Menu

Bajaj tak Diizinkan Beroperasi di Jalan Raya

  Dibaca : 116 kali
Bajaj tak Diizinkan Beroperasi di Jalan Raya
BAJAJ— Sebuah bajaj terlihat terparkir di perempatan Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Jhoni Anwar beberapa waktu lalu.

MATA AIR, METRO
Moda transportasi roda tiga, bajaj, tidak diizinkan beroperasi di jalan raya di Kota Padang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Dian Fakri mengatakan, izin bajaj hanya dikeluarkan untuk sembilan kawasan yang ditentukan dalam Peraturan Wali Kota (Perwako).

“Saya tidak hafal semuanya kawasannya, hanya saja seperti kawasan Belimbing, Gunung Padang, tidak seluruh Kota Padang dan diprioritaskan untuk kawasan wisata,” tukas Dian Fakri.

Dian menjelaskan, bajaj-bajaj yang beroperasi di jalan raya melanggar aturan atau ilegal. Dishub Padang bersama kepolisian akan menindaklanjutinya dengan merazia bajaj tersebut. “Tolong jelaskan kepada masyarakat, bajaj itu angkutan kawasan yang tidak punya trayek tapi hanya berada dalam satu kawasan,” tegasnya.

Dian menambahkan, jika ditemukan bajaj yang beroperasi di jalan raya, maka izin bajaj tersebut bisa saja akan dicabut. Dishub hanya mengizinkan untuk pemilik bajaj tertentu dengan kawasan yang ditentukan juga.

Sebelumnya, sekitar 300-an bajaj diperkirakan akan beroperasi di Kota Padang. Kendaraan itu akan menyasar daerah yang tidak dilewati angkutan kota (angkot) dan Trans Padang.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Umum Dishub Kota Padang, Jovi Atrios membenarkan akan hadirnya sebagai angkutan lingkungan tersebut di Kota Padang. Perwako pun juga telah ada.

“Untuk teknis seperti KIR dan KP-nya dari Dishub Padang. Bajaj dikelola sebuah badan atau koperasi sebagai angkutan lingkungan akan segera beroperasi untuk daerah-daerah yang tidak terjangkau angkot dan Trans Padang,” tandasnya.

Ia menuturkan, selain untuk menyasar daerah yang tidak didukung oleh angkot, bajaj juga mendukung sarana pariwisata seperti kawasan Pantai Padang, Kota Tua, dan Pantai Air Manis. “Angkutan lingkungan ini juga diharapkan dapat menunjang pariwisata di Kota Padang,” tuturnya.

Ia menyebutkan, kendaraan bajaj ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan karena bodinya yang kecil karena tak menghabiskan badan jalan. Disamping itu, dengan kondisi yang kecil ini, juga mampu mengantarkan penumpang sampai ke gang-gang sempit, agar tidak ada kemacetan. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional