Menu

Balai Bahasa Sosialisasikan Penggunaan Bahasa

  Dibaca : 47 kali
Balai Bahasa Sosialisasikan Penggunaan Bahasa
SOSIALISASI— Kadis Kominfo Agam Fauzan Helmi Hutasuhut saat membuka sosialisasi penggunaan bahasa negara di media luar/ruang publik di aula Bappeda Agam. (peri/posmetro )

AGAM, METRO – Kepala Balai Bahasa Sumbar Dwi Sutana menekankan akan pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia diterapkan di Media Luar Ruang di wilayah Indonesia. Dari pantauan Balai Bahas Provinsi Sumbar, masih banyak ditemukan beberapa tulisan di kana kiri jalan, gedung-gedung pertokoan, perusahan/instansi, papan reklame, dan produk makanan menggunakan bahasa asing.

Penggunaan bahasa asing di media luar ruang tersebut begitu meluas. Nama perumahan, nama gedung, nama toko, spanduk, poster, iklan, dan lain-lain sebagian besar ada unsur bahasa asingnya. Bahkan ada yang 100 persen mengunakan bahasa asing.

Padahal, Pemerintah telah mengaturnya dalam Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 yang mengatur tentang penggunaan bendera, bahasa, dan lambang Negara, serta lagu kebangsaan. Dan Pasal 25 sampai 45 UU tersebut mengatur penggunaan bahasa Indonesia, termasuk pemakaian bahasa Indonesia untuk nama bangunan, nama jalan, permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, dll.

Melihat kondisi ini, Dwi mengatakan menggunakan bahasa Indonesia itu penting di media Luar ruang, Karena Bahasa Indonesia merupakan pemersatu bangsa yang menunjukkan identitas dan jati dari bangsa ini.

“Mengutama Bahasa Indonesia di media luar ruang itu penting, karena Bahasa Indonesia merupakan alat pemersatu bangsa. Negara ini ada karena bersatunya rakyat indonesia di masa perjuangan, salah satunya dengan alat Bahasa Indonesia,” ujar Sutana saat acara sosialisasi penggunaan bahasa negara di media luar ruang publik Selasa (14/5) di Aula Bappeda Agam

Acara tersebut di hadiri Bupati Agam yang diwakili oleh Kadis Kominfo Agam Fauzan Helmi hutasuhut berserta jajaranya.Dalam papaparanya Sutana mengatakan, tidak baik sekiranya kita sebagai rakyat Indonesia sendiri menggunakan bahasa asing di media luar ruang.

“Seharusnya kita bangga, kita memiliki bahasa sendiri yang merupakan identitas dan jati diri kita, mengapa kita harus menggunakan bahasa orang lain,” kata Sutana.

Balai Bahasa Sumbar terus mengupayakan, khususnya di wilayah Sumbar bagi pemilik perusahan, instansi pemerintah dan lainnya, bagaimana menggunakan Bahasa Indonesia di media luar ruang. “kita terus mensosialisikannya, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, an pihak lainnya yang berkaitan dengan media luar ruang ini, dan mereka semua mendukung dengan apa yang kita canangkan ini. Dan tentunya ini tidak mudah dan butuh proses.”

“Dibutuhkan kesadaran dari diri kita sendiri. Tanpa menunjukkan Bahasa Indonesia di media luar ruang, serasa kita tidak bangga dengan dengan bahasa kita sendiri”.

“Kami berharap dengan mengutamakan Bahasa Indonesia, maka rasa nasionalisme tetap terjaga,” tutup Sutana. Disisi lain Bupati Agam yang diwakili Kadis Kominfo Agam mengucapkan terima kasih Kepada Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, yang telah mempercayai Kabupaten agam sebagai tempat untuk mensosialisasikan program yang sangat muhtakhir sekali demi terciptanya komunikasi yang baik kita semuanya.

Disamping itu tidak jarang kita lihat dari penggunaaan bahasa negara di media luar ruang publik yang masih menyalah artikan dari tulisan yang mereka gunakan,bahkan lain tulisan tentu lain juga maknanya.makanya acara ini sangat bagus sekali untuk dihadirkan di Kabupaten Agam ini.

Tidak jarang Produk-produk iklan banyak yang menggunakan kata asing dan sering keliru dan tidak tepat akan tetapi itu dijadikan sebagai hal yang unik, padahal itu akan menjadi kekeliruan dalam tatanan bahasa ujarnya.

Kadis menambahkan untuk itu kami berharap kepada Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, untuk bisa memberikan ilmu yang di milikinya dalam kajian bahasa agar masyarakat agam bisa paham tentang kajian bahasa tersebut.

Tidak itu saja kami berharap acara ini tidak sampai disini saja,kapan perlu ada tindak lanjutnya,sehingga bagi masyarakat yang belum paham atau yang belum menggerti bisa dimengerti agar pemakaian tatanan bahasa bisa di terapkan dan bisa menjadi kebekuan dalam setiap tatanan bahasa. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional