Menu

Bank Nagari Kembangkan Digitalisasi Ekonomi Daerah, Perkuat Kerja Sama dengan Pemko Payakumbuh

  Dibaca : 95 kali
Bank Nagari Kembangkan Digitalisasi Ekonomi Daerah, Perkuat Kerja Sama dengan Pemko Payakumbuh
KERJA SAMA— Dirut Bank Nagari, M Irsyad, Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, Kepala BI Perwakilan Sumbar, Wahyu Purnama, Kepala OJK Sumbar, Yusri, jajaran Komisaris dan Direksi Bank Nagari, berfoto bersama usai penandatanganan kerja sama, Senin (6/9) di Aula Lantai IV Kantor Pusat Bank Nagari. 

PEMUDA, METRO–PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bank Nagari terus menjaga dan memperkokoh kerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) di Sumbar. Ter­anyar, Bank Nagari menja­lin kerja sama de­ngan­Pemko Payakumbuh un­tuk mengembangkan dan me­ningkatkan digitalisasi eko­nomi daerah, sekaligus meluncurkan e-retribusi tempat rekreasi dan olah­raga, pasar, dan KIR.

Kegiatan itu digelar di Aula Lantai IV Kantor Pu­sat Bank Nagari, Senin (6/9). Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari, Muhamad Irsyad dalam kesempatan itu me­nga­takan, penan­da­tanga­nan kerja sama ter­sebut merupakan langkah Bank Nagari untuk mewu­jud­kan transaksi berba­sis­kan digi­talisasi sehingga hal ini ten­tunya diharap­kan akan me­ningkatkan Pen­da­patan Asli Daerah (PAD) khu­susnya Kota Payakum­buh.

Hadir pada penan­da­tanganan kerja sama ter­sebut Wali Kota Payakum­buh, Riza Falepi, Kepala BI Perwakilan Sumbar, Wah­yu Purnama, Kepala OJK Sumbar, Yusri, jajaran Ko­mi­saris dan Direksi Bank Na­gari.

Ia mengungkapkan, ben­­­­tuk kerja sama yang dila­­kukan dengan Pemko Payakumbuh adalah dalam mengembangkan digita­lisasi ekonomi daerah dan peluncuran e-retribusi tem­­pat rekreasi dan olah­raga, pasar, dan KIR. ­”Dilanjutkan dengan laun­ching pemba­yaran e-retri­busi pasar ser­ta pemba­ya­ran tiket masuk kolam re­nang Ngalau In­dah,” kata Irsyad.

Dengan kerja sama yang terus dilakukan mem­buk­tikan bahwa Bank Naga­ri yang merupakan kebang­gaan masyarakat Sumatra Barat selalu siap mem­beri­kan dukungan terhadap Pemda dalam memak­si­mal­­kan PAD.

Irsyad menjelaskan, sistem e-retribusi yang saat ini dirancang sudah mengakomodir transaksi non-tunai berbasis QRIS dimana Bank Nagari sudah mendapatkan izin Bank Indonesia (BI) dalam hal layanan QRIS. ”Saat ini posisi QRIS Bank Nagari per Juli 2021 yakni 11.679 merchant, 114.622 tran­saksi, dan Rp21,3 miliar jum­lah nominal transaksi,” ujar­nya.

Selain itu, Bank Nagari juga sudah mengimple­mentasikan layanan bran­chless banking Laku Pandai yang diberi nama Lapau Nagari. Dengan kebera­daan agen Lapau Nagari dapat menjangkau masya­rakat yang memiliki keter­batasan akses dengan per­bankan dan lebih mening­katkan pelayanan Bank Nagari kepada masya­rakat.

Sejak diimple­men­tasi­kan pada bulan Agustus 2020 yang lalu sudah ter­dapat 911 agen yang sudah bergabung menjadi Agen Lapau Nagari dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan, di sisi pengeluaran, Bank Nagari telah mengimple­men­tasikan aplikasi SP2D Online pada Pemda se-Sumbar. Sedangkan dari sisi penerimaan, Bank Na­gari juga mengimple­men­tasikan layanan Cash Ma­na­ge­ment System (CMS), e-retribusi, host to Host PBB, Pajak Daerah Online dan Samsat online di Kabu­paten/Kota di Sumbar.

Sementara itu Bank Na­gari juga memiliki program pembiayaan/kredit mela­wan rentenir melalui skim KUR Super Mikro yang di­beri nama Mengatasi Ren­tenir Daerah Minang (Ma­Randang). Bank Nagari telah memiliki aplikasi LISS (Lending Information Support System) untuk proses persetujuan pinjaman, dan permohonan dapat diaju­kan melalui N Form secara online sehingga proses dapat lebih cepat.

Bank Nagari sampai akhir tahun 2021 masih menyediakan pagu KUR super Mikro untuk pinja­man MaRANDANG ini ku­rang lebih Rp8 miliar. De­ngan asumsi plafond mak­simal Rp10 juta per na­sabah maka masih dapat disalurkan kepada 800 orang nasabah, sehingga kami siap mendukung program ini.

“Dengan program ini maka kita selaku stakeholder dalam pem­bangu­nan ekonomi di Sumbar akan semakin menun­juk­kan peran masing-masing khusus dalam pengem­bangan usaha mikro,” tutur Irsyad.

Wali Kota Riza Falepi menyampaikan Pemko Pa­ya­kumbuh butuh sebuah kejelasan adanya trans­pa­ransi dan itu harus dibe­na­hi dan digunakan secara be­r­sama-sama untuk mem­bangun cinta dan citra di mata masyarakat.

“Dengan adanya e-Re­tri­busi ini kita bisa pantau secara realtime keuangan pemerintah daerah. Terima kasih kami sampaikan ke­pa­da Bank Nagari sudah mem­bantu Kota Paya­kum­buhdalam pengembangan digital sehingga mendu­kung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dengan adanya transpa­ran­si keuangan kami,” kata Riza.

Menurut Riza digita­lisasi ekonomi akan ber­imbas kepada mening­kat­kan pendapatan asli da­erah (PAD), mempercepat laporan keuangan daerah, melaksanakan fungsi pe­nga­wasan, serta mening­katkan efektivitas dan efi­siensi anggaran daerah.

“Contohnya saja untuk memungut retribusi pasar kita memang menggu­na­kan karcis sebagai alat bukti pembayaran. Namun pada saat ini kita dituntut bekerja lebih cepat dan transparan, sehingga program e-Retribusi ini kami nilai lebih pas untuk men­jawab tantangan kerja saat ini. Sebab lebih cepat da­lam penyampaian laporan keuangan karena sudah terkoneksi langsung de­ngan kas daerah, di sam­ping juga bisa lebih me­ningkatkan pelayanan ser­ta menjawab tantangan da­lam menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Riza. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional