Menu

Balita Tewas Dalam Kaleng Cat

  Dibaca : 1024 kali
Balita Tewas Dalam Kaleng Cat
Selepas mengungguli SMPN 2 Koto Besar Darmasraya di grand final dengan meraih nilai 3.350, SMPN 5 Batusangkar berhasil menjadi juara pertama Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang diadakan di Museum Adityawarman Padang 21 Juni 2021 lalu.

bayi menangis

PADANG, METRO–Peringatan keras bagi orang tua yang memiliki balita. Jangan sekali-kali lengah, dan membiarkan buah hati bergerak ke lokasi berbahaya. Seperti yang terjadi di kawasan Taluak, Batipuah Panjang, Kecamatan Kototangah, Padang, Rabu (16/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Diduga karena kelalaian orang tua, Alifa (13 bulan) tewas di dalam kaleng cat.

Tak ayal, tangis histeris membuncah di sekitar kawasan Bypass Jalur II Padang tersebut. Bagaimana tidak, seorang anak yang biasanya riang, kini telah kaku, karena “tenggelam” dalam kaleng cat besar berisi air. Rasa sesal mendalam, tentu dihadapi oleh orang tua korban, serta semua tetangga yang melihat pada siang yang berkabut itu.

Awalnya, Alifa kecil tengah bermain di teras rumahnya yang semi permanen, seperti kebanyakan anak seusianya. Ibunya, Eti (25), diduga tak mengetahui, kalau anaknya telah ke luar bermain. Si ibu muda masih berada di dalam rumahnya. Cukup lama tak terlihat, Eti curiga, anaknya pergi ke rumah tetangganya. Namun, naas yang terjadi. Eti menjerit.

Eti yang keluar rumah, menemukan anak balitanya tak lagi bergerak. Matanya menatap sebuah kaleng cat bekas, yang digunakan untuk menampung air. Di dalamnya, anak kesayangannya terlihat kaku. Teras rumahnya, telah menjelma menjadi lokasi, yang ”membunuh” anaknya.

Mengetahui hal itu, sang ibu kaget dan histeris. Dia mengangkat anaknya, dan membaringkan di dalam rumah. Peristiwa tersebut diberitahukan kepada warga sekitar. Tak lama berselang, puluhan warga mendatangi lokasi. Salah seorang warga,dan memberitahukan kejadian itu ke Polsek Kototangah yang lokasinya tak jauh dari lokasi.

Tak lama berselang, petugas Polsek Kototangah bersama tim Identifikasi Polresta Padang mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkar (TKP). Kapolsek Kototangah, Kompol Jon Hendri mengatakan, setiba di sana, petugas memintai keterangan dari saksi-saksi serta dari orang tua korban.
Tidak itu saja, petugas tim identifikasi Polresta Padang juga memeriksa jasad korban tersebut.

”Saat diperiksa tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh balita tersebut. Diduga korban meninggal dunia, akibat tercebur ke dalam kaleng cat itu,” ujar Jon kemarin.

Kapolsek mengatakan, setelah melakukan olah TKP, petugas meminta kepada keluarga korban untuk dilakukan visum luar di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar. Setelah itu, keluarga langsung membawa jasad balita ke rumah duka.
Sore kemarin, jasad Alifa telah divisum dan dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan. Selain itu, polisi memastikan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka aniaya.

”Diduga balita itu tewas karena tercebur dan tenggelam di dalam kaleng besar. Pihak keluarga meminta kepada kami agar tidak dilakukan autopsi (bedah mayat),” kata Jon.

Setelah dibuat surat pernyataan dari keluarga korban, agar jasad balita tersebut tidak dilakukan autopsi ataupun visum, pihak keluarga langsung membawanya ke rumah duka. “Saat ini jasadnya telah dibawa ke rumah duka. Meninggalnya korban, karena kelalaian orang tua,” ujarnya.

Kapolsek mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi balitanya di rumah. Jangan pernah melepaskan atau membiarkan balitanya bermain sendiri baik itu di rumah maupun di luar rumah. (cr9/age)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional