Menu

Bantu Polisi Ungkap Kasus Curat, Warga Sipil Diganjar Penghargaan

  Dibaca : 179 kali
Bantu Polisi Ungkap Kasus Curat, Warga Sipil Diganjar Penghargaan
PENGHARGAAN—Kapolres AKBP Andry Kurniawan memberikan penghargaan kepada sejumlah personel yang berprestasi serta kepada masyarakat yang telah membantu polisi saat proses penangkapan pelaku curat dan narkoba.

SIJUNJUNG, METRO
Enam orang warga sipil diganjar penghargaan Kapolres Sijunjung setelah dinilai membantu tugas kepolisian dalam upaya penegakan hukum di wilayah Polres Sijunjung. Selain warga sipil, penghargaan juga diberikan kepada personel yang dinilai berprestasi. Enam orang warga sipil tersebut telah membantu polisi dalam upaya penangkapan pelaku Curat dan penyalahgunaan Narkoba. Lima orang warga sipil di Kecamatan Koto VII telah membantu polisi dalam upaya penangkapan pelaku perampokan dengan modus gembos ban dan pecah kaca mobil.

Dua diantara warga tersebut merupakan ibu rumah tangga yang telah memberikan informasi kepada polisi saat dalam pengejaran para pelaku Curat. “Ada lima warga yang membantu penangkapan pelaku Curat, tiga orang laki-laki membantu dalam pengejaran dan penangkapan bersama anggota di lapangan. Kemudian ada ibuk-ibuk yang memberikan informasi terkait keberadaan pelaku. Para pelaku melarikan diri kedalam kebun warga, ibuk yang melihatnya melaporkan kepada polisi, sehingga para pelaku berhasil ditangkap,” tutur Kapolres, AKBP Andry Kurniawan.

Sedangkan satu warga lainnya telah membantu polisi dalam mengungkap kasus peredaran narkoba di Nagari Sungai Lansek, Kecamatan Kamang Baru. “Selain warga sipil, sebanyak 29 orang personel di Satreskrim, Polsek Kamang Baru dan Polsek Koto VII juga diberikan penghargaan karena dinilai telah berprestasi dalam melaksanakan tugas,” terang Kapolres.

Pengungkapan kasus Curat oleh komplotan pelaku asal Jambi itu berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari 12 jam. “Keberhasilan anggota di lapangan tidak terlepas dari kerjasama dan bantuan masyarakat. Jadi enam orang warga sipil ini memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam pengungkapan kasus tersebut,” kata Andry.

Disamping itu, pemberian penghargaan dan reward kepada masyarakat dan personel bertujuan untuk memberikan motivasi kepada yang lain. “Semoga kedepannya kerjasama dari masyarakat tetap terjaga dengan baik. Begitu juga dengan anggota agar lebih meningkatkan kinerja dan berdedikasi saat menjalankan tugas,” sebut Andry.

Disisi lain, salah seorang anggota Buser Satreskrim Polres Sijunjung menceritakan, salah seorang pelaku bernama Rori (41) yang merupakan otak pelaku sempat meminta untuk dilepaskan, dengan dijanjikan uang. “Jadi saat ditangkap salah seorang pelaku sempat meminta untuk dilepaskan, dengan menjanjikan akan memberikan uang. Lepaskan saya pak, berapapun diminta akan saya berikan, itu katanya. Anggota kita tidak goyah, tetap saja pelaku digelandang ke Mapolres,” tambah Andry.

Pengakuan dari salah seorang warga bernama Mona, warga Koto VII mengatakan, awalnya dia tidak mengetahui bahwa orang yang pergi ke kebun miliknya merupakan para pelaku Curat yang sedang dalam buruan petugas. “Kami berdua sedang menunggu durian di kebun, lalu ada dua orang datang, kami tanya mau kemana, mereka jawab sedang mencari kayu gaharu,” sebut Mona.

Curiga dengan gerak gerik pelaku, Mona dan rekannya meninggalkan kebun dan kembali ke kawasan perkampungan. “Kami memberitahukan kepada warga lainnya kalau ada orang yang tidak di kenal memasuki kebun. Disana baru tahu saat polisi datang menanyakan ciri-ciri orang tersebut,” ujar Mona, Kamis (8/4).

Dari informasi Mona, polisi pun bergerak menuju kebun untuk melakukan penangkapan, hingga akhirnya dua dari enam pelaku Curat berhasil ditangkap polisi didalam perkebunan warga. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional