Menu

Banjir Sumbar, Kecamatan Kapur IX Terisolasi

  Dibaca : 2384 kali
Banjir Sumbar, Kecamatan Kapur IX Terisolasi
KONFERENSI— Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat konferensi pers.
banjir limapuluh kota jembatan

Kondisi jembatan Durian Tinggi, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota miring dan terancam roboh.

50 KOTA, METRO–Di Kabupaten Limapuluh Kota, ribuan rumah warga terendam banjir. Begitu juga longsor terjadi di sejumlah titik yang mengakibatkan arus lalu lintas putus total. Di Kecamatan Pangkalan satu orang tewas yang bernama Padri (16 tahun), terbawa arus banjir.

Data BPBD Limapuluh Kota, luapan Batang Maek, Batang Samo, Batang Kasok dan Batang Manggilang, di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, menenggelamkan 12 jorong di dua nagari (Gunuang Malintang dan Pangkalan). Akibatnya, 5.000 jiwa mengungsi dan melumpuhkan jalur transportasi Sumbar-Riau.

Sedangkan, puluhan rumah di Nagari Muaro Peti, Koto Bangun, Durian Tinggi, Sialang dan Galuguah, di Kecamatan Kapur IX, juga terendam banjir akibat luapan Batang Kapur. Parahnya, tiga rumah warga di Nagari Galuguah, hanyut terseret derasnya aliran air Batang Kampar.

Akan tetapi, warga di Kecamatan Kapur IX tidak sampai mengungsi akibat banjir. ”Ini banjir terparah yang pernah terjadi. Di Nagari Galuguah ada tiga rumah dihanyutkan karena derasnya Batang Kampar. Sekitar 700 hektare sawah di Kapur IX terendam, terancam gagal panen,” jelas Camat Kapur IX Alfian, kepada POSMETRO, Senin sore.

Sementara Camat Pangkalan Andri Yasmen, menyebut bahwa banjir akibat luapan 4 aliran sungai yang melintasi Kecamatan Pangkalan sejak Sabtu (7/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Banyak fasilitas umum terendam akibat ketinggian air mencapai 3-4 meter. Jalan penghubung Sumbar-Riau juga putus total.

”Sekitar 5.000 warga dari 1.000 KK atau 12 jorong dari 2 nagari harus diungsikan ke mess pemda, sekolah dan fasilitas umum serta rumah masyarakat yang tidak terkena dampak banjir. Sekarang, tenda-tenda pengungsian sudah didirikan. Namun, kita masih kekurangan bantuan terutama untuk makan siang dan malam,” jelas camat.

Data terakhir, fasilitas umum yang terendam adalah, Masjid Raya Pangkalan, Puskesmas Pangkalan, kantor Pos, Mapolsek, kantor camat serta sekolah. “Kantor camat nyaris tengelam. Kemudian kantor-kantor lain dan sekolah yang terdapat di Nagari Pangkalan terendam, kendaraan terjebak banjir. Hingga Senin sore, ketinggian air 2 meter,” sebut Kapolsek Pangkalan Iptu Kalbert Junaidi, menyebut air mulai masuk dalam rumah warga sejak Sabtu malam.

Kalaksa BPBD Limapuluh Kota Nasrianto menyebut, bahwa banjir tidak hanya terjadi di Pangkalan dan Kapur IX, tetapi juga di Kecamatan Taram, Luak, Lareh Sago Halaban, akibat meluapnya Batang Sinamar.

Hingga kini masyarakat Pangkalan, membutuhkan bantuan berupa makanan instan akibat tidak ada yang bisa dilakukan karena rumah mereka terendam air. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional