Menu

Bank Nagari dan Pemkab Padangpariaman Maksimalkan Capaian PAD

  Dibaca : 439 kali
Bank Nagari dan Pemkab Padangpariaman Maksimalkan Capaian PAD
Foto bersama jajaran Komisaris dan Direksi Bank Nagari dengan Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dah Wabup Suhatri Bur usai sosialisasi program kerja sama Bank Nagari Lubuk Alung dengan Pemkab Padangpariaman.

Gelar Sosialisasi NVA, e-Retribusi, SP2D Online dan Smart Tax Solution

PADANG, METRO–Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumbar atau Bank Nagari menggelar sosialisasi penerapan NVA (Nagari Virtual Account), e-Retribusi, SP2D Online dan Smart Tax Solution, Selasa (7/7) di Kantor Pusat Bank Nagari, Jalan Pemuda Padang untuk Pemkab Padangpariaman. Sosialisasi dihadiri seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Padangpariaman itu adalah tindak lanjut kerja sama Bank Nagari Cabang Lubuk Alung dengan Pemkab Padangpariaman.

Hadir pada pembukaan sosialisasi, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Komisaris Utama Bank Nagari Hamdani, Komisaris Bank Nagari Yonrival dan Nazwar Nazir, Pjs Dirut Bank Nagari Syafrizal, Pjs Direktur Keuangan dan Syariah M Irsyad, Sekper Yasrizal Idrus serta Pemimpin Cabang Bank Nagari Lubuk Alung Muhidin Sadar.

Pjs Direktur Keuangan dan Syariah M Irsyad menyebutkan, sosialisasi dilakukan untuk memastikan penggunaan teknologi informasi (TI) dari Bank Nagari kepada OPD Padangpariaman. “Kami akan berikan sosialisasi yang tepat dan cepat. Terima kasih atas kedatangan Bupati dan Wakil Bupati ke Kantor Bank Nagari,” katanya.

Menurut M Irsyad, saat ini semua harus melek teknologi. Kita harus melihat jauh ke depan. Apapun teknologi, digitalisasi, Bank Nagari akan mengikuti. Bank Nagari telah punya layanan berteknologi baik, seperti NCM (Nagari Cash Management) bisa untuk corporate dan perorangan.

“Juga ada mobile banking yang cepat dan tidak ribet. Nagari Virtual Account, portal painment yang bisa digunakan sekolah-sekolah, SMS Banking dan dilengkapi dengan notifikasi setiap transaksi, juga ada auto debet dan lainnya. Sekarang, kami sudah dapat izin QRIS atau transaksi menggunakan barcode. Dalam masa pandemi, transaksi Bank Nagari meningkat secara digital 40 persen,” sebut M Irsyad.

Bahkan, katanya, untuk QRIS (quick response Indonesian Standard), Bank Nagari mendapat izin pertama di antara BPD di seluruh Indonesia. Kerja sama internal Bank Nagari menghasilkan sistem yang mumpuni, bukan teknologi luar. “BN sudah dapat izin Asian Painment Network (APN). Bisa transaksi di Malaysia, Thailand dan Korea Selatan. Tentunya Bank Nagari akan terus memantapkan teknologi untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat,” katanya.

Untuk dana pemerintah, sebutnya, Bank Nagari secara persentase mengelola 28 persen dana pemerintahan se-Sumbar. Total aset sudah lebih dari Rp24 triliun. “Apa yang disosialisasikan hari ini, termasuk meningkatkan PAD, Bank Nagari menyediakan alat sendiri. Namun alat itu perlu dikontrol bersama,” katanya.

Salah satunya, sebutnya, ada typing box yang dapat memberikan layanan real time uang yang tercatat di kas daerah. Dengan teknologi, tidak ada lagi uang dalam “saku”. Karena langsung tercatat,” sebutnya. “Namun yang penting, berikan reward kepada petugas di lapangan,” katanya yang menyebut, SP2D Online, bisa dimanfaatkan oleh daerah melalui OPD yang ada.

M Irsyad mengarakan, tekonolgi akan dipengaruhi oleh jaringan. Jaringan buruk, maka akan terganggu. “Karena itu, kita harus memaintanence jaringan. e-retribusi bisa mencatat real time. NVA juga bisa bayar pajak daerah. Pemda harus menggunakan teknologi secara simultan dan maksimal, maka bisa mendapatkan PAD yang maksimal,” katanya.

Saat pembangunan tol, sebutnya, banyak galian C yang keluar dari Padangpariaman. Tentunya dapat menjadi tambahan PAD yang maksimal. “Bank Nagari telah memiliki alat mobile yang bisa mencatat secara langsung. Bisa menghindari kebocoran-kebocoran dan meningkatkan PAD. Kami sarankan Pemkab Padangpariaman menggunakannya,” katanya.

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni setuju dengan langkah Bank Nagari memaksimalkan peran teknologi. “Sejak awal 2020, kami sudah memastikan, bagiamanapun kondisi APBD, harus pakai IT. Kami sangat mendukung dan memuji program Bank Nagari yang akan bisa digunakan di Malaysia, Thailand dan Korea Selatan,” katanya.

Soal jalan tol, kata Ali Mukhni, Pemkab Padangpariaman dirawarkan Kementerian PUPR dan HK Indonesia untuk menyuplai bahan bakunya. “Kalau sampai batas Riau saja material tol diambil dari Padangpariaman, PAD-nya Rp40 sampai Rp50 triliun. Hal ini disampaikan Menteri PUPR dan Direktur HKI kepada kami,” katanya.

Tapi, sebutnya, masih ada lokasi huta lindung. Caranya adalah merevisi RTRW. Sedang disiapkan Revisi RTRW. “Semoga bisa PAD yang besar itu didapat. Soal kerja sama, tentu kami akan bersama Bank Nagari,” katanya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional