Menu

Bangli Berserak di Bibir Pantai Aiamanih, Pengunjung Mengeluh, Tidak Tertata dan Kotor 

  Dibaca : 160 kali
Bangli Berserak di Bibir Pantai Aiamanih, Pengunjung Mengeluh, Tidak Tertata dan Kotor 
SESAKI BIBIR PANTAI— Sejumlah bangli, dan lapak pedagang berserak menyesaki bibir Pantai Aiamanih. Kondisi itu dikeluhkan pengunjung, karena keindahan pantai serta Batu Malin Kundang tak terlihat lagi. (romi rahmat/posmetro)

AIAMANIH, METRO – Pantai Air Manis menjadi salah satu destinasi wisata yang sudah dikenal dan menjadi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Padang. Sayang, keindahan pantai yang dikenal dengan legenda Batu Malin Kundang itu, marak oleh bangunan liar (bangli).

Ironisnya, bangli tersebut juga tak tertata dengan rapi. Sejumlah pengunjung Pantai Aiamanih, bahkan mulai mengeluhkan dengan banyaknya bangli yang “berserak” di bibir pantai.

Romi (22), salah satu wisatawan dari Sawahlunto, mengaku terganggu dengan lapal serta bangunan yang didirikan warga setempat itu. Bahkan, bangli berserak juga di sekitar Batu Malin Kundang.

“Seharusnya kebersihan pantai harus dijaga. Karena, selain menjual legenda Batu Malin Kundang dan pantai, tentu kebersihan menjadi utama. Sekarang, lihat saja banyak bangunan liar yang didirikan untuk berjualan,” ujar Romi saat dijumpai di Pantai Aiamanih, Sabtu (17/8).

Senada dengan Romi, Irwan (23) juga mengeluhkan keberadaan bangunan liar yang menutupi objek wisata Batu Malin Kundang.

“Jika kita berada di jembatan kecil dan ingin berfoto dengan latar belakang laut lepas, hal tersebut terhalangi dengan bangli untuk berjualan. Bagi pengunjung yang baru datang pertama kali, mereka akan sulit mencari dimana keberadaan Batu Malin Kundang,” tukas Irwan.

Mereka berharap ada perhatian dari Pemko Padang dalam pengelolaan hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Sehingga, pengelolaan toko-toko serta bangunan pedagang tertata dengan baik.

Sementara itu, Man (45), Ketua RT 2 Kelurahan Aiamanih, membenarkan adanya keluhan pengunjung tentang bangli yang menutupi objek wisata Batu Malin Kundang.

“Hampir setiap hari kami mendengarkan keluhan tersebut, dan juga sudah sering dilaporkan ke Dinas Pariwisata. Awalnya, sudah ada tanggapan, dan pernah dilakukan pembenahan beberapa tahun lalu. Namun, setelah itu, bangli muncul lagi,” ulas Man.

Man juga menyayangkan ada oknum tidak bertanggungjawab seenaknya saja mendirikan warung, bahkan hingga ke bibir pantai yang menutupi keindahan pantai
Ia berharap agar bangunan tersebut segera ditertibkan dan jika perlu di carikan lokasi yang tidak sampai ke bibir pantai. Yang utama, tidak menutupi objek wisata Batu Malin Kundang yang melegenda tersebut.

“Nanti, apabila bangunan liar tersebut telah dibenahi, jika perlu disekeliling Batu Malin Kundang diberi pagar pembatas yang gunanya selain mempercantik, juga bisa menghalangi air laut yang membawa pasir yang dapat menimbun Batu Nalin Kundang,” pungkasnya.

Arfian: Akan Ditertibkan

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang, Arfian mengatakan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan penertiban bangunan liar di kawasan Pantai Aiamanih. Bangunan tersebut ditertibkan karena merusak keindahan pantai yang merupakan salah satu tujuan destinasi wisata.

“InsyaAllah, Agustus sampai awal September sejalan dengan proyek Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kita tertibkan semuanya. Kemungkinan pada Minggu ketiga Agustus ini,” kata Arfian, saat dihubungi Minggu (18/8).

Untuk saat ini pekerjaan fokus kepada pendestrian sepanjang bibir pantai hingga ke objek wisata Batu Malin Kundang. Nantinya sebelum pengerjaan pendestrian itu dimulai, dibebaskan semua bangunan yang mengganggu keindahan pantai.

“Saat ini masih lelang proyek, mungkin paling lambat awal September. Jadi kita bebaskan semua bangunan liarnya mulai dari gerbang pantai sampai Batu Malin Kundang,” ujar Arfian.

Sejauh ini, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait adanya penertiban bangunan di Pantai Air Manis. Dengan rencananya ini, sebut Arfian, masyarakat setempat ikut mendukung pembongkaran demi menjaga keindahan di pantai tersebut.

Arfian menjelaskan, akan ditargetkan tuntas pada akhir Desember tahun ini. Selain membangun pedestrian, juga dilakukan pelebaran jalan sepanjang 1,4 kilometer, dan kiri kanan jalan ditambah 3,5 meter. Tujuannya agar tidak menyulitkan pengguna kendaraan berwisata di Pantai Aiaamanih. (r/mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional