Close

Bank Nagari mulai Ganti Dana Nasabah Terdampak Skimming, Dirut M Irsyad: Kita Lakukan Pengecekan dan Investigasi

KETERANGAN PERS— Direktur Utama (Diru)t Bank Nagari Muhamad Irsyad bersama jajaran komisaris dan direksi Bank Nagari, serta Ketua PWI Sumbar Heranof memberikan keterangan pers terkait tindak kejahatan skimming, Kamis (12/5).

PADANG, METRO–PT Bank Nagari sudah mem­bayarkan kerugian dana nasabah yang mengalami tindak kejaha­tan skimming yang terjadi bebe­rapa hari setelah Lebaran Idul Fitri lalu pada Kamis (12/5). Peng­gantian dana nasabah tersebut dilaksa­nakan setelah dilakukan proses verifikasi terhadap para nasabah yang terdampak tindak kejahatan skimming.

“Kami sesegera mung­kin membayarkan peng­gan­tian seluruh dana na­sabah yang terdampak skimming. Para nasabah tersebut sudah kami hu­bungi untuk datang ke kan­tor Bank Nagari,” kata Di­rek­tur Utama (Dirut) Bank Nagari Muhamad Ir­syad didampingi Direktur Keu­angan Sania Putra, Direktur Kredit dan Syariah Gusti Candra, Komisaris Utama (Komut) Benni War­lis, Ko­mi­saris Manar Fuadi dan Ketua PWI Sumbar Hera­nof Firdaus, Kamis (12/5).

Irsyad mengatakan, berdasarkan penyelidikan dan investigasi yang dila­kukan, terdapat sebanyak 141 nasabah Bank Nagari yang terdampak kejahatan skimming dengan kerugian sekitar Rp1,5 miliar. ”Peng­gantian dana nasabah ter­se­but kami targetkan sele­sai paling lambat 20 hari kerja. Intinya kami akan mengganti seluruh dana nasabah yang terdampak skimming ini,” katanya.

Dijelaskan, uang na­sabah  dapat dibayarkan jika tim verifikator mem­buktikan transaksi terse­but dan nasabah yang ber­sangkutan telah dihubungi oleh pihak Bank Nagari atas kebenaran hasil inves­tiga­si transaksi skimming serta nasabah melengkapi doku­men dan persyaratan yang ada. ”Ada beberapa form yang harus diisi seperti form pengaduan dan surat pernyataan. Setelah itu semua dilengkapi maka proses verifikasi akan di­lak­sanakan dan sesegera mungkin diganti dana na­sabah,” katanya.

Irsyad mengatakan, da­­lam melakukan inves­tigasi pihaknya mempe­lajari motif transaksi yang dicek melalui tanggal dan jam transaksi. Kemudian, melakukan pengecekan terhadap data transaksi terakhir yang yang dila­kukan nasabah melalui kartu ATM Bank Nagari sebelum kejadian transak­si mencurigakan yang di­laporkan nasabah. ”Selan­jutnya kami melakukan pengecekan langsung ke lokasi ATM Bank Nagari yang diduga menjadi tran­saksi terakhir nasabah,” ujarnya.

Bank Nagari juga me­ngambil rekaman CCTV di lokasi ATM dan melakukan pengecekan data rincian transaksi kartu ATM Bank Nagari yang dianggap men­­curigakan melalui data monitoring ATM.

Irsyad menyebutkan, berdasarkan data tran­saksi kartu ATM Bank Na­gari pada channel ATM Bank lain di luar Provinsi Sumbar nasabah mengaku tidak melakukan transaksi yang dimaksud karena kar­tu ATM berada pada nasa­bah itu. “Jadi kejadian itu diperkirakan berlangsung dari jam 16.30 tanggal 4 Mei 2022 sampai jam 09.40 di tanggal 5 Mei,” ungkapnya.

Dari tracking data ter­sebut diperoleh jenis tran­saksi yang tidak diakui nasabah yaitu transfer ke­rekening virtual account platform Bitcoin, tarik tu­nai, dan transfer ke reke­ning bank lainnya.

Irsyad menambahkan, lokasi pengambilan terjadi pada mesin ATM bank lain sebagian besar berlokasi di Bali, Purwakarta, dan Sura­baya. Berdasarkan analisa, berkurangnya saldo pada rekening nasabah terjadi karena kejahatan dengan metode skimming yang menduplikasi kartu ATM dan rekaman PIN.

Lebih lanjut dijelas­kan, skimming yaitu metode pencurian melalui alat yang bernama skimmer yaitu alat perekam yang dipasang pada card reader atau tempat memasukkan kartu ATM dan kamera yang dipasang pada cover Pinpad atau tempat me­nginput tombol PIN pada mesin ATM dengan tujuan mencuri data kartu ATM dan PIN nasabah.

“Adapun dasar hukum dalam perlindungan na­sabah merujuk pada PBI No.22/20/PBI/20200 tentang Perlindungan Konsumen Bank Indonesia dan POJK No.1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Sektor Jasa Keuangan,” jelas Irsyad.

Kemudian, secara pa­ralel direksi memberikan instruksi untuk melakukan percepatan penanganan secara komprensif di anta­ranya melakukan blokir seluruh Kartu ATM yang teridentifikasi ke­mungki­nan terkena skimming de­ngan cara mengambil data kartu yang bertransaksi platform bitcoin.

Selanjutnya, melaku­kan blo­kir transaksi media kartu Magnetic Stripe Bank Nagari pada ATM bank lain dan ATM Bank Nagari sen­diri dan monitoring tran­saksi setelah pem­blokiran, serta melakukan penge­cekan me­sin ATM yang te­ridentifikasi terkena skim­ming.

“Kami juga melakukan koordinasi secara intens dengan pihak perusahaan platform bitcoin dengan memblokir akun sebagi media transfer dana nasa­bah yang di duga kemung­kinan terdampak skimming,” jelasnya.

Ditambahkan, tindak lanjut yang dilakukan ada­lah membuka layanan ke­luhan nasabah yang dimu­lai pada tanggal kejadian 5 Mei 2022 dan merekap pe­ngaduan nasabah melalui Call Center dan Kantor Layanan Cabang. Mana­je­men bank telah menyam­paikan pernyataan melalui media untuk antisipasi lan­jutan atas penanganan kejadian dan menjadikan nasabah sebagai prioritas utama berupa jaminan ke­amanan dana nasabah di Bank Nagari.

Bank telah memberikan edukasi dan tips aman ber­transaksi pada mesin ATM dan himbauan untuk lebih banyak menggunakan tran­­saksi secara digital kepada nasabah melalui media sosial dan Website Bank Nagari. Pihaknya juga melakukan pemblokiran jalur transaksi Magnetic Stripe kartu Bank Nagari yang bertransaksi pada ATM Bank Nagari dan ATM bank lainnya.

Terhadap kerugian na­sa­bah, bank berkomitmen untuk menyelesaikan se­suai investigasi Bank dan diberitakan di media, dan membentuk tim Verifikator Kantor Pusat untuk mem­validasi keluhan nasabah dan percepatan pencairan dana nasabah yang men­jadi korban terkait keja­hatan skimming.

Komitmen Bank Nagari terhadap nasabah yang terdampak skimming, dila­kukan percepatan pena­nganan penggantian dana. Bagi nasabah yang telah melengkapi dokumen per­syaratan penggantian da­na dan telah dilakukan indentifikasi oleh Tim Ve­rifikator akan langsung dananya dikembalikan.

Terpisah, Direktur Keu­angan Bank Nagari Sania Putra mengatakan, untuk mengantisipasi kejahatan skimming, pihaknya mem­berikan tips kepada nasa­bah di antaranya biasakan bertransaksi di ATM yang mempunyai penjagaan sa­tuan pengamanan.

Kemudian, sebelum mu­lai bertransaksi, periksa kondisi mesin ATM. Jika terdapat mulut ATM yang janggal atau berbentuk lebih menonjol, Pinpad yang lebih tinggi, maka cari mesin ATM lain.

“Nasabah juga harus rutin memeriksa transaksi me­lalui Nagari Mobile, meng­gunakan layanan pe­narikan tanpa kartu melalui Nagari Mobile, dan aktifkan fitur SMS notifikasi,” je­lasnya.

Tak kalah penting, na­sabah harus menyimpan kartu di tempat yang aman. Jika kartu hilang, maka secepatnya menghubungi Call Center Bank Nagari 150234 untuk meminta pem­blokiran.

“Sebelum melakukan transaksi waspadai kondisi sekitar dan perhatikan kondisi fisik mesin ATM, pilih lokasi ATM yang tidak berada di lokasi sepi, atau pilih yang banyak orang di sekitar ATM, serta usai penarikan tunai segera ambil kartu ATM dan bukti transaksi,” katanya.

Sekali lagi Irsyad mene­gaskan bahwa laporan ter­kait penyalahgunaan tran­saksi keuangan pada kartu ATM nasabah Bank Nagari bukan merupakan pem­bobolan sistem pada Bank Nagari, tetapi merupakan tindak kejahatan pencurian Skimming. ”Dan tindak ke­jahatan Skimming ini bu­kan merupakan hal yang baru dalam dunia perban­kan. Hal ini juga telah per­nah terjadi pada nasabah bank lainnya,” ujarnya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top