Menu

Bank Nagari Terus Perkuat Unit Usaha Syariah

  Dibaca : 194 kali
Bank Nagari Terus Perkuat Unit Usaha Syariah
DIREKSI BANK NAGARI—Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhammad Irsyad, didampingi Direktur Kredit dan Syariah Gusti Candra, Direktur Keuangan Sania Putra, Direktur Operasional Syafrizal dan Direktur Kepatuhan Restu Wirawan.

PADANG, METRO–PT Bank Pemba­ngunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari terus mem­perkuat Unit Usaha Syariah (UUS), bersinergi dengan stakeholders untuk meningkatan inklusi dan literasi kepada ma­syarakat tentang ekonomi, keuangan dan perbankan syariah. UUS sudah mem­punyai daya dukung yang mumpuni untuk melayani masyarakat secara luas dan dari segala lapisan.

Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhammad Irsyad, didampingi Direk­tur Kredit & Syariah Gusti Candra, Direktur Keua­ngan Sania Putra, Direktur Operasional Syafrizal dan Direktur Kepatuhan Restu Wirawan, kepada media Kamis (8/7) menyam­pai­kan,  penguatan UUS Bank Nagari tersebut semakin signifikan dilakukan.

“UUS mendapatkan izin dari Bank Indonesia 28 September 2006 dan awal­nya mulai beroperasional melalui 1 kantor yaitu Kan­tor Cabang Syariah Pa­dang 4 Mei 2007. 14 tahun pada 2021 ini, UUS berkem­bang pesat dan menda­patkan sambutan yang baik dari masyarakat Sum­bar yang menginginkan layanan perbankan sya­riah. Manajemen serius menyiapkan UUS yang mempunyai daya dukung dan daya saing yang sama andalnya dengan induk­nya, Bank Nagari konven­sional,” katanya.

Apalagi, UUS saat ini memiliki daya dukung 5 kantor cabang, 4 kantor cabang pembantu, 2 kantor kas, 119 unit layanan sya­riah yang tersebar di selu­ruh wilayah Sumbar, 332 mesin ATM, 548 mesin EDC yang tersebar di banyak merchant, 5.211 merchant Quick Respon Indonesian Standard (QRIS), core ban­king system 7.24 (berope­rasi full day), mobile banking, cash management, SMS banking, auto debet.

Selanjutnya  digital pay­ment, sinergi pengelo­laan dana mesjid dan mushallah, penyediaan tabungan emas, tabungan qurban, tabungan umrah, tabungan haji dan tabungan haji junior untuk anak-anak, pen­daftaran haji dan umroh serta pengelo­laan dana BPKH izin seba­gai Lem­baga Keuangan Syariah-Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU), penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dan  penyalur Pem­biayaan Perumahan Ber­subdisi FLPP.

Kata M Irsyad, di te­ngah dampak pandemi Co­vid-19 yang menekan se­gala lini kehidupan sejak tahun 2020 sampai dengan saat ini, UUS Bank Nagari tetap mampu mengha­sil­kan kinerja yang memuas­kan dan membanggakan. Berikut ini adalah profil kinerja UUS Bank Nagari sejak tahun 2019 sampai dengan periode Juni 2021.

“Aset posisi Juni 2021 sebesar Rp2,46 triliun. Meningkat dibandingkan asset tahun 2020 yang se­besar Rp2,32 Triliun dan asset tahun 2019 yang se­be­sar Rp1,73 triliun, peng­himpunan dana masyara­kat sampai Juni 2021 men­capai Rp2,33 triliun. Me­ningkat dibandingkan po­sisi tahun 2020 sebesar Rp2,09 triliun dan tahun 2019 yang sebesar Rp1,53 triliun. Selama 6 bulan di tahun 2021 yaitu Januari-Juni 2021, penghimpunan dana masyarakat ini sudah tumbuh Rp235,95 miliar atau tumbuh 11,23 persen,” katanya.

Selanjutnya, pembia­yaan yang diberikan sam­pai Juni 2021 mencapai Rp 1,80 triliun. Meningkat di­ban­dingkan posisi tahun 2020 sebesar Rp1,58 triliun dan tahun 2019 yang sebe­sar Rp1,51 triliun. Selama 6 bulan di tahun 2021 yaitu Januari-Juni 2021, penya­luran pembiayaan sudah tumbuh Rp 212,66 M atau tumbuh 13,43 persen.

Sementara, katanya, jumlah nasabah dana yang mempercayakan penyim­panan dan pengelolaan dananya melalui Bank Na­gari Syariah juga mening­kat yaitu mencapai 165.780 nasabah pada posisi Juni 2021. Naik signifikan dari posisi tahun 2020 sebanyak 153.948 nasabah dan tahun 2019 yang sebesar 129.225 nasabah.

“Jumlah debitur yang diberikan pembiayaan sya­riah juga meningkat yaitu mencapai 15.035 debitur pada posisi Juni 2021. Naik dari posisi tahun 2020 yang se­banyak 14.283 debitur dan tahun 2019 yang sebe­sar 9.833 debitur,” katanya.

Kata M Irsyad, penge­lolaan dana masjid dan mushala 2020 berjumlah 1.036 masjid & mushala dengan dana kelolaan Rp 5,98 miliar. Posisi ini me­ningkat signifikan sampai dengan Juni 2021 yaitu mencapai 3.622 masjid dan mushalla dengan dana ke­lolaan Rp25,90 miliar.

“Animo masyarakat me­ngambil porsi haji juga te­tap baik walaupun di te­ngah dampak pandemi Co­vid-19 ini, dimana selama tahun 2020 jumlah pendaf­taran haji melalui Bank Nagari Syariah adalah sebanyak 2.853 orang dan dalam tahun ini yaitu Ja­nuari 2021 sampai Juni 2021 sebanyak 634 orang. Apa­bila pandemi ini mereda diperkirakan jumlah pen­daftaran haji melalui Bank Nagari Syariah akan kem­bali meningkat signi­fikan,” katanya.

Menariknya, kata M Irsyad, masyarakat yang menggunakan layanan E-Channel Syariah juga ber­tumbuh dengan baik dan pesat yaitu layanan auto debet, cash management, portal payment, SMS noti­fikasi, SMS Banking, QRIS, Lapau Nagari (agen laku pandai) dan pengguna Na­gari Mobile Banking. Ma­sya­rakat dimanjakan de­ngan berbagai kemudahan dan penawaran menarik dari program-program pro­mosi layanan E-Channel Bank Nagari Syariah tersebut.

“Market share aset Bank Nagari Syariah ter­hadap keseluruh Per­ban­kan Syariah di Sumatera Barat juga meningkat, yaitu dari 26,71 persen tahun 2019 menjadi saat ini 30,15 per­sen. Market share peng­himpunan dana masya­rakat juga me­ningkat yaitu dari 32,66 persen tahun 2019 menjadi saat ini 34,56 per­sen. Market share pembia­yaan yang disalurkan ke­pada masyarakat juga me­­ning­kat dari 28,72 per­sen pada tahun 2019 men­jadi saat ini 35,60 persen,” kata M Irsyad.

Gusti Candra, Direktur Kredit dan Syariah, menambahkan, dengan kinerja yang membang­gakan tersebut tercermin dari rasio-rasio keuangan yang baik. Seperti peran intermediasi perbankan yang tergambar dari Financing Deposit Ratio (FDR) per posisi Juni 2021 mencapai 77,14 persen, meningkat dari FDR tahun 2020 yang sebesar 75,67 persen. Kemampuan meng­hasilkan pendapatan yang tergambar dari rasio Net Operating Margin (NOM) per posisi Juni 2021 men­capai 2,13 persen, mening­kat dari NOM tahun 2020 yang sebesar 2,10 persen.

“Efektifitas operasional usaha yang tergambar dari rasio Biaya Operasional ter­hadap Pendapatan Ope­rasional (BOPO) per posisi Juni 2021 sebesar 65,53 persen, mampu ditu­runkan dari posisi De­sem­ber 2020 yang sebesar 80,76 persen. Tingkat pembia­yaan ber­masalah yang ter­cermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) terus mem­baik yaitu di posisi Juni 2021 sebesar 1,92 per­sen, berhasil ditu­runkan dari posisi Desem­ber 2020 yang sebesar 2,27 persen,” katanya.

Untuk laba bersih yang disumbangkan UUS Bank Nagari kepada Induknya sampai dengan posisi Juni 2021 mencapai Rp 38,8 mi­liar. Memperhatikan pen­capaian sampai dengan posisi Juni 2021 tersebut, maka target laba bersih UUS tahun 2021 sebesar Rp 63 Miliar akan dapat dicapai.

Muhammad Irsyad, me­­ne­rangkan dengan kinerja yang senantiasa dalam kate­gori baik tersebut maka Bank Nagari Syariah konsis­ten mendapatkan apresia­si dan penghargaan dari lembaga berkompeten. Ter­­akhir Bank Nagari Sya­riah dinobatkan sebagai “Bank Syariah Regional Terefisien” pada Anugerah Syariah Republika 2020.

M Irsyad menjelaskan kepada media apa saja ke­bijakan dan strategi yang telah dilakukan manajemen Bank Nagari untuk terus memperkuat Unit Usaha Syariah tersebut. “Mem­berikan pemahaman dan pelatihan kepada seluruh pejabat dan pegawai ten­tang Perbankan Syariah. Saat ini semua pegawai pada semua tingkatkan te­lah mendapatkan pelati­han dasar perbankan sya­riah,” katanya.

Pelatihan yang bersifat spesifik juga telah dibe­rikan kepada personel-personel terkait. Pelatihan tersebut semakin menin­g­katkan kepercayaan diri pegawai untuk mema­sar­kan dan melayani berba­gai kebutuhan masyarakat tentang perbankan sya­riah. Tidak hanya pegawai, Dewan Komisaris dan Di­reksi juga terus menempa diri dengan mengikuti ber­bagai workshop, FGD dan seminar-seminar tentang ekonomi, keuangan dan perbankan syariah.

Pada akhir pema­pa­rannya, Direktur Utama dan Direktur Kredit & Sya­riah menyampaikan bebe­rapa kebijakan dan strategi kedepan yang akan dila­kukan Bank Nagari untuk semakin memperkuat Unit Usaha Syariah serta seka­ligus meningkatkan pema­haman dan peningkatan layanan perbankan syariah oleh masyarakat, yaitu di antaranya.

M Irsyad menutup sesi diskusi dengan media ter­sebut dengan menyam­paikan bahwa manajemen dan seluruh pegawai Bank Nagari berkomitmen dan bekerja keras ditengah pandemi wabah Covid-19 ini untuk terus mem­per­kuat Uit Usaha Syariah Bank Nagari agar keingi­nan dan kebutuhan ma­syarakat Sumatera Barat akan produk, jasa dan la­yanan perbankan secara syariah dapat disediakan dengan sebaik-baiknya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional