Menu

Banyak Lahirkan Pahlawan, Mahyeldi Tegaskan Pentingnya Kebijakan Pengembangan Pesantren

  Dibaca : 194 kali
Banyak Lahirkan Pahlawan, Mahyeldi Tegaskan Pentingnya Kebijakan Pengembangan Pesantren
Mahyeldi Ansharullah, Calon Gubernur Sumbar

PADANG, METRO
Pesantren menjadi bagian tak terpisahkan dari Indonesia, khususnya Sumatra Barat. Karena, justru di Sumatera Barat lahir pesantren-pesantren yang menghasilkan pejuang Indonesia sampai saat ini dan pesantren menjadi bagian penting dalam kontribusi bagi Indonesia.

Hal itu dikatakan Ketua Forum Bela Negara Sumatra Barat, Buya Mahyeldi Ansharullah, saat menjadi pembicara dalam diskusi secara virtual (webinar) yang diadakan Ranah Institute dengan judul “Peran Pesantren Dalam Melahirkan Pahlawan: Dulu, Sekarang dan Masa yang akan Datang”, Selasa (10/11).

Pasa kesempatan itu, Buya Mahyeldi menyatakan pentingnya sinergi antara pemerintah, pesantren dan masyarakat agar kontribusi pesantren ini semakin besar. Untuk itu, sangat penting dibuat berbagai kebijakan untuk pengembangan pesantren.

“Di Kota Padang kita membuat kebijakan dengan merekrut alumni pesantren yang lulusan Timur Tengah untuk mengajar di sekolah-sekolah maupun pesantren. Dan pada tahun 2014 bagi yang hafal Alquran diberikan hak istimewa Alhamdulillah kampus seperti Universitas Andalas memberikan keistimewaan bagi penghafal Alquran dengan masuk tanpa tes,” kata Mahyeldi, Wali Kota Padang yang sedang cuti ini.

Agar pesantren terus menghasilkan para pejuang dan terus berkontribusi untuk Indonesia, Mahyeldi mengatakan bahwa perlu disiapkan santri-santri ini masuk ke pos-pos penting dan strategis di pemerintahan.

“Mudah-mudahan santri ini harus bisa masuk ke Polri, TNI, Yudikatif, Kementerian dan lainnya yang strategis agar memberikan warna dengan nilai-nilai spiritual yang mereka punya. Adapun santri-santri yang menjadi mubalig itu bisa disebar ke daerah-daerah yang masih sedikit mubalignya,” ungkap Mahyeldi.

Sementara itu, pembina Ranah Institute Dr Sudarman MA dalam pembukaan diskusi mamaparkan bagaimana pentingnya peran pesantren dalam kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, webinar ini diadakan untuk mengulas kembali peran penting pesantren yang dulu, saat ini dan yang akan datang dengan mengundang berbagai pesantren di Sumatra Barat.

Dr Sudarman berhara, dengan diskusi ini mampu mengajak masyarakat untuk mengenang kembali jasa pesantren dalam melahirkan pahlawan serta mengajak pesantren-pesantren untuk berdiskusi mengenai tantangan pesantren di masa yang akan datang.

“Pesantren memiliki peranan penting dalam kemerdekaan Indonesia, namun ternyata masih banyak masyarakat yang tidak tau akan peran penting tersebut. Karena bagaimanapun, dari pesantren-pesantren inilah lahir banyak pejuang yang mau berkorban tanpa pamrih, karena Islam mengajarkan seperti itu,” ungkapnya.

Pentingnya peran pesantren dalam melahirkan pahlawan juga disampaikan oleh pemateri lainnya yaitu H Ilham Tasmi Lc, MA. Pimpinan Pesantren Parabek itu menyampaikan, PR pesantren saat ini adalah bagaimana menciptakan dan melahirkan generasi intelektual yang mau berkorban, sehingga kontribusi pesantren tersebut juga tak kalah jauh dari kontribusi pesantren dahulu.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dr H Arman Husni, Lc, MA cicit syekh Abbas dan pimpinan Pesantren  Darul Funun. Ia menekankan pentingnya regenerasi agar jangan sampai pesantren itu hilang timbul. Senada dengan pembicara lainnya, H Arwim Al Ibrahimy Lc, MA dari Pesantren Ar-Risalah menyarankan agar pesantren dapat meniru Pesantren Gontor yang berbasis wakaf dengan kepemimpinan kolektif.

Menurut Direktur Pesantren Diniyah Pasia, Nashran Nazir, MPd, agar pesantren tetap eksis, perlu memainakn peranan seperti peranan sebagai tauladan masyarakat, penggunaan kurikulum yang menyiapkan santri mau berkorban untuk bangsa dan agama, serta melibatkan santri ke dalam kegiatan kepahlawanan dengan mengajarkann ia banyak bekorban dan senang berkontribusi di dalam masyarakat.

Sedangkan pimpinan Pesantren  Darul Funun, H Yendri Junaidi Lc, MA menekankan pentingnya peran pahlawan. Menurutnya, pahlawan itu adalah orang yang tidak lagi memikirkan dirinya tetapi memikirkan bangsa dan masyarakat.

“Oleh karena itu pesantren sudah seharusnya menanamkan pemikiran seperti itu, agar ruh perjuangan itu tidak hilang. Agar para santri punya semangat untuk mengatakan kebenaran serta berjihad dengan sungguh-sungguh sesuai denegan arti jihad sebenarnya, karena memang sekarang yang seperti ini sudah mulai berkurang,” kata H Yendri yang juga merupakan alumni Pesantren Parabek ini. (uki)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional