Close

BBPOM Sita 1.559 Kosmetik Ilegal dan Kadaluwarsa di Sumatra Barat

SITA KOSMETIK— Kosmetik ilegal yang disita BBPOM di Padang untuk segera dimusnahkan.

PADANG, METRO–Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang menyita 1.559 kosmetik ilegal yang tidak memiliki izin edar dan kadaluwarsa. Produk kecan­tikan itu disita dari sejumlah toko dan lapak di beeberapa daerah di Sumatra Barat (Sumbar).

Kepala BBPOM di Pa­dang, Abdul Rahim menga­takan, produk kosmetik ilegal tersebut disita dalam penertiban pasar bersama Dinas Perdagangan, Kepo­lisian dan instansi terkait terhadap toko maupun la­pak penjual kosmetrik.

“Dari 42 sarana yang diperiksa, kami mene­mu­kan 23 sarana yang men­jual kosmetik ilegal seba­nyak 185 item dengan jum­lah 1.544 buah. Nilainya mencapai Rp 31.473.500 yang terdiri dari kosmetik dalam negeri dan luar ne­geri,” kata Abdul Rahim, Jumat (5/8).

Selain itu, Abdul Rahim menuturkan, pihaknya juga mendapati satu sarana yang menjual kosmetik yang telah kedaluwarsa sebanyak lima item de­ngan jumlah 15 buah senilai Rp 394.000.

“Jika ditotalkan, produk kosmetik  yang berhasil disita dalam aksi pener­tiban ini yaitu 1.559 buah. Kosmetik ilegal tersebut disita untuk selanjutnya dimusnahkan di BBPOM di Padang,” tuturnya.

Sementara terhadap pemilik toko atau lapak, ditegaskan Abdul Rahim, pihaknya melakukan pem­binaan dan memberi peri­ngatan keras serta mem­buat perjanjian agar tidak menjual kosmetik ilegal.

“Jika nantinya mereka masih kedapatan menjual kosmetik lagi, maka dila­kukan penindakan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.Kemudian kepada masyarakat kami ingatkan agar menjadi kon­sumen cerdas dalam pemi­lihan kosmetik yang aman dengan selalu mencek ke­masan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum mem­beli produk,” ujarnya.

Abdul Rahim me­nam­bahkan, jika ada ma­syara­kat yang menemukan per­masalahan terhadap obat dan makanan, dapat meng­hubungi layanan penga­duan konsumen Balai Besar POM di Padang di nomor: 0751-705428 dan pada apli­kasi “GALAMAI”.

“Aksi penertiban ini bu­kan hanya digelar di ber­bagai daerah di Sumbar, tetapi juga daerah lainnya di Indonesia. Rencananya akan ada relis secara na­sio­nal. Berdasarkan peme­riksaan sebelumnya pada tahun 2019, diperoleh penu­runan temuan yaitu seba­nyak 40 persen,” pung­kasnya. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top