Menu

Bagi-bagi Sembako Jokowi Berujung Kerumunan, Anak Buah AHY: Potret Buram Penanganan Covid-19

  Dibaca : 89 kali
Bagi-bagi Sembako Jokowi Berujung Kerumunan, Anak Buah AHY: Potret Buram Penanganan Covid-19
PANTAU—Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memantau pembagian sembako dari dalam mobil di Terminal Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

JAKARTA, METRO–Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Her­zaky Mahendra Putra meng­kritik keras langkah Presiden Joko Widodo alias Jokowi mem­bagi-bagikan sembako di Terminal Grogol, Jakarta Barat, yang berujung mengakibatkan keru­munan masyarakat. Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY di Partai Demokrat itu menilai apa yang dilakukan Presiden Jokowi menunjukkan potret buram penanganan Co­vid-19 di Indonesia.

Menurut Herzaky, sangat terlihat sekali bahwa situasi rakyat sedang berat sehingga rela mengantre dan berke­ru­mun untuk mendapat sembako meski dengan risiko terpapar Covid-19.  “Itu mungkin mem­bahayakan jiwa mereka demi satu kantung sembako,” ujar Herzaky ke­pada JPNN.com, Rabu (11/8).

Naasnya lagi, kata alumnus Universitas Indonesia itu, pe­merintah bukannya berusaha mem­bagikan sembako dengan cara dan mekanisme yang lebih aman buat rakyat, seperti men­data dengan rapi, dan mem­bagi­kannya dari rumah ke rumah tanpa perlu ada kerumunan. “Melainkan memilih cara mem­bagikannya secara acak dan tidak terstruktur bahkan me­nim­bulkan risiko warga yang meng­antre terpapar Covid-19,” lan­jut­nya.

Herzaky menilai pemerintah seakan tidak punya peren­canaan matang, dan memilih cara sporadis untuk menyele­sai­kan permasalahan yang terjadi sekarang ini. Menurutnya, kalau timbul permasalahan baru aki­bat kebijakan yang dipilih hari ini, pemerintah baru akan me­mikirkan cara lain untuk menga­tasinya. Selain itu, kata Herzaky, kebijakan yang diambil pe­merintah tidak menyeluruh dan tak antisipatif.

“Tak heran kalau peme­rintah seakan sering terkaget bahkan bingung mesti berbuat apa kalau situasi memburuk. Begi­nilah potret buram penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia” jelasnya.

Dia juga menyebutkan pe­me­rintah memilih mengambil ke­bijakan yang menimbulkan sen­sasi, bukan menyelesaikan langsung inti permasalahan.  “Menimbulkan euforia, kehe­bo­han, tetapi tidak menyelesaikan masalah utama. Seakan kini masih kampanye,” tutur Her­zaky. Padahal, jelas direktur Ma­nilka Research itu, sekarang Presiden Jokowi sudah men­jabat dan seharusnya fokus pada kerja nyata yang mem­berikan hasil berdampak pan­jang. “Bukan kebijakan sekadar menimbulkan sensasi dan beru­saha merebut empati sesaat dari rakyat,” ujarnya.

Dia juga meminta peme­rintah untuk menunjukkan kese­riusan dalam menangani pan­demi Covid-19 dan mengambil kebijakan yang benar-benar bermanfaat menyelamatkan nyawa rakyat, bukan sekadar memberikan manfaat sesaat. “Nyawa rakyat sangat ber­har­ga dan ancaman Covid-19 sangat nyata,” ucap Herzaky. (mcr8/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional