Menu

Bank Nagari Ditunjuk Kemenag RI jadi Lembaga Penerima Wakaf Uang

  Dibaca : 230 kali
Bank Nagari Ditunjuk Kemenag RI jadi Lembaga Penerima Wakaf Uang
WAKAF UANG— Dirut Bank Nagari Muhammad Irsyad menerima SK sebagai LKS-PWU dari Gubernur Sumbar Mahyeldi disaksikan oleh perwakilan Kanwil Kemenag Sumbar Yufrizal di Auditorium Gubernuran, Kamis (11/8).

PADANG, METRO–Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari terus menun­juk­kan keberpihakan terhadap syariah. Ter­a­nyar,  Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Na­gari ditunjuk sebagai Lembaga Keuangan Syariah-Pene­rima Wakaf Uang atau LKS-BWU sesuai Surat Kepu­tusan Menteri Agama Re­publik Indonesia (Keme­nag RI) Nomor 531 Tahun 2021 tanggal 28 April 2021.

Peluncuran Bank Na­gari sebagai LKS-PWU di­lak­sanakan bersamaan dengan seminar secara virtual yang diikuti 500 partisipan bertajuk “Pe­ngem­bangan Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Menggerakkan Perekono­mian Nasional dan Daerah” di Auditorium Gubernuran, Kamis (11/8).

Kanwil Kemenag Sum­bar diwakili H Yufrizal SAg M HI menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bank Na­gari sebagai LKS-PWU ke­pada Gubernur Sumbar Mah­yeldi Ansharullah sela­ku pemegang saham pe­ngen­dali, selanjutnya SK di­serahkan  gubernur ke­pada Direktur Utama Bank Nagari Muhammad Ir­syad.

Direktur Utama (Dirut) Bank Nagari Muhammad Irsyad mengatakan pelun­curan Bank Nagari sebagai LKS-PWU, terkait ditun­juk­nya Sumbar sebagai salah satu pilot project wakaf  tingkat nasional oleh Pre­siden Republik Indonesia. “De­ngan menjadi LKS-PWU, maka Bank Nagari siap untuk melayani setiap kebutuhan para WAKIF dan NAZHIR terkait de­ngan layanan wakaf uang atau wakaf melalui uang,” kata Muhammad Irsyad dalam sambutannnya.

Ia mengatakan, seba­gai langkah awal guna lite­rasi dan pengenalan ten­tang Wakaf, Internal Bank Nagari saat ini dalam pro­ses pematangan suatu pro­gram GERAKAN WA­KAF yang nantinya disebut dengan program SANAK atau SyiarGerakANw­Akaf­Karya­wan.

Dikatakan Irsyad lagi, melihat peluang potensi keuangan syariah yang sangat terbuka dan masih rendahnya tingkat literasi keuangan syariah di Sum­bar, Maka Bank Nagari te­rus berupaya untuk me­ning­katkan literasi ke­ua­ngan syariah yang salah satunya melalui se­minar ini.

“Di samping itu dapat kami laporkan kepada Ba­pak Gubernur, Kepala OJK dan Pimpinan BI, bahwa Bank Nagari pada 22 Juli 2021 yang lalu bertempat di The Balcone Hotel Bukit­tinggi telah melakukan penan­datanganan MoU dengan 18 lembaga yang terdiri dari Institusi peme­rintah, Perguruan Tinggi, Organisasi Kemasya­raka­tan yang bergerak dibi­dang Keagamaan dan So­sial Kemasyarakatan,” ka­ta­nya lagi.

Dikatakannya lagi, pe­ngem­bangan ekonomi dan keuangan syariah perlu diperkuat, antara lain mela­lui penguatan kelem­ba­gaan, sinergi dan kola­bo­rasi dengan berbagai pi­hak, serta mendorong pe­ngua­tan infrastruktur ke­uangan syariah.

Di antaranya melalui digitalisasi produk dan la­ya­nan lembaga jasa ke­uangan syariah, pengem­bangan ekosistem eko­nomi dan keuangan sya­riah, serta mening­kat­kan awareness pelaku usa­ha dan masyarakat ter­hadap ekonomi dan ke­uangan syariah.

Selaras dengan per­tum­buhan perbankan sya­riah yang terus bertumbuh, Unit Usaha Syariah Bank Nagari hingga Juli  2021 mencatatkan kinerja ke­uangan sebagai berikut aset Rp2,43 triliun, pembia­yaan Rp1,82 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp2,29 triliun.

Sementara itu Guber­nur Sumbar Mah­yeldi An­sha­rullah mengucapkan se­la­mat kepada Bank Na­gari yang baru saja diper­caya oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dengan diberikan izin seba­gai LKS-PWU.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kantor Wilayah Kemen­terian Agama Sumbar dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sumbar  yang telah mendorong serta mem­per­mudah dan memper­lancar keluarnya izin LKS-PWU kepada Bank Nagari.

“Dengan demikian se­makin lengkaplah instru­men kearifan lokal kita untuk menerima dan me­nge­lola dana Wakaf di Sum­­bar ini karena Bank da­erahnya sendiri juga telah mendapatkan izin sebagai LKS-PWU,” kata Mahyeldi.

Ia mengimbau kepada pengambil kebijakan di provinsi/Kabupaten/Kota, pimpinan organisasi, para wakif yaitu masyarakat di Sumbar, pimpinan dan pe­ngu­rus lembaga Nazhir Wakaf, ataupun dana-dana wakaf yang akan diterima untuk kepentingan Sumbar, tentunya lebih tepat di­arah­kan dan diker­ja­sa­ma­kan pengelolaannya mela­lui Bank Nagari karena Bank Nagari sudah men­da­patkan izin sebagai LKS-PWU.

Terkait seminar, Guber­nur Sumbar Mahyeldi An­sha­rullah mengatakan ke­gia­tan webinar ini meru­pakan salah satu rang­kaian acara Bulan Ekonomi Sya­riah Sumatra Barat yang sudah dimulai dari pe­lak­sanaan Festival Eko­nomi Syariah Minangkabau dan peluncuran Gerakan Minangkabau Berwakaf pada 3 Agustus 2021 lalu.

Seluruh rangkaian ke­gia­tan ini untuk pengem­bangan ekonomi syariah secara na­sio­nal yang tidak terlepas dari keaktifan dan konsistensi program-program pengem­bangan eko­nomi syariah di Sumatra Barat.

“Kita berikan apresiasi kepada Komisaris Utama dan Direktur Utama Bank Nagari beserta seluruh jajaran yang secara cepat melakukan langkah nyata menyukseskan Bulan Eko­nomi Syariah Sumatera Barat dengan melak­sana­kan Seminar atau Webinar pada hari ini dengan tema yang sangat menarik,” kata Mahyeldi.

Dikatakannya tema ini sangat sesuai dengan ke­ari­fan lokal yang sudah lahir, tumbuh dan ber­kembang di Sumatera Ba­rat yaitu “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” yang tentunya menjadi modal bagi ke­berhasilan pengembangan ekonomi keuangan syariah di Sumatera Barat dahu­lunya, saat ini dan di masa yang akan datang.

Nara sumber webinar Ir Putu Rahwidhiyasa, MBA CIPM, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Komite Nasional Ekonomi Ke­ua­ngan Syariah (KNEKS) yang mengangkat topik tentang “Potensi Ekonomi Keuangan Syariah dalam Menggerakan Pere­ko­no­mian Nasional dan Da­erah”.

Selanjutnya  Prof.Dr.H. Salmadanis, MAg, Guru Besar Universitas Negeri Padang,  tentang “Potensi Wakaf Untuk Kemas­hala­tan Bersama. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional