Close

Bank Nagari Terima Pembayaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan, M Irsyad: Melalui NCM, ATM ataupun Teller

KERJA SAMA— Dirut Bank Nagari Muhamad Irsyad memberikan cenderamata kepada Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha, didampingi Direktur Keuangan Bank Nagari Sania Putra, Jumat (14/10).

PADANG, METRO–Untuk meningkatkan pelayanan perban­kan kepada nasabah, Bank Nagari menggelar Ceremonial Kerja Sama dengan BPJS Kete­na­gakerjaan tentang Peneri­maan Iuran Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Ju­mat (14/10) di Pangeran Beach Hotel, Padang.

Penandatanganan ker­ja sama tersebut dilakukan Direktur Keuangan Bank Nagari Sania Putra dan Di­rektur Keuangan BPJS Ke­tenagakerjaan Asep Rah­mat Suwandha. Disak­sikan Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari Muhamad Ir­syad dan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wi­layah Sumbar-Riau Eko Yuyulianda.

Dirut Bank Nagari Mu­hamad Irsyad menyam­paikan, kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan ini sudah ditandatangani pada akhir April 2022 lalu. Na­mun karena masih ada beberapa keterbatasan, baik dari segi waktu, masih ada yang terkena dampak Covid-19, sehingga baru bisa dilakasanakan.

M Irsyad menyebut, ceremonial ini diperlukan agar memberikan infor­masi kepada nasabah khu­susnya maupun masyara­kat Sumbar pada umum­nya untuk bisa membayar­kan iuran BPJS Keten­a­gakerjaan mereka melalui Bank Na­gari. “Masyarakat dan nasa­bah saat ini sudah bisa membayarkannya me­la­lui channel digital Bank Nagari seperti NCM, ATM maupun di teller,” kata M Irsyad.

Kerja Sama ini meliputi penerimaan iuran jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan pensiun. Ke depannya kolaborasi ini terus terjaga dan memberi keuntungan kepada kedua belah pihak.

Dikatakan M Irsyad, ke depannya sembari me­nunggu izin dari Otoritas Ja­sa Keuangan (OJK), pi­hak­­nya akan mengem­bang­­­kan di Mobile Banking yang telah dibangun sendiri oleh Bank Nagari menggan­ti Mobile Banking versi lama yang bekerjasama dengan pihak ketiga.

“Dari Bank Nagari sen­diri, biasanya kita memba­yarkannya melalui transfer ke Bank Himbara. Nanti dengan kerja sama ini, iuran BPJS Ketenagaker­jaan Bank Nagari pada dua bulan terakhir, sudah bisa ditransaksikan ke rekening BPJS yang ada di Bank Nagari. Nominal yang kami bayarkan Rp1,5 miliar se­tiap bulannya,” katanya.

Ditegaskan M Irsyad, sesuai dengan kesepaka­tan, transaksi ini semuanya dilakukan tanpa pungutan biaya tambahan dari bank. Karena secara langsung ke sistem dan rekening BPJS Ketena­ga­ker­jaan yang re­keningnya berada di kan­tor cabang Bank Nagari di Jakarta. Namun ia juga berharap, dananya jangan langsung dipindahkan ke Rekening induk BPJS yang berada di Himbara.

“Semoga PKS ini ber­langsung dengan lancar, kami siap mempublika­sikan melalui media sosial, kantor cabang, maupun media promo kami lainnya yang berada di Sumatra Barat. Juga termasuk nasa­bah-nasabah kredit/pem­biayaan kami yang menik­mati fasilitas modal kerja kontraktor maupun iuran ketenagakerjaan dari Apa­ratur Sipil Negara (ASN) yang semua rekeningnya berada di Bank Nagari,” pungkasnya.

Direktur Keuangan BP­JS Ketenagakerjaan me­nyambut baik kegiatan ini. “Terima kasih atas kerja sama ini dalam kesempa­tan yang baik ini. Hara­pannya kami mendapat­kan output ke depannya dari kerja sama ini. Hal yang pertama yang kami rasa­kan adalah akan memper­luas kanal daftar dan ba­yar,” jelasnya.

Diharapkan dalam Ins­truksi Presid en (Inpres), mi­salnya penyaluran-pe­nya­luran Kredit Usaha Rak­yat (KUR) kepada Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan segala ma­cam­nya yang dilakukan Bank Nagari, itu bisa diikut­kan juga sebagai syarat tambahan insurance (jami­nan) atau garansi terjadi kondisi resiko meninggal atau kecelakaan kerja bagi pelaku usaha.

“Kemudian, kita juga tengah mengembangkan Jaminan Sosial layanan Syariah, sementara sudah jalan di Aceh karena me­mang Qanunnya mengata­kan demikian. Kita harap­kan Bank Nagari bisa mem­berikan pelayanan syariah baik dari sisi pendaftaran, kemudian pembayaran dan pembayaran manfaat­nya. Saya ingin seluruh cabang BPJS Ketenaga­kerjaan di Sumbar me­manfaatkan kerja sama ini,” ujarnya.

Diketahui, perlindu­ngan jaminan sosial ketenaga­ker­jaan bagi pekerja Indonesia sangat penting da­lam memastikan pekerja dan keluarganya men­da­patkan perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang rentan terjadi ketika pe­kerja mengalami salah sa­tu risiko kerja.

Mulai dari kecelakaan saat bekerja atau menuju dan pulang dari tempat kerja yang menyebabkan cacat atau meninggal du­nia, memasuki masa tua, kehilangan pekerjaan, hing­ga kejadian meninggal du­nia secara alamiah menja­di fokus perlindungan dari program yang diseleng­garakan oleh BPJAM­SOS­TEK. (r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top