Close

Bantu PKL di Tengah Pandemi, Bank Nagari Luncurkan Pinjaman Super Mikro Lawan Rentenir

BANTUAN KREDIT — Dirut Bank Nagari M. Irsyad saat memberikan secara simbolis bantuan kredit Marandang bagi PKL di kawasan Pasar Raya Padang, Jumat (22/10) di Padang Theater Pasar Raya Padang.

PEMUDA, METRO–Bantu usaha mikro bagi pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Raya Padang yang terkendala perekonomian dalam masa sulit akibat pandemi, sekaligus menghindarkan mereka dari rentenir, PT. Bank Nagari meluncurkan program pinjaman super mikro Melawan Rentenir di Daerah Ranah Minang (MaRandang).

Peluncuran program yang dilaksanakan di Padang Theater Pasar Raya Padang, Jumat (22/10) ini dihadiri oleh Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad, Wali Kota Padang Hendri Septa, Kepala Per­wakilan Otoritas Jasa Ke­uangan (OJK) Sumbar Yus­ri, Deputi BI Sumbar Da­dang Arif Kusuma, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andree Algamar, dan Pemimpin Bank Nagari Cabang Pasar Raya Pa­dang Syafrizal CH.

Selain kegiatan launching program MaRandang, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penan­datanganan MoU Co-bran­ding Bank Nagari Cabang Pasar Raya Padang dengan Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima (KBPKL) Pasar Raya Padang, tentang pem­buatan kartu ATM yang sekaligus berfungsi seba­gai kartu anggota. Serta penyerahan QRIS peda­gang anggota KBPKL.

Direktur Utama Bank Nagari M Irsyad mengata­kan program MaRandang merupakan salah satu upa­ya pemerintah untuk membantu perekonomian usaha mikro dalam masa sulit akibat pandemi. Keha­diran kredit MaRandang juga merupakan solusi agar masyarakat peda­gang dapat beralih dari praktik pinjaman rentenir yang ilegal dan bunganya men­cekik leher.

“Silahkan memanfaat­kan kredit MaRandang ini. Bisa dapat pinjaman hingga Rp10 juta, jangan pikirkan agu­nannya atau jami­nan­nya karena  yang penting adalah kejujurannya,” ujar Irsyad.

Ia melanjutkan karena tujuannya melawan kebe­radaan rentenir, maka ha­rus bisa menciptakan pro­ses pembiayaan cepat dan syarat yang mudah. Kemu­dian di sisi murah, bunga atau margin yang dibayar nasabah sangat kecil yaitu hanya 6 persen setahun atau 0,5 persen per bulan. Bahkan sampai akhir tahun 2021 pemerintah membe­rikan subsidi bunga tiga persen sehingga masya­rakat hanya perlu memba­yar bunga tiga persen.

“Besaran margin atau bunga tentu sangat jauh lebih kecil dibandingkan bunga kepada rentenir yang bisa mencapai 10 persen per minggu atau 40 persen per bulan atau 480 persen per tahun,” katanya.

 Ia  juga mohon duku­ngan dan bantuan kepa­da instansi dan dinas terkait untuk menyampaikan data dan informasi pelaku usa­ha mikro binaan yang layak dibiayai.

“Tidak sulit untuk ke Bank Nagari karena kantor cabang bank ada di mana-mana termasuk di kawasan Pasar Raya dan bahkan di pasar-pasar satelit se­kali­pun,” imbuhnya.

Selain meluncurkan pro­gram MaRandang, Irsyad juga mengimbau pedagang dan masyarakat menggu­nakan transaksi nontunai dengan QRIS.

“Saat ini sudah ada 15 ribu merchant atau toko di Sumbar yang menggu­na­kan QRIS Bank Nagari. Jika semua pedagang di sini juga pakai QRIS untuk tran­saksi, tentu QRIS akan se­makin berkembang,” tuturnya.

Kepala OJK Sumbar Yusri mengapresiasi program yang dilakukan oleh Bank Nagari tersebut. Yusri menilai, apa yang dilaku­kan oleh bank kebanggaan pemerintah Sumatra Barat tersebut sangat membantu pedagang yang terganggu dalam hal permodalan.

“Dengan adanya program ini, tentunya para pedagang yang memang sangat membutuhkan mo­dal akan terhindar dengan yang namanya rentenir. Sekaligus ini sebagai momentum bangkitnya pere­konomian Sumbar dan Pa­dang pada khususnya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan dengan ada­nya sistem Program Ma­ran­dang, ini bisa mengatasi rentenir yang ada di Ranah Minang.

“Artinya kita berusaha memberikan langkah baik-baik, agar pelaku usaha kita tidak terbebankan dengan bunga dan perlakun ren­tenir,” katanya.

Hendri Septa, berharap program ini berlanjut ke dep­annya untuk mem­ban­tu pedagang kaki lima, tidak hanya di Pasar Raya, namun di pasar-pasar tra­disional lainnya.

“Selain MaRandang, kita juga launcing QRIS, dengan adanya sistem digitalisasi ini, pedagang bisa terbantu dan terjauh dari peredaran uang pal­su,” kata Hendri Septa. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top