Menu

BBM Premium Mengandung Timbal Cemarkan Udara, DLH: Pertalite dan Pertamax Lebih Baik

  Dibaca : 183 kali
BBM Premium Mengandung Timbal Cemarkan Udara, DLH: Pertalite dan Pertamax Lebih Baik
Ir. H. Mairizon, M.Si. ( Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang)

PADANG, METRO – Aktivitas transportasi khususnya kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara di daerah perkotaan. Kendaraan bermotor menghasilkan 85% dari seluruh pencemaran udara yang disumbangkan dari asap emisi kendaraan. Kondisi pencemaran itu diperparah, dipicu masih banyaknya kendaraan bermotor yang menggunakan BBM mengandung timbal.

Salah satu BBM yang saat ini masih mengandung timbal merupakan Premium. Jika BBM Premium digunakan pada kendaraan bermotor, tentunya akan mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia maupun terhadap kesehatan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon mengatakan, untuk kondisi udara di kota Padang masih dalam keadaan stabil. Hal itu dibuktikan dari hasil uji emisi yang dilakukan DLH dalam setahun sekali terhadap kendaraan bermotor di kota Padang. Dari uji emisi tersebut, khusus untuk kendaraan bensin lebih dari 90 persen masih memenuhi baku mutu.

“Secara umum kualitas udara di Kota Padang masih baik, hasil pemantauan uji emisi yang kita lakukan. Namun, meskipun kondisi udara dalam keadaan stabil, kita tidak boleh berdiam diri saja. Pasalnya, setiap tahun terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang tentunya berdampak asap emisi kendaraan juga meningkat,” kata Mairizon

Terkait pencemaran udara akibat asap emisi, Mairizon tidak menyangkal kalau penyumbang pencemaran udara paling besar dikeluarkan dari kendaraan bermotor sangat tinggi. Apalagi kendaraan yang masih mengosumsi bahan bakar minyak (BBM) premium yang memiliki timbal.

“Udara tercemar ketika masyarakat masih dominan menggunakan BBM yang memiliki timbal. Pengendara yang masih menggunakan premium juga lama-lama akan merubah kualitas udara di kota Padang menjadi buruk. Premium itu mengandung timbal, sebaiknya orang memakai pertalite, bahkan kalau bisa pertamax sebab timbalnya rendah,” ungkap Mairizon.

Mairizon menjelaskan, masih dominannya masyarakat kota Padang saat ini lebih dominan ke pada premium lantaran murah, mungkin bisa jadi masalah ekonomi bagi masyarakat juga berpengaruh kesana, pada umumnya orang memakai sumber energi dengan biaya serendah mungkin. Padahal, BBM premium yang masih mengandung timbal membuat udara tercemar.

“Timbal yang dikeluarkan dari kendaraan bermotor sangat berbahaya bagi kesehatan, kalau tingkat pencemarannya sudah sangat tinggi. kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat kendaraan dan menggunakan BBM berkualitas dan tanpa timbal sangat dibutuhkan, mengingat sudah meningkatnya jumlah kendaraan saat ini,” ungkap Mairizon.

Mairizon menambahkan, penggunaan BBM tanpa timbal, akan berdampak gas buang yang dihasilkan kendaraan menjadi lebih aman untuk udara setempat. Terlebih lagi saat ini mayoritas kendaraan yang digunakan masyarakat menurutnya sudah bermesin injeksi dan cocok menggunakan bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertalite dan Pertamax.

“Rata-rata kendaraan mobil dan sepeda motor sudah menggunakan injeksi, sehingga yang direkomendasikan menggunakan Pertalite dan Pertamax, tentu gas buangnya sudah jelas tanpa timbal. Kedepan dia berharap kesadaran masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam menjaga kualitas udara di Kota Padang. Dimulai dari merawat kendaraan dengan rutin, dan memakai bahan bakar ramah lingkungan,” jelas Mairizon

Diakhir pembicaraan, Mairizon mengajak masyarakat sadar bahwa penggunan pertalite itu lebih baik ketimbang premium. Dengan menggunakan BBM tanpa timbal, akan mengurangi polusi udara sehingga kualitas udara semakin baik. Hal itu Hal itu akan menguntungkan semua orang, bukan pengguna kendaraan saja.

“Kita minta masyarakat sadar, penggunaan BBM premium itu lebih berdampak pada tingkat pencermaran udara yang tinggi dibandingkan pertalite dan pertamax, karena premium itu masih mengandung timbal. Apalagi, premium juga akan berdampak penurunan udara ambien di Kota Padang. Dampak timbal kepada manusia ialah menyebabkan degradasi terhadap sel di tubuh yang menyebabkan kanker,” tutupnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional