Menu

Baru Dibuka, Objek Wisata Membeludak

  Dibaca : 437 kali
Baru Dibuka, Objek Wisata Membeludak
Genius Umar saat mengikuti virtual meeting bersama Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial.

PARIAMAN, METRO
Wako Pariaman Genius Umar  mengatakan, selama tiga bulan destinasi wisata di Pariaman ditutup akibat pandemi Covid-19.

“Akibat bencana tersebut ekonomi masyarakat jadi menurun, timbullah desakan dari masyarakat agar pemerintah membuka kembali objek wisata,” kata Genius Umar saat mengikuti virtual meeting bersama Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial.

Sehari saat objek wisata dibuka kembali pada 8 Juni lalu, jumlah wisatawan ke Pariaman langsung membeludak.

Sehingga pemerintah terpaksa membuat kebijakan dengan retribusi kepada setiap wisatawan yang memasuki pantai, tujuannya untuk membatasi jumlah pengunjung dan juga ketertiban terhadap protokol Covid-19, ketertiban parkir serta untuk  meningkatkan PAD.

Genius mengharapkan, partisipasi seluruh organisasi dan pelaku pariwisata serta Kadin yang bergerak di bidang pariwisata, untuk mempromosikan kembali destinasi wisata Kota Pariaman yang sudah kembali dibuka ini akan tetapi dengan standar keamanan Covid-19.

“Kita harus sama-sama memikirkan bagaimana pariwisata ini bisa kembali menggeliat meskipun dihadapkan dengan situasi Covid-19 saat sekarang ini. Kita harus bisa beradaptasi dengan fase new normal atau kenormalan baru ini,” ujarnya.

Dihadapan seluruh peserta virtual meeting tersebut, Genius juga mempromosikan Kota Pariaman yang memiliki banyak destinasi wisata yang patut dikunjungi seperti penakaran penyu, kawasan mangrove, pantai kata, pantai gandoriah dan wisata pulau –  pulau.

“Kita membangun Kota Pariaman dengan konsep water front city dimana sungai yang sebelumnya cukup kotor dan tidak terperhatikan, kemudian berdasarkan dana bantuan dari APBN untuk water front city sehingga talao ini kita tata dengan baik hingga menjadi destinasi wisata,” ujarnya.

Katanya, semua objek wisata tersebut mampu membangkitkan ekonomi Kota Pariaman sehingga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tahun 2019 pertumbuhan ekonomi kita cukup tinggi.

Kemudian, pemerintah juga telah mengubah pulau-pulau sehingga menjadi destinasi wisata baik zonasi inti sebagai kawasan konservasi  maupun zonasi yang bersifat terbuka.

Walikota Pariaman ini juga mempromosikan desa wisata Pariaman yang dikelola menggunakan dana desa. “Dari 55 desa di Pariaman, rata – rata memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang pariwisata, ekonomi kreatif dan bidang pertanian,” ujar Genius.

Kemudian, Pariaman juga memiliki sekolah yang tidak dimiliki daerah mana pun di Indonesia kecuali di Pariaman yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) di Desa Apar. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional