Close

Baznas Provinsi Sumatera Barat Gelar Rakorda

adan amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) dan pengesahan rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) tahun 2022 bersama Baznas Kabupaten-Kota se Sumbar.

PADANG, METRO–Badan amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) dan pengesahan rencana kerja dan anggaran tahunan (RKAT) tahun 2022  bersama Baznas Kabupaten-Kota se Sumbar. Kegiatan yang akan berlangsung mulai tanggal 18-20 Oktober 2020 di hotel Axana tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor wilayah (Kakanwil) Kemenag Sumbar Helmi, serta unsur Forkopimda Sumbar.

Ketua pelaksana, Firdaus dalam sambutannya mengatakan, landasan hukum kegiatan tersebut adalah UU nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, peraturan pemerintah nomor 14 tahun 2014 tentang pelaksanaan undang-undang nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, serta peraturan Baznas nomor 1 tahun 2016.

“Sebagaimana diketahui sesuai dengan mandat dari Baznas RI, bahwa untuk penetapan pengesahan RKAT Baznas Kabupaten kota paling lambat dilak­sanakan 1 November 2021,”ujar Firdaus.

Dikatakan oleh Firdaus, kegiatan yang berlangsung 3 hari tersebut diikuti oleh para amil baik pimpinan maupun pelaksanaan badan amil Zakat Sumbar, dan kabupaten kota se Sumbar. “Terdiri dari pimpinan berjumlah 95 orang dan pelaksana berjumlah 30 orang, serta panitia 5 orang,”katanya.

Tujuan kegiatan sebut firdaus yaitu, menyusun kebijakan umum pengelolaan zakat di Sumbar, menyusun rencana kerja dan anggaran badan amil Zakat sumbar. “Untuk mencapai tujuan tersebut, akan dilakukan kegiatan semacam diskusi yang dihadiri panelis dari Kakanwil Kemenag, ketua MUI Sumbar. Selanjutnya akan dilaksanakan 3 sesi sidang pleno, serta pada hari terakhir akan melaksanakan finalisasi RKAT sekaligus penyampaian RKAT 2022,”ungkapnya.

Sementara itu Ketua Baznas Sumbar Bukhari mengatakan, rapat kerja Baznas Sumbar bersama Baznas Kabupaten kota se Sumbar ini adalah kegiatan tahunan dalam rangka penyusunan program kegiatan dan anggaran pengelolaan zakat. “Pertama tentu akan dimulai dengan evaluasi pengelolaan zakat tahun 2021 untuk melihat pengelolaan zakat tahun 2022,”kata Bukhari.

Dikatakan oleh Bukhari, Baznas Sumbar untuk tahun 2021 dalam RKAT nya membuat target pe­nerimaan tersebut sebesar Rp 27 milyar.  “Al­hamdulillah sampai hari ini, akan mencapai Rp 37 milyar. Jadi dengan adanya pandemi ini, nampaknya bukanlah malah menurun orang berzakat, karena masyarakat tau dengan mereka membersihkan harta mereka dengan berzakat, Allah akan bantu dia dari wabah ini,”imbuhnya.

Dikatakan oleh Bukhari, ditengah pandemi dan adanya larangan kerumununan, Baznas berupaya mencari para Mustahiq secara online, termasuk pendistribusian tidak lagi berkerumun. tapi d­i­sampaikan melalui rekening penerima zakat masing-masing. “Sampai saat ini tidak ada kendala yang dialami dari segi penerimaan maupun pendistribusian meskipun ditengah pandemi seperti ini,”ungkapnya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top