Menu

Bagian Anatomi FK Unand Edukasi Covid-19 di TM dan Basko Mall, ”Jangan Abaikan Prokes Usai Vaksin”

  Dibaca : 201 kali
Bagian Anatomi FK Unand Edukasi Covid-19 di TM dan Basko Mall, ”Jangan Abaikan Prokes Usai Vaksin”
EDUKASI— Empat dokter dari Fakultas Kedokteran Unand, memberikan edukasi tentang vaksin Covid-19 di Trans Mart, Minggu (4/7).

KHATIB, METRO–Ada kejadian istimewa di Trans­mart Padang pada Minggu (4/7). Pasalnya, tempat yang biasanya dikunjungi masyarakat untuk berbe­lan­ja dan hiburan, kali ini didatangi oleh empat dokter dari Fakultas Ke­dokteran Universitas Andalas (FK Unand) untuk berbagi ilmu dan pengalaman terkait KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Vaksin Covid-19.

Mereka adalah Dr. dr. Ra­­veinal, Sp.PD-KAI, FINA­SIM; dr. Fenty Ang­grainy,­ Sp.P(K), FAPSR; dr. Afdal, Sp.A, M.Biomed; dan dr. Martga Bella Rahi­mi, M.Biomed.

Kedatangan para dok­ter disambut baik oleh Yudi Siswanto yang merupakan Store General Manager Transmart Padang. Yudi menyatakan Transmart memperoleh alokasi vaksin sebanyak 2.500 dari Dinas Kesehatan tetapi tidak se­penuh­nya tersalurkan ka­rena banyaknya informasi yang salah yang beredar. “Karena itu, kami berharap kehadiran dokter-dokter ini di Mall akan mening­katkan partisipasi mas­yarakat terutama karya­wan Mall untuk mau divak­sin,” katanya.

Acara diawali dengan penyampaian edukasi se­kilas pandang tentang Co­vid-19 oleh dr Raveinal yang merupakan Ketua Komisi Daerah KIPI Pro­vinsi Sumbar sekaligus ang­gota Tim Advokasi IDI tentang Covid-19 di tingkat nasional. Dia menyam­paikan, vaksin aman dibe­rikan kepada semua lapi­san masyarakat dan hanya beberapa kondisi tertentu saja yang tidak layak atau tidak boleh diberikan vak­sin.

 “Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak vaksin karena dengan vak­si­nasi akan membuat se­seorang lebih terlindungi dibanding yang tidak,” kata Raveninal.

Fokus acara lebih ba­nyak ke tanya jawab dari pe­serta ke narasumber yang hadir. Seorang pe­serta bertanya apakah se­telah divaksin perlu istira­hat dari pekerjaan?” Per­tanyaan ini dijawab oleh drAfdal dengan baik. “Ti­dak perlu. Kita hanya perlu pantau 15-30 menit setelah divaksin untuk mengetahui apakah ada alergi atau tidak yang bisa menye­bab­kan syok anafilaksis. Jika tidak ada, bisa langsung beraktivitas seperti biasa,” jawabnya.

Selanjutnya, peserta lain juga bertanya, apakah setelah divaksin masih bisa terserang Covid? Dari penjelasan dr. Fenty Ang­grai­ny, diketahui bahwa se­seorang yang sudah divak­sin masih bisa terserang Covid-19 sehingga protokol kesehatan harus tetap dija­lankan dengan ketat.

“Bukan berarti setelah divaksin kemudian menjadi abai. Antusias peserta sangat luar biasa hingga setelah acara ditutup ma­sih ada yang menemui na­ra­sumber untuk bertanya mengenai hal-hal terkait Covid-19,” katanya.

Dosen muda sekaligus penggagas kegiatan, dr Martga Bella Rahimi me­nya­takan bahwa, acara ini merupakan pengabdian masyakat Bagian Ana­tomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas da­lam rangka membantu pro­gram pemerintah un­tuk mempercepat vaksi­nasi.

Sebelumnya, Jumat lalu (25/6) tim juga sudah me­lak­sanakan acara serupa di Matahari Basko Grand Mall. “Saat ini, target kita memang masih ke staf/karyawan Mall. Namun, jika ada undangan dari tempat lain baik itu pe­merintah ataupun pelaku usaha dan pariwisata, in­syaAllah kita berkenan ha­dir,” katanya. (rom)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional