Menu

Balitbang Rumuskan Aspirasi Warga Salingka Danau

  Dibaca : 423 kali
Balitbang Rumuskan Aspirasi Warga Salingka Danau
ASPIRASI— Kepala Balitbang Sumbar Dr Reti Wafda saat memberikan wejangan usai mendengarkan aspirasi atau masukan yang disampaikan warga yang ada di Salingka Danau Maninjau dalam pertemuan Focus Group Discussion (FGD) di aula Kantor Camat Tanjung Raya, Senin (14/6).

Kepala Balitbang Sumbar Dr  Reti Wafda mengatakan, aspirasi atau masukan yang disampaikan warga yang ada di Salingka Danau Maninjau, dalam Focus Group Discussion (FGD) mata pencaharian alternatif sangat komprehensif.

Masukan ini akan memperkaya kajian Balitbang Sumbar untuk merumuskan suatu kebijakan, dalam mencari solusi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat di Salingka Danau Maninjau.

FGD ini diikuti wali nagari, ninik mamak, tokoh masyarakat dan petani KJA salingka Danau Maninjau yang digelar bersama Tim Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sum­bar, beberapa pimpinan OPD Sumbar, Bupati Agam diwakili staf ahli, Isman Imran, pimpinan OPD Agam dan camat, di aula Kantor Camat Tanjung Raya, Senin (14/6). “Masukan dari warga ini berdasarkan fakta dan data, sehingga persoalan yang ada di lapangan bisa dirumuskan,” ujar Reti.

Menurutnya, selama ini perguruan tinggi sudah banyak melakukan penelitian terhadap persoalan di lapangan, tapi sifatnya masih terpisah. Maka pihaknya coba merangkum dan membuat kesimpulan dari penelitian itu.

Kesimpulan itu, katanya, akan dirumus­kan karena kebijakan tidak akan lengkap jika hanya dari sepihak, sehingga dilengkapi dengan berdiskusi langsung dengan ma­syarakat.

Hal ini, katanya, bisa berikan acuan arah kebijakan yang lebih komprehensif dan sustanable, baik dari pendapatan, kondisi lingkungan yang dapat dinikmati anak cucu nantinya. “Artinya, bagaimana ekonomi masyarakat bisa berjalan dan meningkat, dengan kondisi lingkungan tetap terjaga,” sebut Reti.

Apabila masukan mayarakat dari saling­ka Danau Maninjau sudah dihimpun, maka pihaknya akan melakukan diskusi internal untuk merumuskan hasil dari pertemuan tersebut.

Kemudian dibahas dalam sidang pleno Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sumbar, yang di dalamnya ada aspek pariwisata, ekonomi dan perikanan. “Setelah sidang pleno, hasilnya dirumuskan dan disam­paikan kepada kepala daerah dan pemerin­tah pusat,” ujar Reti. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional