Menu

Batang Hari dan Batang Talang Meluap, Permukiman Warga dan Lahan Pertanian Terendam

  Dibaca : 1047 kali
Batang Hari dan Batang Talang Meluap, Permukiman Warga dan Lahan Pertanian Terendam
Longsor — Akibat hujun deras, Minggu (5/7) pagi, tiga nagari di Kecamatan IX Koto Dharmasraya mengalami bencana banjir dan longsor. Akses jalan ke Kecamatan IX Koto dari Pulau Punjung pun putus total akibat tingginya tanah longsor menumpuk di badan jalan.

DHARMASRAYA, METRO
Hujan deras yang terjadi sejak Sabtu (4/7) hingga Minggu (5/7) pagi, mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Solok dan dan Kabupaten Dharmasraya dilanda bencana banjir dan longsor. Tidak hanya rumah warga dan lahan pertanian terendam air, akses jalan juga terputus karena longsor.

Setidaknya, ada tiga nagari di Kecamatan IX Koto Dharmasraya yang mengalami bencana, yakni Nagari IV Koto Nan Dibawah, Nagari Silago dan Nagari Banai. Daerah terparah, terjadi di Jorong Pulau Anjolai, Jorong Lubuak Minsagu dan Jorong Durian Simpai Nagari IV Koto Nan Ampek Dibawuah.

Selain permukiman warga terendam air, jalan tertimbun material longsor, juga penerangan mati karena sejumlah tiang listrik tumbang. Akses jalan ke Kecamatan IX Koto dari Pulau Punjung pun putus total akibat tingginya tanah longsor menumpuk di badan jalan.

Minggu sekira pukul 16.05 WIB, longsor kembali terjadi di Jorong Buga Nagari Banai Kecamatan IX Koto. Akibatnya jalan dari jorong Bugah menuju jorong Padang Hilalang terputus.

Hingga pukul 17.20 WIB, anggota BPBD, TNI, Polri dan masyarakat setempat masih melakukan evakuasi warga untuk menghindari korban jiwa.

Wakil Bupati Dharmasraya, H. Amrizal Dt Rajo Medan membenarkan akibat hujan deras yang melanda wilayah Dharmasraya kemarin, mengakibatkan terjadinya bencana longsor, banjir, hingga pohon tumbang.

Dia juga mengatakan dalam bencana tersebut tidak ada korban jiwa. Pihaknya juga setelah mendapat informasi tersebut langsung turun ke lapangan melakukan peninjauan dan menghubungi PUPR mengerahkan alat berat.

Loader yang diturunkan langsung melakukan pembersihan tumpukan tanah, pohon, dan material yang menimbun badan jalan.

“Hingga sore ini sudah dua titik yang dibersihkan, masih ada satu titik lagi yang belum selesai dibersihkan dengan tinggi tanah sekitar 3-4 meter. Besok kita akan kerahkan alat berat lainnya untuk membersihkan,” kata Wabup.

Namun demikian katanya, ia sangat bangga dengan masyarakat setempat bersama tim dari BPBD yang tanpa dikomandoi langsung melakukan pembersihan. “Alhamdulillah tidak ada korban. Putusnya akses warga ini harus segera kita atasi,” ujar Wabup, Minggu (5/7) sore.

Ia juga meminta pihak PLN agar segera memperbaiki tiang listrik yang roboh akibat longsor.

“Hingga saat ini listrik di IX Koto mati akibat robohnya tiang listrik dan kita telah meminta pihak PLN untuk segera memperbaikinya,” jelas Wabup.

Ia menghimbau warga terus meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca saat ini yang sering hujan. Khusus wilayah IX Koto saat ini masih rawan longsor dan banjir.

Sementara itu, Dandim 0310 SSD Letkol Inf Dwi Putranto melalui Danramil 03/Pulau Punjung Mayor Caj (K) Tuti Andayani mengatakan tim gabungan personil TNI dan Polri serta BPBD sedang bekerja di lokasi lonsor, tepatnya Lubuak Piaku Durian Simpai.

Talang Bungo Terendam
Di Nagari Talang Babungo, Kabupaten Solok, puluhan rumah warga dan lahan pertanian dilaporkan terendam banjir,. Dari Tujuh jorong yang ada di daerah itu, banjir terparah menimpa empat jorong. Diantaranya Jorong Talangbarat, Jorong Talangtimur, Jorong Silanjai dan Jorong Bulakan. Untuk jorong Bulakan dan Jorong Talangtimur, juga terjadi longsor yang membuat akses jalan masyarakat terputus akibat tertimbun material tanah.

Walinagari TalangBabungo, Hafizzurrahman menyebut, hujan lebat mengguyur kawasan itu sejak Jumat (3/7) sore hingga malam hari. Debit air sungai di nagari tersebut perlahan meluap. Luapan tertinggi terjadi sekira pukul 02.30 WIB dini hari.

Namun karena hujan tak kunjung reda, puncaknya sekira pukul 03.00 WIB hingga 04.00 WIB. Batang Talang yang melintasi nagari Talangbabungo meluap dan merendam pemukiman warga dan lahan pertanian.

Setidaknya 34 unit rumah warga terendam air dan lumpur. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Selain merendam pemukiman warga, banjir juga merusak lahan pertanian yang membuat petani di daerah itu terancam gagal panen.

Untuk penanggulangan sementara, pihaknya menggalang potensi warga guna melakukan gotong-royong membantu warga terdampak dengan membersihkan pemukiman dari material lumpur yang terbawa banjir.

“Paginya air sudah surut, pihak nagari dan Damkar Kabupaten Solok juga telah membantu membersihkan endapan material lumpur yang merendam rumah warga,” tambahnya.

Ia menyebutkan, banjir ini merupakan yang keempat kalinya dalam tahun 2020. Banjir sudah biasa terjadi disetiap hujan deras datang, pasalnya aliran sungai Batang Talang, kerap tak kuat menahan debit air pada saat musim hujan. Imbasnya air menggenangi pemukiman warga.

Januari, Februari dan Maret lalu, Nagari Talang Babungo juga direndam banjir, Artinya sudah setiap bulan, banjir menjadi momok bagi warga setempat. Pihaknya menyebut sungai tersebut sudah sangat dangkal sehingga selalu tak sanggup menampung besarnya debit air saat hujan.

Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Armen mengatakan, secara umum kerugian masih dalam penghitungan oleh pihak nagari, tapi ia memastikan tidak ada korban jiwa. Kerusakan terparah terjadi di kawasan pertanian yang membuat petani terancam gagal panen.

Pihaknya juga mengaku telah memberangkatkan tim reaksi cepat (TRC) pada Sabtu (4/7) pagi untuk melakukan tindakan darurat, assessment dan pendataan terhadap warha terdampak banjir dan longsor. (g/vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional