Close

Bapas Padang Menuju Revitalisasi Pemasyarakatan

Berangkat dari Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Pemasyarakatan. Yaitu suatu upaya untuk mengoptimalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan sebagai bentuk perlakuan terhadap tahanan, narapidana, dan klien pemasyarakatan serta perlindungan atas hak kepemilikan terhadap barang bukti.

Balai Pemasyarakatan (Bapas) mendapat tempat terdepan untuk mewujudkan revitalisasi pemasyarakatan tersebut yang tertuang dalam bentuk Penelitian Kemasyarakatan (Litmas). Pelaksanaan Revitalisasi Pemasyarakatan oleh Bapas berupa Litmas awal yang dilakukan pada tahapan pertama kali narapidana diserahkan ke lapas/rutan untuk didaftarkan sebagai warga binaan pemasyarakatan.

Pembimbing kemasyarakatan atau dikenal sebagai PK Bapas akan melakukan penelitian dan asesmen awal yang akan menilai pola perilaku warga binaan pemasyarakatan yang kemudian akan menjadi penentu dalam menetapkan kategori Lapas/Rutan yang sesuai untuk warga binaan pemasyarakatan yang bersangkutan.

Pemasyarakatan seterusnya akan menerapkan empat katagori lapas/Rutan yakni:

1. Lapas Super Maksimum Security: Lapas yang ditempati oleh narapidana yang berisiko tinggi yakni narapidana yang dinilai dapat membahayakan keamanan Negara atau masyarakat. Program pembinaan yang dilakukan berupa pembinaan kesadaran beragama, bernegara, berbangsa, sadar hukum, dan konseling Psikologi yang bertujuan supaya narapidana tersebut nantinya dapat dipindahkan ke Lapas maksimum security.

2. Lapas Maksimum Security: Lapas yang ditempati oleh narapidana dari Lapas Super Maksimum Security yang telah menunjukkan perubahan sikap dan perilaku serta penurunan tingkat risiko. Program pembinaan yang dilakukan hampir sama dengan Lapas Maksimum Security tetapi fokus kepada rehabilitasi yang bertujuan agar narapidana tersebut menyadari kesalahannya, menumbuhkan kesadaran untuk patuh terhadap hukum dan tata tertib serta peningkatan disiplin, sehingga nantinya bisa dipindahkan ke Lapas Medium Security.

3. Lapas Medium Security: Lapas yang ditempati oleh narapidana dari Lapas maksimum security yang telah menunjukan perubahan sikap dan perilaku yang sadar akan kesalahan, patuh terhadap hukum dan tata tertib serta disiplin, program pembinaan yang dilakukan pendidikan dan pelatihan tingkat pemula, lanjutan, dan tingkat mahir sehingga nantinya bisa dipindahkan ke Lapas Minimum Security.

4. Lapas Minimum Security: Lapas yang ditempati oleh narapidana dari Lapas Medium Security yang telah menunjukan perubahan sikap dan perilaku, peningkatan kompetensi dan kemampuan diri sesuai dengan hasil litmas dan rekomendasi dari PK.

Keempat kategori Lapas/Rutan tersebut adalah salah satu langkah untuk mewujudkan visi dari pemasyarakatan, yakni pulihnya kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan warga binaan sebagai individu, anggota masyarakat dan makhluk Tuhan yang Maha Esa, sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat, Sunar Agus dalam acara silaturahmi dengan Pegawai Bapas Klas I Padang saat menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H di Musholla Al-Ikhlas Komplek Lapas Klas II A Padang (13/5-2019).

Pada saat ini, sistem pemasyarakatan yang berjalan belum seutuhnya sesuai dengan sistem yang diharapkan. Dengan konsep Revitalisasi Pemasyarakatan (RP) Dirjen Pemasyarakatan ingin kembali menghidupkan sistem pemasyarakatan yang menerapkan konsep dasar sistem perlakuan dalam pemulihan kesatuan hubungan hidup kehidupan dan penghidupan.
Balai Pemasyarakatan melalui pembimbing kemasyarakatan akan terlibat langsung dalam tugas pokoknya yaitu penelitian kemasyarakatan, pendampingan, pembimbingan dan pengawasan penelitian kemasyarakatan (Litmas): Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif dalam rangka penilaian untuk kepentingan pelayanan tahanan, pembinaan narapidana, dan pembimbingan klien.

Pendampingan: Upaya yang dilakukan PK dalam membantu klien untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya sehingga klien dapat mengatasi permasaalahan tersebut dan mencapai perubahan hidup kearah yang lebih baik.

Pembimbingan: Pemberian tuntunan untuk meningkatkan kualitas ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Intelektual, Sikap, dan Prilaku Profesionalisme, Kesehatan Jasmani dan Rohani Klien Pemasyarakatan.

Pengawasan : Kegiatan pengamatan dan penilaian terhadap pelaksanaan program layanan, pembinaan dan pembimbingan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan rekomendasi laporan Penelitian Kemasyarakatan/penetapan/putusan hakim.

Untuk mewujutkan Revitalisasi Pemasyarakatan Plt Kepala Bapas Padang Fitri Warni SH mengimbau seluruh pegawai Bapas terutama PK untuk bisa bekerja secara profesionalisme. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top