Menu

Bahas Pemanfaatan Aset di Sumbar, Andre Rosiade Bawa 6 Kepala Daerah Temui Dirut PT KAI

  Dibaca : 47 kali
Bahas Pemanfaatan Aset di Sumbar, Andre Rosiade Bawa 6 Kepala Daerah Temui Dirut PT KAI
foto BERSAMA— Anggota DPR RI Andre Rosiade enam kepala daerah foto bersama dengan Dirut PT KAI usai melakukan audiensi.

 ADINEGORO, METRO–Anggota DPR RI asal Sumbar H Andre Rosiade SE terus menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan Sumbar. Anggota Fraksi Partai Gerindra ini ingin memaksimalkan perannya sebagai wakil rakyat dalam membantu kabupaten/kota men­da­pat­kan akses langsung ke pusat.

Seperti measilitasi per­temuan enam kepala da­erah dari Sumbar dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo. Pertemuan ter­sebut membahas kolabo­rasi untuk mempercepat pembangunan di wilayah Sumbar.

“Hari ini saya bersama enam kepala daerah di Sumatera Barat bertemu dengan jajaran Direksi PT KAI dalam rangka mem­bahas kolaborasi perce­patan pembangunan di Sumatera Barat,” kata An­dre dalam keterangan ter­tulis beberapa waktu lalu.

Kata Andre, ada tiga isu utama yang dipaparkan beserta enam kepala da­erah dalam pertemuan tersebut. Antara lain pe­manfaatan aset PT KAI untuk fasilitas publik, ren­cana pengembangan kere­ta pariwisata dan pengem­bangan potensi angkutan logistik di Sumatra Barat.

“Yang paling memung­kinkan untuk kita lakukan adalah bekerja sama me­manfaatkan aset PT KAI. Selain itu kita juga punya aset bernilai sejarah yaitu Mak Itam bisa kita hidup­kan sebagai kereta wisata yang menghubungkan Si­jun­jung, Sawahlunto, Solok dan Padang Panjang,” ujar Andre yang juga ketua harian DPD Ikatan Ke­luarga Minang (IKM) ini.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, pihaknya tengah mem­ba­ngun museum kereta api di kotanya. Hal serupa juga dilakukan Wali Kota Pa­dang Panjang Fadli Amran yang tengah meman­faat­kan aset perseroan untuk pengembangan Museum Kereta Api Kota Padang Panjang.

Selain itu, ada pemba­hasan ihwal pemanfaatan tanah KAI untuk gedung parkir, gedung serbaguna, dan Masjid Raya di Bu­kittinggi yang diajukan Wali Kota Bukittinggi Er­man Safar, hingga persia­pan kota bisnis baru dan pengembangan pariwisata di Tanahdatar yang diu­sulkan Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian.

Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra juga mengusulkan rencana pengembangan pusat eko­nomi baru dan masjid di atas lahan PT KAI.

Menerima kunjungan tersebut, Dirut PT KAI Di­diek Hartantyo mengaku sepakat dengan usulan untuk memanfaatkan aset PT KAI untuk pemba­ngu­nan, rencana menghi­dup­kan kereta wisata dan ke­reta angkutan logistik di Sumbar.

Didik akan mempelajari proposal kerja sama yang diajukan para kepala dae­rah agar usulan-usulan ter­sebut bisa segera te­rea­lisasi. “Kami akan kaji po­ten­si di tiap-tiap daerah. Semoga pertemuan ini men­jadi awal kerja sama kita membangun Indonesia. Harapannya dalam waktu tidak terlalu lama kami akan lakukan kun­jungan balasan ke Sumbar. Se­moga kolaborasi kita mem­bangun Indonesia bi­sa kita laksanakan dengan governance yang baik bisa sege­ra terwujud,” kata Didiek.

 Sebagai informasi, da­lam pertemuan itu, Dirut PT KAI Didiek Hartantyo di­dampingi oleh Direktur Nia­ga Dadan Rudiansyah, Di­rektur Keselamatan dan Ke­amanan John Robertho, Di­rekt­ur SDM dan Umum Agung Yunanto, dan Direk­tur Keuangan Salusra Wijaya.

 Adapun enam kepala daerah tersebut adalah Wali Kota Bukittinggi Er­man Safar, Wali Kota Pa­dang Panjang Fadli Amran, Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian, Bupati Sijun­jung Benny Dwifa Yuswir, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta, dan Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional