Close

Bank Nagari Cabang Utama Restrukturisasi Kredit Rp 210 Miliar, Irwan Zuldani: Untuk 766 Debitur

Irwan Zuldani

PEMUDA, METRO
Di tengah pandemi Covid-19 banyak bisnis yang mengalami gangguan baik perusahaan besar hingga segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kebijakan stimulus restrukturisasi kredit atau pembiayaan bagi sektor yang terdampak.

Bank Nagari Cabang Utama sebagai salah satu pelaksana dari stimulus tersebut mencatat sejak Maret hingga akhir Juli 2020 telah memberikan restrukturisasi kredit pada 766 debitur di berbagai sektor. Totalnya mencapai Rp 210 miliar.

“Ini sebarannya didominasi pelaku UMKM,” kata Pemimpin Bank Nagari Cabang Utama, Irwan Zuldani, di ruang kerjanya, kemarin.

Irwan menjelaskan, restrukturisasi tersebut diberikan kepada UMKM, ritel, konsumer, korporasi menengah. Dengan sektor seperti pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan dan pertambangan. “Baik kredit produktif maupun konsumtif yang swasta,” tegas Irwan Zuldani.

Irwan Zuldani menyebutkan, Bank Nagari Cabang Utama yang dua kali berturut-turut Juara Umum ini juga sudah menyiapkan skema restrukturisasi. Di antaranya perpanjangan jangka waktu, penundaan pembayaran pokok, pembayaran pokok sebagian.

“Kemudian, penundaan pembayaran bunga, pembayaran bunga sebagian. Dan, skema lainnya. Disesuaikan dengan kondisi debitur yang terdampak Covid-19. Dengan jangka waktu maksimal sampai Maret 2021,” tutur Irwan Zuldani.

Irwan Zuldani menegaskan, seluruh yang direstrukturisasi harus atas pengajuan nasabah dan persetujuan bank. “Atas usulan nasabah tetapi tetap atas persetujuan bank.
Tentunya kami berpedoman pada POJK No 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical,” sebutnya.

POJK tersebut menyebutkan bank memiliki kewenangan untuk menentukan indikator-indikator yang harus dilengkapi oleh debitur jika ingin memperoleh relaksasi pembiayaan.

Dengan restrukturisasi ini, sebut Irwan Zuldani, tidak mempengaruhi kualitas kredit. “Oleh karena itu kami harus hati-hati dalam restrukturisasi. Jika tidak demikian, habis restrukturisasi ini maka akan berdampak pada kualitas kredit,” ucap Irwan Zuldani. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top