Menu

Bawaslu Mentawai Verfak Dukungan Cagub Independen, Petugas Banyak Temui Kendala di Lapangan

  Dibaca : 112 kali
Bawaslu Mentawai Verfak Dukungan Cagub Independen, Petugas Banyak Temui Kendala di Lapangan
VERFAK—Komisioner Bawaslu Mentawai Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Firdaus Risman saat memaparkan Verfak kepaa media di ruang kerjanya.

MENTAWAI, METRO
Bawaslu Mentawai melakukan pengawasan verifikasi faktual (verfak) balon independen Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Serentak di Mentawai sejak 29 Juni 2020, dengan merrekapitulasi hasil verfak di 10 kecamatan.

Sejak  29 Juli 2020 lalu,  sudah dilaksanakan verfak serentak di kabupaten dan kota, ada juga yang dilaksanakan, 27 Juli hingga sekarang  masih dilangsungkan rekapitulasi verfak tingkat Kecamatan.

Sesuai surat edaran KPU RI No.20/2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan Tahun Dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Desease 2019 (Covid-19).

Dalam hal ini Komisioner Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga  Firdaus Risman S.Hut mengatakan, menindaklanjuti surat edaran KPU RI diatas semua penyelenggara Pilkada 2020 harus dilakukan rapid tes atau tes swab PCR.

Di mana jajaran Bawaslu Kabupaten kepulauan Mentawai semuanya sudah melakukan tes swab PCR.  “Ini kami lakukan dua kali tes swab PCR pertama tanggal 27-28 Juli dan Swab kedua  pada 29 Juli dengan hasil swab PCR  negatif,“ katanya.

“Terkait dengan pelaksanaan verifikasi faktual balon independen Pilgub Sumatera Barat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, setelah pelaksanaan verifikasi faktual,  hingga kini sedang dilakukan rekapitulasi verfak di tingkat desa, bila sudah selesai  selanjutnya tinggal menunggu rekapitulasi tingkat kecamatan yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di awasi oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslu kecamatan) masing-masing,” sebut Firdaus, Senin (13/7).

Ia mengimbau, kepada jajaran Bawaslu hingga ke tingkat Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa (PPD) supaya bersama-sama awasi rekapitulasi ini,  karena dalam konteks rekapitulasi tingkat kecamatan akan ada perbaikan-perbaikan.

Dikarenakan pada saat verifikasi faktual dilaksanakan ketika tidak sempat ditemui ataupun dihubungi masyarakat pendukung yang ada datanya di KPU yang diberikan oleh Tim Balon Perseorangan Pilgub Sumbar.

“Tentunya pada konteks rekapitulasi Kecamatan nantinya kita hanya mendengarkan saat dibacakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan  (PPK) berapa Yang Mendukung atau (MS) ataupun yang tidak mendukung atau (TMS) balon perseorangan Pilgub, tentu ini semua kita serahkan kepada tim Panitia  Pengawas Pemilu  Kecamatan (Panwaslu Kecamatan)  dan tim Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/ Desa (PPD),  tentu nantinya tingkat Bawaslu Kabupaten melihat hasil rekapitulasi tingkat Kecamatan, dilanjutkan Pengawasan rekapitulasi tingkat Kabupaten yang dilaksanakan oleh KPU Mentawai hingga ke tingkat KPU Sumbar,” ujar Firdaus.

Dikatakan Firdaus, untuk data sementara hasil pengawasan di 10 kecamatan  Verfak balon perseorangan Pilgub Sumbar hasil yang memenuhi syarat 3 Juli 2020 lalu ada sekitar 1.484 orang pendukung perseorangan balon Pilgub Sumbar, yang tidak mendukung atau (TMS) sebanyak  630 orang  dan  yang mendukung sebanyak (MS)  akan tetapi untuk perhitungan finalnya nanti di saat rekapitulasi tingkat Kabupaten yang dilaksanakan KPU Mentawai.

Lalu kendala yang dihadapi di lapangan saat dilaksanakan verifikasi faktual terkadang orang yang terdaftar namanya sebagai pendukung, masyarakat kita tidak ditempat  dan nomor Hp dihubungi tidak ada, lalu kemudian ada juga masyarakat kita yang di luar wilayah pengawasan kita,” ujar Firdaus.

Di mana sekarang sebagian masyarakat lagi musim panen cengkeh terkadang masyarakat lebih fokus pada beraktivitas di lading. Ada juga masyarakat yang sudah berada di provinsi lain seperti yang ditemui Panwaslu Kecamatan di Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah ada masyarakat yang kerja di Provinsi Jambi sebagai buruh perkebunan sawit.

“Selain itu ada juga masyarakat kita yang benar-benar di luar wilayah kerja Panwaslu  Kecamatan, inilah hal-hal kendala di lapangan,” ujar Firdaus.

Termasuk juga kendala lainnya,  seperti letak geografis wilayah yang terdiri dari kepuluan dan sistem jaringan internet belum semuanya mendapatkan sinyal, pungkasnya.

Hasil monitoring di lapangan hingga sekarang  di Era New Normal  masa  pandemi Covid-19 tim pengawas tidak ada yang sakit dalam artian semua tim pengawas kita dilapangan saat melaksanakan tugas.  (s)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional