Menu

Batu Patah Payo Magnet Pariwisata

  Dibaca : 174 kali
Batu Patah Payo Magnet Pariwisata
DAYA TARIK WISATA— Bunga krisan yang tengah mekar menjadi daya tarik pengunjung di kawasan Agrowisata Batu Patah Payo.

SOLOK, METRO
Kawasan Agrowisata Batu Patah Payo menjadi magnet pariwisata Kota Solok. Apalagi saat ini bunga krisan yang menjadi daya tarik kawasan tersebut tengah mekar. Objek wisata dengan kombinasi kebun bunga dengan pemandangan yang sangat indah mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.

Di objek wisata Batu Patah, para pengunjung bisa melihat langsung budidaya bunga Krisan dan kebun bunga beragam jenis. Dari titik tertinggi di kota Solok ini, pengunjung juga bisa melihat langsung hamparan danau Singkarak di bagian utara dan kawasan pemukiman kota Solok di sebelah timur. “ Bunga krisan tengah mekar saat ini dan ini menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin menikmati warna warni bunga yang tengah mekar,” ujar pengelola Agrowisata Batu Patah Payo, Zulkifli Ishaq.

Luar biasanya, bagi pecinta kopi, juga bisa langsung menikmati pemandangan yang menyejukkan mata sambil menikmati kopi asli Payo yang terkenal dengan citarasa yang sangat khas. ”Objek wisata ini awalnya merupakan kawasan pengembangan Bunga Krisan, karena lokasinya sangat bagus, sejak 2017 kita kembangkan sebagai objek wisata agro yang menjadi bagian program Pemko Solok,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, memang pada dasarnya, kawasan Batu Patah Payo sangat menonjolkan budidaya bunga krisan. Saat ini di areal 1,5 hektare tersebut, baru ada dua green house untuk budidaya dan masih sangat kurang untuk memenuhi permintaan pengunjung.

Jadi, selain bisa menikmati kebun bunga krisan untuk selfie, pengunjung juga bisa membeli bunga dengan beragam warna. Satu tangkai bunga hanya dijual Rp2 ribu, sementara itu, bunga krisan pot dijual Rp15-20 ribu. “Target kita pertama ini, memang kita jual semua bunga krisan yang kita miliki, untuk periode tanam berikutnya, satu green house kita tinggalkan untuk objek selfie oleh pengunjung,” terang Kepala Bidang Pertamanan, Kota Solok tersebut.

Dijelaskannya, selain bunga Krisan, ikon kedua objek wisata Batu Patah Payo yakni kopi payo. Kopi payo merupakan kopi jenis robusta yang memang masih peninggalan saat tanam paksa oleh Belanda dulu kalanya.

Kopi Payo yang dijual disini diolah sendiri oleh masyarakat sekitar, mulai dari penanaman, pengolahan dan pengepakan. Dari aroma dan rasanya, memang sangat khas dan berbeda dibanding kopi lainnya di Indonesia. “Mungkin ini dipengaruhi oleh agroklimat kawasan payo yang sangat cocok untuk penanaman kopi. Dulunya, kebun kopi payo menghampar dari kawasan Payo sampai Saning Bakar dan Paninggahan,” tuturnya. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional