Close

Banyak Honorer K2 Gagal Buat Akun Pendataan Non-ASN

JAKARTA, METRO–Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Maskur menyampaikan kendala yang dialami dalam pendataan non-ASN.   Menurut Maskur, sampai saat ini cukup banyak honorer K2 yang belum bisa membuat akun karena datanya masih belum ter-entry di sejumlah admin pendataan non-ASN.

Maskur mengatakan seharusnya pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dari awal sudah membuat peta jalan tahapan pendataan, pemetaan, dan penyelesaian secara berjenjang, bertahap, serta berkelanjutan berda­sar­kan kategori maupun jenisnya.

Menurut Maskur, yang menjadi persoalan pertama dan harus segera diselesaikan adalah honorer K2 non-guru (tenaga kependidikan).  Dia mengatakan bahwa tendik belum tersentuh mendapatkan penyelesaian secara penuh dari pemerintah. Maskur pun mendesak MenPAN-RB Azwar Anas untuk segera turun tangan menye­le­saikan masalah tersebut.  Dia mengingatkan jangan sampai banyak honorer K2 tidak masuk pendataan non-ASN.

“Pak Azwar Anas tolonglah honorer K2 terutama kami yang tendik ini,” kata Maskur kepada JPNN.com, Senin (19/9).

Dia juga meminta kepada Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendik­budristek) Nadiem Makarim untuk menyelesaikan masalah honorer K2 di bawah naungan Ke­men­dikbudristek.  Menurut dia, masih banyak honorer K2 tendik, tenaga teknis, administrasi, laboran, te­naga kepustakaan, petugas kebersihan, penjaga dan lain lainya belum ada statusnya.  Hampir puluhan tahun atau sampai dengan sekarang, perubahan dan status kesejahteraan mereka masih abu-abu. “Tak jelas nasib mereka hingga kini mau diapakan. “Mereka hampir putus asa. Jangan jadikan mereka tebu, habis manis sepah dibuang, menjadi sampah sampah negara yang berserakan,” ucapnya.

Dia mengingatkan pemerintah bahwa sampai saat ini honorer K2 tersebut masih ada, bekerja, dan loyal.  Menurutnya, yang melakukan proses pendidikan bukan hanya guru atau pendidik, tetapi juga tendik.  Maskur mengatakan hal ini harus dia sampaikan karena puluhan tahun mereka di­anaktirikan.  Dia menegaskan mereka bukan robot, bukan Android.

Namun, mereka adalah manusia-manusia yang punya perasaan.  Menurut Maskur, pemerin­tah asal ada kemauan dan serius pasti  bisa me­nye­lesaikan masalah itu dengan tuntas.  Me­nurut­nya, cukup mudah menyesaikan honorer K2 untuk men­jadi ASN.  “Jangan ada kasta dan dusta di antara kita,” pungkas Maskur. (esy/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top