Menu

Bantu Nasabah Atasi Gejolak Nilai Tukar, BNI Permudah Transaksi Lindung Nilai

  Dibaca : 863 kali
Bantu Nasabah Atasi Gejolak Nilai Tukar, BNI Permudah Transaksi Lindung Nilai
Pemimpin BNI Wilayah Padang area Sumbar Riau Kepri S Hidayat Safwan bersama Team BNI Divisi Treasury memperkenalkan Aplikasi BNI Digihedge.

PADANG, METRO—Pasar keuangan adalah pasar yang sangat dinamis. Nilai tukar mata uang, tingkat suku bunga, harga saham, harga obligasi dan instrumen-instrumen pasar keuangan lainnya setiap saat bergerak sejalan dengan dinamika yang terjadi di dunia. Tidak selamanya pergerakan yang terjadi di pasar keuangan ini memberikan dampak yang menguntungkan.

Sebagai contoh, kenaikan nilai tukar Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah dapat meningkatkan biaya produksi importir, di sisi lain kondisi ini juga dapat memberatkan bagi orang tua yang anaknya sedang bersekolah di luar negeri.

Contoh berikutnya dapat kita lihat pada saat terjadi kenaikan suku bunga, perusahaan-perusahaan yang memiliki hutang dengan skema pembayaran bunga floating (mengambang mengikuti pergerakan suku bunga acuan) pasti akan menanggung tambahan beban bunga yang harus dibayarkan.

Pandemi Covid-19 yang saat ini masih belum nampak kejelasan kapan berakhirnya juga telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kegiatan perekonomian dunia. Nilai tukar mata uang berfluktuasi dengan sangat tinggi, begitu juga suku bunga yang berubah dengan sangat cepat.

Pengusaha yang kegiatan bisnisnya berhubungan dengan pergerakan nilai tukar mata uang serta suku bunga harus berhitung lebih cermat dan bergerak dengan tepat untuk menghindari dampak negatif terhadap kegiatan bisnisnya.

PT Bank Negara Indonesia Persero (Tbk) Kantor Wilayah Padang terus berupaya memberikan kemudahan bagi nasabah yang ingin mengurangi risiko yang muncul atau yang mungkin akan timbul akibat gejolak pasar keuangan melalui transaksi lindung nilai (hedging).

Untuk memenuhi kebutuhan nasabah tersebut, BNI menawarkan ragam produk lindung nilai yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi aset, kewajiban maupun arus kas nasabah dari dampak negatif pergerakan pasar keuangan.

Head of Region BNI Wilayah Padang, Hidayat Syafwan menyampaikan transaksi lindung nilai (hedging) ini merupakan salah satu pilihan bijak yang dapat diambil oleh para pengusaha untuk melakukan mitigasi risiko terhadap gejolak nilai tukar mata uang dan suku bunga, mengingat sampai saat ini fluktuasi keduanya masih sangat tinggi.

“Saat ini BNI sudah menghadirkan alat bantu yang dapat memudahkan nasabah untuk mengetahui profil risiko keuangannya melalui aplikasi BNI Digihedge yang dapat diakses melalui situs BNI di alamat www.bni.co.id. BNI Digihedge ini sekaligus dapat memberikan berbagai alternatif solusi kepada nasabah, mulai dari transaksi yang sederhana seperti forex Tom, Spot dan Forward sampai transaksi derivatif yang rumit seperti Interest Rate Swap (IRS), Cross Currency Swap (CCS), Call Spread Option (CSO) dan jenis transaksi lainnya,” katanya.

 

Menurutnya, ketersediaan aplikasi BNI Digihedge yang dapat dimanfaatkan nasabah secara gratis tadi, BNI juga menawarkan kemudahan yang menarik untuk bertransaksi lindung nilai. Kalau sebelumnya nasabah yang akan melakukan transaksi lindung nilai harus memiliki fasilitas treasury line atau menyerahkan jaminan berupa marginal deposit yang diblokir dan diikat gadai sebesar 100 persen dari nilai transaksi.

“Saat ini, nasabah cukup menyiapkan marginal deposit sebesar sebesar 1.2 x FKK x nominal transaksi, dimana FKK (Faktor Konversi Kredit) merupakan angka persentase yang menunjukkan besarnya risiko kredit yang timbul akibat transaksi forex atau derivatif untuk jangka waktu tertentu,” katanya.

Selain itu, khusus bagi nasabah yang selama ini sudah rutin melakukan transaksi forex dan transaksi lindung nilai (hedging) dengan BNI bisa mendapatkan keringanan besarnya marginal deposit yang harus diserahkan. Dengan adanya kemudahan ini BNI yakin akan terus menjadi pilihan utama nasabah yang akan melakukan transaksi forex dan transaksi lindung nilai (hedging).

“Sebagai pemain utama penyedia layanan transaksi lindung nilai di Indonesia, kami selalu berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah,” katanya.

Hal ini terbukti dengan penghargaan yang diterima BNI pada tahun 2020 dari Alpha Southeast Asia, majalah investasi institusional pertama dan satu-satunya yang berfokus pada Asia Tenggara, yaitu penghargaan sebagai “Best Corporate Treasury Sales & Structuring Team” dan “Best FX Bank for Structured Hedging Solutions & Proprietary Trading Ideas”.

“Penghargaan ini tentunya melengkapi kepercayaan dari nasabah untuk bertransaksi dengan BNI, dimana volume transaksi forex dan lindung nilai BNI pada tahun 2019 secara nasional meningkat sebesar 5.77 persen dibanding dengan volume transaksi tahun 2018 dengan total nilai transaksi mencapai 38.72 miliar dollar AS,” katanya.

Informasi lebih lanjut mengenai transaksi lindung nilai (hedging) serta produk-produk Tresury lainnya dapat menghubungi Kantor Cabang BNI terdekat atau langsung menghubungi PIC Treasury Regional Area/TRA Pekanbaru dengan Sdr. Ilhami, Rizki atau Aristo di (0761) 856134. (r)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional