Menu

Banjir dan Tanah Longsor Terjang 3 Kecamatan

  Dibaca : 470 kali
Banjir dan Tanah Longsor Terjang 3 Kecamatan
BENCANA— Kondisi jembatan Kampung Baru yang hanyut akibat sungai meluap. Sementara di Nagari Muari Paiti, Kecamatan Kapur IX, satu unit dam truk terjebak di jalan yang terban.

LIMAPULUH KOTA, METRO
Tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Limapuluh Kota pada Minggu malam (9/5) hingga Senin (10/5) dini hari, menimbulkan bencana. Aliran Batang Kapur di Kecamatan Kapur IX, dan Sungai di Kecamatan Akabiluru yang meluap menyebabkan terjadinya banjir.

Berdasarkan data yang dihimpun, tujuh unit rumah warga terendam banjir di Muaro Paiti. Sedangkan badan jalan penghubung Muaro Paiti-Lubuak Alai, di Nagari Muari Paiti, Kecamatan Kapur IX, terban. Nahasnya, satu unit dam truk terjebak di jalan terban tersebut. Kondisi badan jalan yang sudah amblas, membuat akses jalan pun putus total.

Sementara, di Jorong Soriak Nagari Suliki, Kecamatan Suliki, tanah longsor menimbun badan jalan serta menimbun rumah warga. Bahkan, satu ekor sapi milik warga setempat terpaksa disembeli karena terjepit runtuhan kayu.

Di Nagari Pauh Sangik, Kecamatan Akabiluru, luapan air menghanyutkan Jembatan Kampung Baru, Irigasi Lubuk Bongka, Kolam Bumnag di Jorong Ambacang Kunyik, Irigasi Saribulan, Irigasi Baliak Datar di Jorong Pauhsangik. Selain itu, tiga ekor kerbau mati. Dua unit mesin Bajak ikut dihanyutkan  air bah di Jorong Pauhsangik.

Camat Akabiluru, Kris La Deva, menyampaikan selain Nagari Pauhsangik, banjir juga terjadi di Nagari Sariak Laweh, dikabarkan ada dua ekor kerbau milik masyarakat terseret air, namun masih bisa diselamatkan.

“Total 10 ekor kerbau milik masyarakat mati, dan beberapa ekor ikut hanyut dan masih bisa diselamatkan. Di Sungai Balantiak, satu ekor kerbau mati. Di Suayan enam ekor kerbau mati, di Pauhsangik tiga ekor Mati,” ungkap Kris La Deva.

Disampaikan Kris La Deva, untuk saat ini pihaknya bersama BPBD Limapuluh Kota, masih terus mendata kerusakan akibat banjir. Sehingga, belum bisa disampaikan jumlah kerugian materi akibat dampak banjir di Kecamatan Akabiluru.

“Kita masih terus melakukan pendataaan. Untuk hitungan sementara, kerugian yang ditimbulkan mencapai ratusan juta rupiah,” ujar Kris La Deva.

Terpisah, Camat Suliki, Ricky kepada menyampaikan, selain longsor yang menimbun badan jalan dan mengenai rumah warga di Jorong Sariak, Nagari Suliki, juga ada kolom ikan tertimbun material tanah longsor. Kemudian ada 13 orang pemilik sawah yang terdampak banjir.

“Saat ini sebaagian titik longsor yang menimbun badan jalan sudah dibersihkan warga dengan gotong royong,” ucapnya.

Terpisah, Kepala BPBD Limapuluh Kota, Joni Amir menuturkan, pihaknya sudah turun langsung ke lokasi bencana banjir yang terjadi di tiga kecamatan, yaitu Kapur IX, Suliki, dan Akabiluru. Selain, menghanyutkan jembatan, banjir juga menyeret ternak masyarakat hingga ada yang mati. Kemudian, juga ada truck yang terjebak jalan yang terban.

“Pusdalops PB BPBD melakukan Koordinasi dengan Camat Kapur IX dan Perangkat Nagari Muaro Paiti, Camat Akabiluru dan Wali Nagari Pauh Sangik. Dan Polisi/TNI bersama masyarakat sudah melakukan evakuasi mobil yang terbejak akibat ambruknya jalan Muaro Paiti-Lubuak Alai. Dan kita sudah turun ke lokasi melihat langsung,” sebut Joni Amir.

Dia menyebut, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap kerusakan akibat banjir. “Kita masih melakukan pendataan. Nanti kalau sudah selesai kita akan sampaikan jumlah kerugian materi akibat banjir dan longsor. Karena sawah ladang milik masyarakat juga terkena banjir,” sebut mantan Joni Amir usai melihat jembatan di Akabiluru. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional