Menu

Baznas dan Ulama Gelar FGD Muzakarah Zakat

  Dibaca : 97 kali
Baznas dan Ulama Gelar FGD Muzakarah Zakat
DISKUSI— Baznas Bukittinggi menggelar FGD soal Muzakarah Zakat dengan melibatkan unsur alim ulama dan Kemenag Kota Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bukittinggi menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Muzakarah Zakat dengan ulama dan tokoh di kantor Baznas Bukittinggi, Kamis (19/11). Kegiatan FGD Muzarakah Zakat yang dipimpin oleh Ketua Baznas Bukittinggi, Masdiwar, dihadiri jajaran pengurus Baznas, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Bukittinggi, para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat yang berkompeten dalam masalah zakat.

Wakil Ketua Baznas IV Bidang Administrasi SDM dan Umum, Yasril Rahmadian mengatakan, FGD Muzarakah Zakat yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan yang telah dijadwalkan oleh pengurus Baznas untuk menjawab masalah-masalah yang terjadi di Baznas Kota Bukittinggi, terkait dengan pengambilan dan pengelolaan zakat profesi Aparatur Sipil Negara(ASN) pada Baznas Bukittinggi.

Secara umum potensi penerimaan zakat di Kota Bukittinggi cukup besar, namun belum dikelola secara maksimal, terutama penerimaan zakat profesi dari ASN yang semestinya zakat profesi itu sebesar 2,5 persen, tapi dalam realita dan kenyataannya zakat profesi itu baru 1-1,5 persen.

Untuk peningkatan penerimaan zakat ASN dari 1,5 persen menjadi 2,5 persen, maka Baznas Kota Bukittinggi akan melakukan pendekatan dengan kepala daerah. Karena memang, tanpa dukungan dari kepala daerah dan pemerintah Kota Bukittinggi, tentu Baznas tidak bisa terlalu luasa bergerak untuk meningkatkan zakat ASN dari 1,5 persen menjadi 2, 5 persen.

“Pengumpulan zakat ASN ini merupakan potensi terbesar dalam penerimaan zakat di Baznas. Untuk itu pengumpulan zakat dari ASN akan terus kita dorong melalui pendekatan dengan kepala daerah, agar penerimaannya lebih optimal lagi yakni sebesar 2,5 persen,” kata Yasril.

Dalam FGD ini ujarnya, juga dibahas tentang pemaham tentang zakat yang mesti ditunaikan. Sebab, zakat tidak hanya menjadi suatu kewajiban bagi umat islam, tapi Zakat adalah ibadah yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan kesejahteraan umat. Bila zakat itu dikelola dengan baik, dapat membangun ekonomi umat.

“Alhamdulilah dari berbagai macam pendapat yang mengemuka dan disampaikan dalam FGD Muzarakah zakat ini, sudah ada beberapa kesimpulan, akan dijadikan sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan Baznas kedepannya. Melalui kegiatan FGD ini, sudah nampak terang jalan untuk melakukan kegiatan-kegiatan demi kemajuan Baznas Kota Bukittinggi di masa mendatang,” kata Yasril.

Ketua Baznas Kota Bukittinggi Masdiwar mengatakan, zakat yang dikelola Baznas merupakan zakat yang dikumpulkan dari para muzakki. Sedangkan untuk pegawai pemerintah daerah dipotong gajinya sekian persen untuk zakat.“Untuk penerimaan zakat dari ASN ini memang belum merata, ada yang dipotong 1,5 persen dan ada juga yang 2,5 persen. Untuk itu kedepan zakat ASN akan kita optimalkan agar bisa mencapai 2,5 persen dari penghasilan yang mereka terima,” ujar Masdiwar.

Menurutnya, Baznas Kota Bukittinggi adalah lembaga resmi pemerintah yang berwenang mengumpulkan zakat di tingkat Kota Bukittinggi. Zakat yang dikumpulkan Baznas kemudian disalurkan melalui program Baznas, seperti program Bukittinggi Makmur, Bukittinggi Cerdas, Bukittinggi Sehat, Bukittinggi Dakwah, dan Bukittinggi Peduli.”Program penyaluran zakat Baznas juga untuk memberdayakan ekonomi umat,” ujar Masdiwar. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional