Menu

Banyak Warga Bandel tak Bermasker, Mahyeldi: Polisi dan TNI akan Menertibkan

  Dibaca : 672 kali
Banyak Warga Bandel tak Bermasker, Mahyeldi: Polisi dan TNI akan Menertibkan
Banyak Warga Bandel tak Bermasker, Mahyeldi: Polisi dan TNI akan Menertibkan

AIAPACAH, METRO
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah sangat menyayangkan ada masyarakat yang menolak ketika petugas memintanya memakai masker untuk melindungi diri sendiri. Perilaku seperti ini menurutnya sangat tidak bagus dan perlu ditertibkan oleh tim gugus penanggulangan Covid-19.

”Petugas nyuruh pakai masker, malah dia marah-marah. Ini kan tak benar. Kita suruh pakai masker agar dia terhindar dari bahaya penyakit,” sebut Mahyeldi di Media Center Balai Kota Aiapacah, Sabtu (11/4).

Tak hanya itu, hingga saat ini, masih ada masyarakat yang tetap ikut shalat Jumat ke masjid dan mushalla. Tentu saja hal ini berpotensi terjadinya penularan, sehingga semakin memperparah jumlah penderita positif Covid-19 di Kota Padang.

”Perasaan saya juga hampa karena tak salat Jumat. Berat rasanya. Tapi mau bagaimana lagi. Ini sudah ulama yang menetapkan. Ini menyangkut nyawa. Jangan mendebat fatwa MUI tanpa ilmu. Sekarang sudah ulama sedunia yg melarang ke masjid. Bukan Indonesia saja. Bahkan teman saya di Turki mengatakan di sana lebih tegas lagi. Bagi yang melanggar bisa di denda Rp 7,5 juta per orang,” ungkap Mahyeldi.

Dengan kondisi saat ini, bagi masyarakat yang masih bandel atau mada dan tak mematuhi pakai masker dan shalat di rumah, maka diserahkan kepada TNI dan Polri untuk menertibkannya.

“Di gugus tugas Covid-19 Padang juga ada unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan. Oknum-oknum masyarakat yang melanggar ini kita serahkan pada TNI dan Polri,” sebut Mahyeldi.

Dari pantauan POSMETRO di lapangan, memang ditemukan banyak warga yang beraktifitas di luar rumah tanpa menggunakan masker. Baik itu saat berkendara maupun kegiatan lainnya di luar rumah.

Padahal Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah sudah mengeluarkan instruksi bernomor 870.176/BPBD-pdg/IV/2020 tentang Pemakaian Masker Dalam Upaya Penanggulangan Penularan Corona Virus Disease 2019 di Kota Padang. Instruksi itu berlaku 6 April 2020 lalu.

Dalam instruksi tersebut dinyatakan bahwa bagi masyarakat yang kedapatan petugas Satpol PP tidak memakai masker ke luar rumah, dikenakan denda untuk menyediakan dua masker. Dimana satu masker untuk dirinya sendiri dan satu masker lagi untuk orang lain yang membutuhan.

Mahyeldi menambahkan bahwa masker wajib dipakai oleh masyarakat ketika beraktifitas atau berada di luar rumah untuk kepentingan yang mendesak. Seperti, membeli makanan atau bahan pangan, berobat/ke apotik, serta untuk keperluan yang sangat penting.

Tidak hanya itu ungkap Mahyeldi, bagi masyarakat yang berasal dari luar daerah yang akan memasuki Kota Padang, diharuskan untuk memakai masker. Kemudian diminta untuk menjaga jarak aman selama berada di kendaraan. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional