Menu

Batang Gadis Ngamuk, Pasbar “Tenggelam” Jalur Lintas Tengah Sumatera Lumpuh

  Dibaca : 230 kali
Batang Gadis Ngamuk, Pasbar “Tenggelam” Jalur Lintas Tengah Sumatera Lumpuh
RUSAK PARAH— Beginilah kondisi jalan di sekitar kawasan Pasbar, Sumbar dan Mandailing Natal, Sumut usai dihondoh banjir dan longsor akibat meluapnya Sungai Batang Gadis.

PADANG, METRO – Tingginya curah hujan sejak Rabu (7/11) mengakibatkan Sungai Batang Gadis mengamuk. Luapannya tidak hanya merendam rumah warga, akan tetapi juga menghancurkan jalan nasional atau jalan yang menghubungkan Sumbar-Sumut. Akibatnya transportasi yang melewati jalan lintas tengah Sumatera lumpuh.

Putusnya badan jalan sepanjang 100 meter itu berada di daerah Saba Pasir, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut. Kendaraan yang dari Sumut menuju Sumbar atau sebaliknya yang melalui jalan itu terpaksa bermalam di sepanjang jalur. Mereka harus menunggu pembuatan jalan alternatif.

Tidak hanya jalan nasional yang terganggu, beberapa permukiman warga yang berada dekat dengan perbatasan jalur lintas Sumbar-Sumut juga terendam banjir. Beberapa titik juga mengalami longsor.

Informasinya, mulai dari titik Kecamatan Kotanopan hingga Kecamatan Muara Sipongi perbatasan Sumbar ada 16 titik badan jalan longsor. Untuk Sumbar, wilayah terparah berada di Simpang Gambir. Jembatan tidak bisa dilewati karena luapan air naik ke atas dengan kedalaman tinggi dan deras arus tinggi. Rumah warga di daerah tersebut juga banyak yang terendam banjir. Kedalamannya hingga dagu orang dewasa.

Di Jorong Silayang, beberapa rumah amblas. Begitu juga di Jorong Lubuk Gobing banyak yang mendekati kritis. Pasalnya, curamnya tebing sungai yang berada di sekitar pemukiman terkikis akibat derasnya aliran sungai semalam.

Kamis (8/11), warga mulai membersihkan rumahnya dari sisa-sisa lumpur. Masyarakat juga bergotong-royong membongkar rumah beberapa warga yang berada di pinggiran sungai dan membuat tenda darurat di lokasi yang tinggi untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan.

Penyeberangan getek atau sampan kayu yang ada di Jorong Lubuk Gobing juga untuk sementara ditunda dan masih dalam perbaikan sehingga banyak anak sekolah dan juga beberapa guru terpaksa diliburkan.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perhubungan Sumbar maupun BPTD Wilayah III Sumbar belum memberikan keterangan. Seperti apa pengaruh rusaknya jalan tersebut terhadap transportasi jasa angkutan orang maupun angkutan barang dari Sumbar menuju Sumut.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Heri Novriadi mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi terkait terganggunya jalan lintas di Mandailing natal tersebut. “Yang lebih berwenang untuk menjawab itu adalah BPTD wilayah III Sumatera Barat,” ungkapnya.

Kepala Balai Pengelola Tranportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar, Efrimon juga mengaku belum mendapatkan informasi adanya jalan lintas tengah Sumatera yang putus. “Kami konfirmasi dulu dengan Dinas Perhubungan di daerah terdekat,” pungkasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Pasbar, Tri Wahluyo menyebutkan, beberapa lokasi banjir berada di Bunuik Kinali, Kampung Baru Ranah Batahan, Limpato Kajai, Kecamatan Talamau, Koto Sawah, Lubuk Gobing dan sejumlah daerah lainnya.

Banjir juga melanda Kecamatan Talamau. Ada empat titik longsor di ruas jalan Talu-Panti dan mengakibatkan askes jalan putus total. “Hingga Kamis sore kendaraan belum bisa dari Pasbar-menuju Pasaman melalui Talamau,” jelasnya.

Pihaknya bersama instansi terkait saat ini masih membersihkan material longsor yang ada agar bisa dilalui kendaraan kembali. “Akibat belum bisa ditempuh, antrean kendaraan tidak bisa dihindarkan dari kedua sisi,” sebutnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPDB Sumbar, Rumainur, Kamis (8/11) menambahkan banjir yang terjadi kali ini melanda titik-titik yang sama dengan banjir besar pada awal Oktober 2018. Saat itu banjir melanda 11 kecamatan di Pasaman Barat dan merusak sejumlah infrastruktur.

Air sungai dilaporkan mulai meluap sejak Rabu (7/11) malam. Hujan yang terus berlangsung membuat akses jalan dari Simpang Empat menuju Ujung Gading sempat terputus. Tak hanya itu, longsor juga sempat terjadi di jalur Pasaman Barat-Bukittinggi. BPBD Pasaman Barat, ujar Rumainur, sudah turun ke lapangan untuk melakukan pembersihan. “Sementara BPBD Provinsi tidak kirim tim karena BPBD Pasbar masih mampu menangani,” kata Rumainur.

Pemda Pasaman Barat saat ini mulai mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Hingga Kamis (8/11) pagi, sejumlah darah yang dilaporkan terdampak banjir, di antaranya adalah Kampung Baru Ranah Batahan, Limpato Kajai Kecamatan Talamau, Koto Sawah, dan Lubuk Gobing.

BPBD Sumbar, ujar Rumainur, mencatat terdapat 59 kali banjir terjadi di Sumbar sejak awal Januari hingga 22 Oktober 2018. Kejadian banjir seperti yang terjadi awal November ini belum termasuk dalam perhitungan. Selain itu, longsor juga terjadi sebanyak 93 kali dan dua kali banjir besar. (hsb/mil/end)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional