Close

Banjir Besar Landa Pasbar, 65 Rumah dan 2 Masjid Terendam

banjir-pasbar
Banjir besar landa Kajai, Pasaman Barat.

PASBAR, METRO–Bencana alam melanda Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sabtu hingga Minggu (26-27/11). Banjir besar melanda kabupaten pemekaran itu, mengakibatkan 65 unit rumah dan dua masjid terendam. Banjir diduga akibat meluapnya dua aliran sungai besar di dua kecamatan.

Dari data yang dihimpun koran ini hingga kemarin, sedikitnya 15 unit rumah dan dua masjid terendam di Kecamatan Talamau. Sementara 50 rumah terendam di Kecamatan Ranah Batahan. Meski tak ada informasi korban jiwa, namun ratusan orang masih cemas, puluhan kepala keluarga (KK) diungsikan dan mengharapkan bantuan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasbar, Try Wahluyo menyebutkan, di Kecamatan Talamau, banjir terjadi akibat meluapnya sungai Batang Tayo sejak Sabtu sore. Banjir sampai menutupi jalan raya, sehingga arus transportasi terganggu.
Namun, pada hari Minggu, air sudah menyusut dan kendaraan bisa kembali melewati jalan penghubung Kabupaten Pasbar menuju Kabupaten Pasaman.

”Minggu pagi air sudah menyusut karena hujan sudah reda. Masyarakat saat ini sedang membersihkan rumah yang tergenang air,” ujarnya.

Di Kecamatan Ranah Batahan, lanjut dia, sekitar 50 rumah terendam banjir karena meluapnya air Sungai Batang Batahan. ”Sebanyak 20 kepala keluarga diungsikan ke tempat yang lebih aman. Karena rumahnya terendam banjir dan dekat sungai,” katanya.

Try Wahluyo mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendataan kerusakan lahan pertanian akibat banjir. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada karena cuaca tidak menentu dan dikhawatirkan akan terjadi banjir susulan.

”Hingga saat ini tidak ada korban jiwa pada banjir itu. Petugas gabungan sedang berada di lokasi banjir untuk memberikan pertolongan kepada para korban,” katanya.

Butuh Pengaman Sungai

Sementara itu, puluhan KK di Pasar Kajai, Jorong Rimbo Batu dan Jorong Pasa Lamo Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, mengungsi akibat meluapnya Sungai Batang Tayo. ”Kami khawatir dan memilih mengungsi. Sebab sungai yang begitu dekat dengan rumah kami sudah meluap.” kata Dopi (23).

Dikatakan Dopi (23), air sungai memang hanya masuk dari dapur rumah. ”Namun kalau hujan lebih lebat dan lama sudah pasti rumah yang saya tempat dan beberapa rumah lainnya akan terbawa arus dan digenangi air sungai Batang Tayo,” ujar Dopi.

Masih di tempat yang sama, Ibar (27), mengatakan, sebelumnya air sungai batang tayo ini, juga pernah membesar di musim hujan. Sementara pengaman sungai sejenis batu beronjong yang sudah lama dipasang tidak sangup menahan arus. ”Sehingga kebanyakan batu beronjong itu hanyut terbawa derasnya arus Batang Tayo,” kata Ibar.

Mereka mengharapkan bantuan BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU). ”Untuk dapat membuat pengaman sungai. Beronjong atau penguat tebing,” katanya. (end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top