Menu

Bapak Tergantung di Pohon Kelapa, Anak Histeris

  Dibaca : 1120 kali
Bapak Tergantung di Pohon Kelapa, Anak Histeris
BERBINCANG— Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono berbincang dengan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Rumah Sehat Covid-19 di Kampus II FIK UNP, melalui video call.

gantung diri

TANAHDATAR, –Suara Irsal (15), tercekat di tenggorokan. Beberapa menit, dia terpaku, untuk kemudian berteriak sekerasnya. “Abak,” teriaknya keras sewaktu melihat tubuh ayahnya sudah membiru, tergantung dengan seutas tali yang diikatkan ke pohon kelapa.

Teriakan Irsal membuat terkejut sejumlah warga di Jorong Carano Batirai, Nagari Rao-Rao, Kecamatan Sungaitarab, Rabu (9/9), sekitar pukul 14.00 WIB. Tergopoh-gopoh, warga berlarian ke rumah Irsal, sebab ingin melihat, apa yang sebenarnya terjadi, hingga Irsal yang baru saja pulang sekolah, berteriak sedemikian hebat.

Sampai di belakang rumah, warga tak kalah terkejut. Di pohon kelapa yang tingginya mencapai 3 meter, terlihat Nasrul Usin (54), ayah Irsal sudah tergantung. Lidahnya terjulur. Bahkan, Ayu (18), anak pertama Nasrul dan istrinya, Yurma (45), nyaris pingsan.

Tak menunggu lama, warga langsung menurunkan jasad Nasrul, dan berharap Nasrul masih bernafas dan bisa diselamatkan. Walau sedikit kesulitan, jasad Nasrul akhirnya bisa diturunkan. Namun sayang, Nasrul sudah tiada. Tangis keluarga yang mengetahui Nasrul sudah wafat langsung pecah.

Polisi yang mendapat informasi juga langsung menuju lokasi. “Memang, ada warga yang tewas gantung diri. Belum diketahui secara pasti, apa penyebab hingga Nasrul nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri,” terang Kapolsek Sungaitarab AKP Heri Satriawan, Jumat (11/9).

Dijelaskan Kanitreskrim Syaipul Anwar, untuk menyelidiki kasus ini, polisi melakukan olah TKP dan memeriksa jasad Nasrul. “Dari hasil olah TKP polisi tidaktidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa ini murni gantung diri, yang diperkuat visum medis yang dikeluarkan Puskesmas Rao-rao. Jasad korban hanya di visum luar, karena keluarga menolak dilakukannya otopsi,” kata Kapolsek.

Di lokasi, ditemukan dompet korban dan sandal, diduga barang tersebut sengaja ditinggalkan oleh korban, sebelum akhirnya gantung diri. Selain itu, sebelum tewas, korban masih terlihat di Pasar Nagari Rao, dan mengobrol bersama warga lain. Saat itu, tidak terlihat ada yang janggal pada diri korban.

Kapolsek juga menerangkan, sejauh ini keluarga korban masih enggan memberikan keterangan, seputar latar belakang kehidupan korban dan hal-hal yang mendorong korban menggantung dirinya. (n)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional