala SMK dll.

Karena pendidikan me­rupakan upaya strategis untuk pengembangan SD­M secara berkesinambu­ngan. Maka dalam hal ini perlu penyelarasan kurikulum dan bahan ajar Geomatika dan Geospasial dan Energi Terbarukan. Se­dang­kan, energi terbarukan di Sumbar sangat besar sekali potensinya dimanfaatkan secara maksimal. Di anara, energi terbarukam yang bisa digarap maksimal seperti, potensi air, tenaga matahari, panas bumi dan angin serta biogas. “Sehingga dalam Rakor BBPPMPV BB telah be­kerja sama dengan UNP Padang dan Politeknik Pa­dang,” ujar Rasoki.

Sementara, Rektor UNP minta Padang Prof Ganefri mengatakan,  Indonesia merupakan negara yang besar, maka dari itu informasi geospasial wajib dan diperlukan untuk mengelola dan mengembangkan negara. “ Informasi geos­pasial mempunyai peran strategis untuk pemba­ngunan, hampir 90 persen, kegiatan pemerintah memiliki elemen geospasial seperti, pembangunan kawasan perbatasan dan da­erah tertinggal, pem­ba­ngu­nan desa, mitigasi dan adaptasi bencana,” ujar Ganefri.

Dikatakan, ketersediaan informasi geospasial yang akurat dan terpercaya bisa meningkatkan pengambilan keputusan lebih efisien, efektif dan komunikatif.  Kata spasial bisa bermanfaat untuk pertanian, pengelolaan ling­kungan, analisis sosial, perumahan, pemilihan lokasi, dan sebagainya.

Sedangkan, karakteristik pendidikan vokasi merupakan, mempesiapkan peserta didik memasuki la­pangan pekerjaan didasarkan pada kebutuhan dunia kerja, yang menguasai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Kemudian  kerberhasilan siswa pada hand­son atau performa kerja responsif dan antisipatif terhadap kemajuan zaman learning by doing dan handson experience membutuhkan fasilitas mu­takhir untuk praktek mengembangkan critical thinkings, higher other thinking, dan problem sol­ving skill, investasi dan ope­rasional biaya tinggi.

Sedangkan, geospasial merupakan terdiri dari spasial merupaka aspek keruangan suatu objek a­tau kejadian yang mencakup lokasi, letak dan posisi. Sedangkan, geospasial atau ruang kebumian ada­lah aspek keruanganyang enunjukan lokasi, letak dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di atas pemrukaan bumi. “Seba­gaimana dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu UU No.4/2011 tengang Informasi Geospasial,” kata ganefri.

Direktur Politeknik Ne­geri Padang DR Surfa Yondri mengatakan, pengertian energi baru dan terbarukan dapat ditemukan dalam Perpres No. 79 /2014 (mencabut PP No.5 /2006) tentang Kebijakan Energi Nasional. “Di mana Energi terbarukan adalah sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi yang secara alamiah tidak akan habis dan dapat berkelanjutan,” ujar Surfa.

Dikatakan, pemerintah melalui PP No.79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan menge­rem penggunaan sumber energi fosil.  “Di mana PP No.79 /2014 imi merupakan salah satu cara untuk mem­bangun katahanan energi dengan membuat cadangan energi nasional yang terdiri dari cadangan operasional, cadangan pe­nyangga energi (CPE) dan cadangan strategis.  (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional