Menu

Banyak Kios LPC Berpindah Tangan, Disbudpar Data 50 Persen Pedagang

  Dibaca : 118 kali
Banyak Kios LPC Berpindah Tangan, Disbudpar Data 50 Persen Pedagang
PENDATAAN PEDAGANG— Disbudpar Kota Padang melakukan pendataan pemilik kios di LPC sejak September lalu hingga Oktober ini. (elia novika/posmetro )

SAMUDERA, METRO – Sebanyak 50 persen pedagang yang berada di Lapau Panjang Cimpago (LPC) telah terdata. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Padang masih terus melakukan pendataan, karena banyak pedagang pertama yang menempati LPC tak diketahui keberadaannya.

Kepala Disparbud Kota Padang Arfian menyampaikan, kendala petugas di lapangan dalam pendataan adalah susahnya mencari pedagang awal. Karena ada yang sudah tidak aktif berjualan lagi. Data awal yang ada saat ini jauh berbeda dengan kondisi situasi di lapangan.

“Target penyelesaian pendataan terhadap pedagang di LPC sampai akhir Oktober ini. Pendataan sudah mulai dilakukan pada awal September lalu. Saat ini masih banyak pedagang yang belum membayar retribusi sewa LPC. Imbauan sudah kita layangkan kepada seluruh pedagang,” jelasnya, Senin (7/10).

Ia menambahkan, setelah selesai didata, akan diketahui mana pedagang yang tidak aktif berjualan, dan mana yang sudah berpindah tangan akan diambil kembali. Atau dipanggil kembali pedagang awal pemilik LPC untuk menempati posisinya kembali.

“Dan, jika masih ada kosong akan diserahkan kepada para pedagang yang ingin berjualan di kawasan tepi pantai yakni, pedagang di tepi Pantai Muaro Lasak,” ulas Arfian.

Dijelaskan, di LPC, para pedagang dikenakan retribusi sebanyak Rp275 ribu/ bulan. Pedagang yang berjualan di LPC adalah pedagang yang dahulunya berjualan di tepi pantai seperti tenda ceper. Terdapat 11 blok lapak pedagang, setiap blok di isi 10 pedagang. Total, ada 110 pedagang di LPC.

Retribusi diminta oleh petugas Disbudpar setiap bulan kepada pedagang LPC. Adanya uang retribusi penyewaan LPC dilakukan semenjak 2017 lalu, karena sebelumnya para pedagang digratiskan berjualan di LPC.

Arfian menambahkan, setelah didata uang retribusi masih tetap jumlahnya sama seperti yang lalu. Terhadap pedagang yang masih berjualan di tepi Pantai Muaro Lasak saat ini diperbolehkan, nantinya dipindah dan ditata kembali jika tempat pemindahannya sudah tersedia.

“Sesuai konsep Wali Kota Padang Mahyeldi, para pedagang yang berjualan di tepi pantai memakai gerobak hanya boleh membuka dagangannya dan berjualan pada sore hari,” pungkasnya. (e)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional