Menu

Bangunan di Pasar Raya Paling Aman untuk Shelter, Badrul Mustafa: Perlu Diperbanyak Jembatan Penyeberangan

  Dibaca : 195 kali
Bangunan di Pasar Raya Paling Aman untuk Shelter, Badrul Mustafa: Perlu Diperbanyak Jembatan Penyeberangan
KETERANGAN PERS— Pakar gempa Prof Badrul Mustafa dan Kalaksa BPBD Kota Padang Barlius memberikan keterangan terkait kondisi bangunan-bangunan di Kota Padang yang bisa dijadikan shelter tsunami, Rabu (16/6) di Media Center Balaikota.

PASARRAYA, METRO–Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Barlius mengungkapkan bangunan Blok 1, 2, 3 dan 4 Pasar Raya Padang paling aman untuk mitigasi tsunami. Gedung-gedung mendapat nilai tertinggi saat petugas melakukan pengecekan struktur bangunan untuk shelter.

“Yang paling tinggi ni­lai­nya adalah gedung-ge­dung yang baru dibangun di Pasar Raya Padang. Mungkin karena sejak awal dirancang tahan gempa,” sebut Barlius di Media Cen­ter Balaikota Aia Pa­cah, Rabu (16/6).

Ia menjelaskan, diban­dingkan bangunan gedung SMA 1 dan sejumlah b­a­ngu­nan SMK yang telah ditetapkan sebagai shelter, bangunan di Pasar Raya Padang lebih bagus. Kare­na tak butuh lagi perkuatan atau pembenahan. Semen­tara bangunan lainnya se­perti SMA 1 dan sekolah lain­nya perlu perkuatan.

Saat ini Kota Padang masih butuh beberapa shel­­ter lagi. BPBD Padang te­lah mengusulkan ke BNPB pusat untuk mem­ba­ngun dua shelter.  Yakni, di Purus dan di Padang Sarai. Namun ang­garan tak ada. “Tahun ini tak ada pembangunan shelter. Di pusat juga lagi tak ada anggarannya. Tapi kita akan berupaya terus men­dapat­kan­nya,” sebut Bar­lius.

Sementara, pakar gem­pa dari Unand, Prof. Badrul Mustafa mengungkapkan, keberadaan shelter sangat dibutuhkan. Pemko Padang menurutnya sudah beru­saha maksimal untuk pem­bangunan shelter.

Selain bangunan, ada alternatif lain yang bisa di­bangun. Yakni jembatan penyeberangan yang cu­kup lebar dengan tinggi be­berapa meter.  Badrul men­contohkan disepan­jang jalan Hangtuah, Veteran, hingga arah Lubuk Buaya. Di sepanjang jalan itu bisa dibangun jem­batan penyebrangan yang agak le­bar sehingga bisa di­man­faat­kan sebagai shelter.

“Kalau disepanjang ja­lan itu dibangun jembatan penyeberangan, tentu ma­s­yarakat yang berada di se­kitar lokasi akan bisa menyelamatkan diri di sa­na,” tandas Badrul Mus­tafa.

Selama Covid, Simulasi Tsunami Tak Ada

Di sisi lain, ancaman gempa sangat kuat alias raksasa harus tetap diwas­padai. Meski di masa pan­demi ini, simulasi tak lagi dilakukan, masyarakat di­ha­rapkan selalu waspada dan tetap laksanakan lang­kah mitigasi stunami yang telah dipraktikkan selama ini.

“Kita akui, selama pan­demi, simulasi gempa dan stunami tak lagi ada. Kita tetap berharap masyar­a­kat tidak abai dengan ba­jaya yang mungkin saja ter­jadi sebentar lagi, nanti malam, esok hari,” sebut Kalaksa BPBD Kota Padang, Barlius.

Simulasi tak bisa diberi­kan dengan materi atau hafalan. Tapi harus diterap­kan langsung dengan simu­lasi. “Kita kan dilarang mengumpulkan orang. Tapi langkah mitigasi lain tetap kita laksanakan,” tandas Barlius.

Saat ini, program miti­gasi tsunami yang lain ma­sih tetap dilakukan. Seperti program kelurahan cerdas bencana yang sifatnya so­sia­lisasi. BPBD tetap tu­run ke sekolah-sekolah untuk me­lakukan sosialisasi yang sama.

Pakar Gempa Unand, Prof. Badrul Mustafa meng­ungkapkan bencana gem­pan dan stunami hingga kini maaih tetap mengintai warga Padang. Yang paling terdampak  afalah ma­sya­rakat yang pada saat ke­jadian berada di zona me­rah.

Untuk itu, pemerintah harus lebih dini mene­rap­kan langkah mitigasi. Teru­tama pra mitigasi. Seperti membangun shelter, mem­berikan edukasi ke­pada masyarakat agar tak panik pada saat gempa dan tsunami terjadi. Karena kepanikan bisa meng­hi­lang­kan 50 persen ke­mam­puan menyelamatkan diri. “Kalau sudah panik, kita tak akan berbuat apa-apa,” katanya.

Menurut penelitian, gem­pa besar dari segmen Siberut ini bisa terjadi da­lam rentang waktu 50 tahun ke depan. Waktunya tak bisa diprediksi. Bisa seben­tar lagi, bisa besok atau dini hari. “Karena itu ma­syarakat harus waspada,” tegas­nya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional